Mohon tunggu...
Usaha Desa
Usaha Desa Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Hebatnya Makanan dan Minuman Produk Desa Kita

29 September 2016   08:39 Diperbarui: 6 Oktober 2016   10:03 0 0 0 Mohon Tunggu...

Sesungguhnya desa-desa di seluruh Indonesia bisa bangkit dengan produk desanya. Salahsatunya, rempah dan berbagai bahan pangan yang banyak tumbuh di wilayah pedesaan seperti jahe, umbi-umbian bahkan sukun. Kalau diolah serius, deratan tanaman tadi bisa menjadi produk desa yang tak hanya unggul secara nutrisi melainkan juga unik dan tak banyak tumbuh di negara lain.

Seperti yang dilakukan sekelompok ibu-ibu di Desa Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Mereka mengolah pisang, ubmbi-umbian, sukun, labu dan sebagainya menjadi aneka jenis tepung tinggi dan sangat sehat dikonsumsi. Uniknya, mereka bahkan sering kekurangan bahan untuk memenuhi permintaan pembeli meski bahan-bahan itu sudah dikenal luar di desa-desa secara turun-temurun selama ini.

Menamakan dirinya Progress, adalah UKM yang mengkhususkan diri mengolah berbagai umbi dan buah untuk diolah menjadi tepung dan beragam jenis minuman sehat tradisional. Selain menciptakan lapangan kerja dan mendatangkan income bagi para pegiatnya, aktivitas Progress mendapatkan respon pasar yang terus membesar.

Dyah Retno, salahsatu motor penggerak UKM ini menyatakan, selama ini seringkali pihaknya harus menolak permintaan calon pembeli karena volume-nya yang kelewat besar untuk kapasitas produksi mereka.” Kami masih berskala UKM jadi belum bisa memenuhi kebutuhan dalam jumlah yang besar. Tapi sekarang kami mulai bermitra dengan banyak wilayah pedesaan sebagai supplier bahan untuk kami oleh menjadi tepung dan aneka bahan pangan sehat,” katanya.

Bukan hanya target pendapatan yang mereka incar melainkan juga pendidikan sosial masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan sehat. Soalnya, sekarang ini masyarakat pedesaan justru gandrung mengkonsumsi makanan pabrikan karena pengaruh propaganda dan iklan yang luar biasa masif mempengaruhi pikiran masyarakat desa. Padahal pola itu tidak hanya tidak sehat melainkan juga mengeruk uang warga desa.

Padahal sesungguhnya bila saja masyarakat desa mau mengolah dengan baik potensi yang dimilikinya mereka bisa menciptakan aneka bahan pangan dari kebunnya sendiri yang memiliki kadar nutisi tinggi dan sangat karena alami dan tanpa bahan pengawet serta bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Progress adalah gerakan sekaligus UKM yang menjalankan dua visi sekaligus. Produk desa yang dihasilkan Progress misalnya ekstrak buah adalah solusi untuk anak-anak yang enggan mengkonsumsi buah dalam bentuk aslinya. “ Kadar nutrisi dalam bentuk satu gram serbuk ekstrak buah sama dengan tiga gram buah aslinya,” jelas Dyah. Sama dengan tepung, satu gram tepung pisang sama dengan tiga gram buah pisang alam bentuk asli, tanpa campuran. “ Sangat aman dikonsumsi anak-anak Balita,” ujar Dyah.

Jangan salah, secara cita rasa, tepung dan berbagai bahan pangan produk Progress juga memiliki cita rasa yang ‘mengagetkan’. Selama ini rasa kue yang dikenal orang ya kue-kue yang dijual di minimarket yang rata-rata manis dan dibuat dengan bahan-bahan pabrikan yang harganya murah. Rasakan kue dari tepung murni bahan-bahan produk desa ini, Anda akan kaget dengan rasa pahit Sukun yang tidak ada duanya atau rasa jagung asli dan sebagainya. Sama sekali bukan dari cita rasa buatan seperti yang dipakai produk-produk massal umumnya.

Dengan demikian maka sesungguhnya potensi pedesaan sangat besar mengolah aneka bahan pangan ini. Pasar ekspor sudah pasti terbuka lebar. Buktinya ratusan tahun lampau bangsa Eropa berduyun-duyun datang ke negeri ini demi mendapatkan rempah. Mengapa potensi raksasa ini malah dilupakan dan terpukau dengan produk yang belum jelas kualifikasinya?

Untuk memperluas jangkauan pasar dan pendidikan sosialnya, kini Pogress sudah menjual sebagian produknya melalui www.usahadesa.com sehingga siapapun dari belahan bumi manapun bisa mencicipi hebatnya makanan produk desa kita.(aryadji)

Baca juga: Peluang Raksasa Produk Makanan Berbahan Lokal