Mohon tunggu...
Bekti Sawiji
Bekti Sawiji Mohon Tunggu... -

Menaruh minat terhadap cerita digital (digital storytelling), cara baru bercerita menggunakan teknologi modern. Memiliki website: www.ceritadigital.com yang memuat cerita digital bidang sosial dan pendidikan hasil workshop dan hasil karya sendiri.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Agar Tulisan Terpopuler di Kompasiana

14 Oktober 2010   01:41 Diperbarui: 26 Juni 2015   12:27 94 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Lebih tepatnya judul tadi adalah Bagaimana Cara Agar Tulisan Kita Jadi Terpopuler di Kompasiana? itu merupakah curahan hati saya kepada kompasianers. Selama saya menulis belum pernah tulisan saya menjadi yang terpopuler, tertinggi, atau terbanyak.

Tiga kategori itu memang sulit diraih. Berbeda dengan menjadi kompasianer teraktif. Dengan mempublish tulisan sebanyak-banayaknya maka dengan mudah seseorang menjadi teraktif. Tapi tidak halnya untuk menjadi terpopuler. Setelah saya lakukan pengamatan kecil-kecilan (hari ini saja) saya bisa menyampaikan beberapa "tips" agar tulisan kita mendapat ketiga predikat di atas.

Judul adalah segalanya. Saya sendiri ketika mau membuka sebuah tulisan, saya scan judul-judul yang ada (puluhan jumlahnya) dan saya menjatuhkan pilihan pda judul yang paling menarik bagi saya. Jadi buatlah judul yang:

1. Menarik (perhatian). Seperti saat memilih apel di keranjang, tentu kita akan memilih yang ranum, mengkilat, tidak lecet, segar, dan harum. Maka buatlah judul yang menarik misalnya "Menangis! Saat Malaikat Pencabut Nyawa Menjemputku".

2. Menantang. Judul yang menantang akan menantang pembaca untuk membuka tulisan kita dan mungkin membacanya sampai tuntas dan memberi komentar. Contohnya: "Pantat SBY, Uenak"

3. Mengandung unsur SARA. Sering kali tulisan yang mengandung unsur SARA menjadi tulisan yang terpopuler di kompasiana. Beberapa waktu lalu tulisan berjudul: "Apa yang Salah Kalau Aku Kristen". Tulisan seperti ini jelas menggoda kebanyakan pembaca untuk membaca.

4. Trend. Judul: "Makan Indomie Rasa Taiwan" adalah judul tulisan tetang topik yang sedang menjadi trend. Biasanya Judul ini juga mengundang pembaca untuk membuka artikel ini.

5. Mengandung "Sex". Sengaja saya beri tanda kutip sebab memang ada dua jenis tulisan untuk hal ini. Pertama ada judul mengandung sex dan benar-benar membicarakan tentang sex. Judul tulisan(hari ini): "Pada Masa Subur Wanita Lebih Tertarik Kepada Pria Bukan Pasangannya" membicarakan sex. Tapi judul "Mas, Cepat Masukan!" walau berasosiasi dengan sex (menurut saya) tapi isinya sama sekali tidak berkaitan dengan sex. Hari ini saja dua tulisan populer berkaitan dengan sex yaitu : "Gara-gara Janda Montok" (setidaknya berasosiasi kearah sex)

Saya pernah menulis (3 seri) dengan judul Saya Tidak Akan Berhenti Merokok (Bagian 3 Habis) dengan harapan banyak yang membaca karena umumnya orang ingin berhenti merokok walaupun di dalam tulisan tersebut adalah kisah saya berhenti merokok. Benar, kali itu tulisan saya dibaca sekitar 301 kali dan ada 15 komentar. 1 menilai inspiratif.

Sekarang saya berharap judul yang saya buat pada tulisan ini bisa menyedot pembaca untuk membaca dan menanggapi. Syukur kalau jadi yang terpopuler.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan