Mohon tunggu...
Fauzi Bejo
Fauzi Bejo Mohon Tunggu... lainnya -

berusaha menjadi manusia yang berguna bagi diri, keluarga, dan agama

Selanjutnya

Tutup

Money

Tenaga Pertanian Sudah Semakin Sulit Dicari

25 April 2013   15:55 Diperbarui: 24 Juni 2015   14:37 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

Pertanian adalah salah satu pilar ekonomi nasional di Indonesia sehingga tidak salah jika dari dulu kita terkenal dengan sebutan negara agraris, karena memang negara kita begitu banyak lahan yang subur dan mudah ditanami dengan aneka macam tumbuhan begitulah Alloh SWT melimpahkan rahmatNya di negeri kita ini. Tapi begitupun kita belum bisa mensyukuri dengan sungguh-sungguh apa yang telah diberikan Tuhan untuk kita.

Masih banyak masyarakat kita yang berpenghasilan dari bertani tapi terus menurun sampai sekarang ini karena pemuda sedikit yang beminat menggelutinya karena banyak alasan tidak bisa diandalkan, gengsi, bidang industri yang makin mengerus lahan-lahan pertanian. Padahal kalau dilihat dari sejarah masa lalu Indonesia adalah murni negara agraris bahkan produknya sudah terkenal sampai ke luar negeri bahkan menarik bangsa Barat untuk menjajah negeri ini.

Tenaga kerja di bidang pertanian juga semakin sulit, banyak petani di desa-desa kesulitan mencari tenaga kerja untuk mengolah lahan pertaniannya karena mereka sudah banyak yang bekerja di bidang lain misalnya konstruksi dan pabrik

Padahal dahulu sekitar tahun 90an ke bawah banyak sekali, mereka sering keliling kampung untuk menawarkan jasanya, saya juga pernah tanya ke salah satu pekerja mengapa sekarang sedikit yang menawarkan jasa kerja pertanian jawab mereka sama dengan alasan yang saya tulis di atas.

Pemerintah seharus lebih bisa bagaimana mengatasi ini, jangan lupakan karena sejatinya Indonesia adalah negara pertanian, kita bisa memajukan negara ini dengan terus mengembangkan dan memajukan pertanian.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun