Mohon tunggu...
Belinda Nabilah
Belinda Nabilah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Hubungan Internasioanl UPNYK

Hola namaku Belinda putri nabilah and just call me bell:) mahasiswi baru jurusan Hubungan Internasional UPNYK

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender dalam G20 Empower

10 Agustus 2022   15:59 Diperbarui: 10 Agustus 2022   16:09 234 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
https://pin.it/6PHcnPB

Apa yang kita pikirkan ketika mendengar kata 'kesetaraan gender' yang digaungkan di masyarakat? Apakah kita berpikir setara akan haknya? Ataukah hanya kebijakan yang dulu pernah kita dengar tapi entah bagaimana realisasinya? Namun Berdasarkan Data 49,5% populasi Indonesia adalah perempuan, UMKM milik perempuan berkontribusi sampai 9,1% PDB Indonesia, bahkan di maret 2021 the world bank berestimasi hingga 43% pebisnis di Indonesia adalah perempuan, sasakawa peace foundation menemukan bahwa jumlah wirausaha perempuan di Indonesia 21% dan itu lebih tinggi dari rata-rata global yang hanya 8% saja.

Maka berdasarkan data tersebut dapat dijelaskan bahwa potensi perempuan itu sangat besar tetapi laporan di UNDP mengungkapkan bahwa indeks ketimpangan gender di Indonesia termasuk yang tertinggi di ASEAN, sehingga masih banyak tantangan-tantangan dan barrier di akses ke kredit investasi, serta akses ke pasar suplay change, dan skill gap yang dialami oleh perempuan, sehingga the story is not over.

Isu kesetaraan gender itu adalah isu yang sistemik  sehingga kita perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintahan, swasta, dan change agen yang memiliki kuasa dalam berbagai industri dan platform.

Presentase perempuan di dunia industri pemerintahan ataupun perusahaan juga harus di pertimbangkan sehingga bukan hanya perempuannya saja yang diberi bekal ataupun keterampilan tetapi seluruh elemen lingkungannya baik itu dari lingkungan kecil seperti keluarga maupun lingkungan masyarakat, perusahaan, bahkan pemerintahan. Makadariitu representasi perempuan lebih penting dari sekedar partisipasi.

There must be a female figure in male dominated industry and how powerful that can be to bring about change.

Fannie Hurst mengatakan bahwa "a woman still has to be twice as good as a man in order to get half as far"

Dan hal tersebut mungkin terjadi jika nucleus atau lingkungan  terkecil adalah keluarga tidak mendukung adanya gender equality, sehingga kita tetap harus memberikan opportunity yang sama kepada perempuan, perempuan juga harus take action dan progressing daripada merenung mengapa saya tidak maju-maju. Sehingga perlu juga adanya pengukuran dari data terkait hal tersebut karena sebuah pengukuran itu merupakan bukti bahwa ada implementasi atau ada eksekusi. Dalam hal ini di G20 Empower presidensi Indonesia membahas 5 KPI atau Key Performance Indicator yaitu;

  • Presentase perempuan dalam board
  • Presentase perempuan yang bekerja di industry tertentu.
  • Presentase perempuan yang dipromosikan
  • Jumlah perempuan di level manajerial
  • Presentase perempuan di bidang STEM

Di lingkungan keluarga, perempuan dan laki-laki juga harus diberikan kesempatan yang sama sehingga akan lebih terbuka untuk pekerjaan yang memang membutuhkan keahlian di bidangnya, leadership skill menjadikan perempuan lebih percaya diri.

Ada 2 deliverable konkrit dari G20:

  • Dashboard KPI Bersama ILO dan OECD
  • Playbook-tools dan guidance dari negara best practices

Sejak presidensi di italia G20 sudah mengumpulkan lebih dari 130 best practices dari sekitar 23 negara, di tahun Indonesia  mengumpulkan lebih dari 75 best practices tambahan, jadi best practices adalah sebuah 'contekan' atau juga bisa dibilang best practices sebagai guidance.

Sebenarnya apa sih G20 Empower? Jadi G20 Empower merupakan salah satu inisiatif di dalam kepresidenan G20 yang mengusung aliansi pemimpin sector swasta dan pemerintah untuk bersama-sama mengadvokasi dan mendukung kemajuan perempuan dalam posisi kepemimpinan di sector swasta dan publik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan