Mohon tunggu...
Bayu Tris Afandi
Bayu Tris Afandi Mohon Tunggu... NOPE

Universitas Amikom

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pertanian Dobrak Ekonomi Negara Indonesia Selama Panemi Covid-19

21 April 2021   18:00 Diperbarui: 21 April 2021   18:04 39 1 0 Mohon Tunggu...

Virus Covid 19 yang merupakan pandemic yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020 menjadi pukulan keras bagi seluruh umat manusia di dunia. Secara perlahan pandemic tersebut membawa dampak buruk bagi perekonomian dunia. Terutama di negara kita, negara Indonesia. Virus Covid19 masuk di Indonesia pada akhir bulan Februari tahun 2020. Dengan masuknya virus tersebut pemerintah memberlakukan lockdown di berbagai tempat serta memberlakukan WFH atau biasa disebut Work From Home. Dengan pemberlakuan sistem lockdown di berbagai daerah terutama di kota Jakarta, membuat ekonomi di Indonesia benar -- benar terpuruk. Lockdown di berbagai tempat ini juga membuat hancurnya berbagai sektor penghasilan di Indonesia.

Ekonomi di Indonesia saat ini benar -- benar hancur di hantam oleh pandemic Covid 19. Sesuai data yang di rilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Rabu, 5 Agusutus 2020, Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua 2020 mengalami kontraksi sebesar -5,32 persen (year on year). Angka negative pada kuartal kedua ini menambah catatan buruk pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2020. Penurunan Ekonomi di Indonesia ini tidak lepas dari pengaruh pandemic virus Covid 19. Jika dilihat dari data setiap kuartal kedua pada tahun 2019 dan tahun 2020 selisihnya berbeda sangat jauh dari selisih kuartal pertama, yaitu mencapai angka sebesar -10,37 persen.

Meskipun, kita mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus atau mengalami keterpurukan. Di masa pandemic ini masih ada sektor yang bisa survive dan juga bisa mendobrak ekonomi Indonesia sedikit demi sedikit. Salah satu sektor yang berhasil survive adalah sektor pertanian. Sesuai keterangan yang di ujarkan oleh Kementan, Kuntoro Boga Andri bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami keterpurukan, namun kenyataannya sektor pertanian di Indonesia tangguh dan pertumbuhannya positif.  

Menurut data dari BPS sektor yang menyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah di sektor petanian yaitu menyumbang sekitar angka 16,24 persen pada kuartal kedua tahun 2020. Dengan berita positif yang di ucapkan oleh Kementan membawa angin segar bagi kita untuk mencoba meningkatkan produktifitas di sektor pertanian. Apalagi di negara kita negara agraris yang terkenal dengan pertaniannya. Teruntuk para pemuda Indonesia, lebih ke pemuda yang tinggal di pedesaan. Karena di sat seperti ini kita hanya akan menghadap dengan hamparan -- hamparan sawah di sekitar kita. Dengan begitu kita juga harus berperan untuk bisa meningkatan produktifitas pada sektor pertanian untuk mendobrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dengan survivenya sektor pertanian di Indonesia di masa pandemic ini, muncul sebuah usulan program dari Menteri Pertanian Syahrul yaitu program mengenai petani milenial. Generasi milenial kini memiliki tempat atau wadah yang bisa menampung mereka untuk ikut meningkatkan produktifitas sektor pertanian di negara Indonesia. Lalu, harapan yang di inginkan oleh Menteri Pertanian Syahrul mengusulkan program ini adalah untuk menciptakan nilai tambah komoditas pertanian. 

Peran milenial untuk menciptakan inovasi pertanian dari hulu ke hilir merupakan sebuah peran yang amat dinantikan oleh Menteri Pertanian Syahrul. Dan pada program ini beliau berharap dapat menciptakan 100.000 petani milenial dari 10 provinsi tempat pelaksanan program ini. Dengan semangat milenial untuk meningkatkan produktifitas di sektor pertanian dan juga dukungan dari pemerintah jika usulan tersebut berhasil di laksanakan. Maka hal tersebut merupakan dobrakan baru atau langkah baru untuk menuju Indonesia yang lebih maju lagi terutama di bidang pertanian.

Sektor pertanian yang berhasil survive di masa pandemic bahkan petumbuhannya positif dan penyumbang terbesar selama pandemic untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan program yang di usulkan oleh Menteri Pertanian Syahrul bukan tidak mungkin jika nantinya sektor pertanian benar -- benar akan menjadi sektor pertama yang bisa mendobrak atau melesat jauh untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Lalu, dengan focus pada pertanian yang di lakukan para generasi milenial akan menambah tingkat produktifitas sektor pertanian di Indonesia.

Sebagai pemuda atau sebagai generasi milenial meskipun kita identic dengan pemuda yang suka bermain game, hanya hidup di dunia maya. Kita harus menunjukkan bahwa menjadi generasi millennial tak hanya bisa bermain game saja namun bisa menciptakan sebuah inovasi yang bisa meningkatkan produktifitas sektor pertanian di Indonesia. Selain itu kunci utama kita sebagai generasi milenial di sektor pertanian ini adalah membantu membuat solusi untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di sektor pertanian. 

Dan juga kita sebagai generasi milenial harus bisa membuka pandangan kita agar bisa membuang pandangan bahwa menjadi petani adalah profesi yang jadul atau profesi yang hanya di pandang sebelah mata. Sebagai generasi yang menjadi tolak ukur perubahan atau perkembangan suatu negara, harus bisa bersaing dengan kecanggihan jaman yang telah menguasai dunia. 

Generasi milenial di masa pandemic ini harus bisa berpikir kritis dan juga inovatif dengan keadaan agar bisa membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Cara yang paling mudah adalah dimana ikut terjun untuk meningkatkan produktifitas sektor pertanian. Program yang di usulkan oleh Menteri Pertanian semoga dapat terlaksana agar para milenial memiliki wadah untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian. 

Peran para generasi milenial akan sangat dibutuhkan oleh seluruh golongan masyarakat di Indonesia, perannya benar -- benar akan sangat di nanti untuk kepentingan negara Indonesia. Generasi yang baik adalah generasi yang memiliki kemampuan untuk ikut memikirkan bagaimana nasib masa depan negara dan ikut memikirkan solusi untuk segala permasalahan yang ada.

VIDEO PILIHAN