Mohon tunggu...
Very Barus
Very Barus Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Writer, Traveler, Photographer, Videographer, Animal Lover

Mantan jurnalis yang masih cinta dengan dunia tulis menulis. Sudah menelurkan 7 buah buku. Suka traveling dan Mendaki Gunung dan hal-hal yang berbau petualangan. Karena sejatinya hidup adalah sebuah perjalanan, maka berjalannya sejauh mana kaki melangkah. Kamu akan menemukan banyak hal yang membuat pikiran dan wawasanmu berbicara. Saya juga suka mengabadikan perjalan saya lewat visual. Anda bisa menyaksikannya di channel Youtube pribadi saya (www.youtube.com/verybarus). Saya menulis random, apa yang ingin saya tulis maka saya akan menulis. Tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Selamat membaca!

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Pendakian Gunung Merbabu Jalur Swanting Bukan Untuk Pendaki Pemula

6 Juli 2022   08:43 Diperbarui: 6 Juli 2022   08:47 123 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Sedikit late story nih. 

Sebenarnya, sebelum mendaki Gunung Slamet, sebulan sebelumnya aku baru saja mendaki Gunung Merbabu. Ini kali kedua mendaki Gunung Merbabu dengan ketinggian 3145 Mdpl. Hanya saja dengan jalurnya yang berbeda. Tahun 2017 lalu, aku mendaki Merbabu melalui jalur Selo. Kala itu, aku pikir jalur Selo cukup berat eh ternyata, di tahun 2022 ini, mendaki Merbabu lagi jalur Swanting, ternyata medannya jauh lebih berat. 

Tapi, aku berprinsip kalau setiap gunung tidak ada yang mudah untuk di daki. Sama hal nya dengan hidup, pasti ada ups and downs-nya. Tidak pernah ada jalan hidup yang mulus. Jalan tol yang sering dianggap mulus saja banyak yang berlubang dan bergelombang. Apalagi mendaki gunung. So, every step on my journey selalu aku nikmati. Meski banyak teman-teman sependakian mengeluh sepanjang langkah. Apa gunanya mendaki jika kita tidak menikmatinya? 

Betapa indahnya ciptaan Tuhan. Foto: dokpri
Betapa indahnya ciptaan Tuhan. Foto: dokpri

Gunung Merbabu identik dengan badai angin-nya. Ketika mendaki jalur Selo, aku pernah mengalami badai angin dan saat itu kondisi fisik bener-bener kurang fit sehingga hampir mengalami hipotermia. Hipotermia adalah  dimana kondisi fisik mengalami penurunan suhu panas dibandingkan panas yang dihasilkan. Dan kondisi ini cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Akhirnya, setiba di tenda aku langsung mengganti baju yang sudah basah karena keringat dan membalur tubuh dengan minyka penghangat serta pakai baju berlapis-lapis, jaket dan sleeping bag.  that's why, kenapa pendakian pertama aku gagal sampai puncak Merbabu. Tapi, di pendakian ini, aku berhasil menggapai puncak Merbabu. 

foto dokpri
foto dokpri

Kenapa sih suka mendaki gunung? 

Pertanyaan itu kerap terlontar setiap kali aku memposting kegiatan mendakiku di akun sosmed (Ig & FB). bagi teman-teman mendaki gunung adalah hobi yang bodoh. katanya mendakinya capek, turunnya capek, tidurnya tersiksa, makannya seadannya. Hmmm, setiap orang punya persepsi yang beragam. bagi aku, setiap kali mendaki gunung, aku mendapatkan kedamaian atau istilah sekarang healing yang berfaedah. memandangi keindahan alam dari ketinggian bukan membuat kita menjadi merasa lebih tinggi, merasa lebih hebat. Justru ketika kita melihat ke bawah, orang yang ada di bawah gunung seperti butiran biji yang sulit terlihat. Begitu juga ketika kita ada di bawah, orang yang ada di ketinggian sama kecilnya terlihat dari bawah. Oleh karena itu, filosifi yang selalu aku dapat saat mendaki gunung, we are all nothing. kita itu tidak ada apa-apanya. jadi jangan pernah merasa lebih hebat, lebih tinggi dan suka merendahkan orang lain.  Karena sesungguhnya yang berkuasa tetap Sang Khaliq. Sang pencipta langit dan bumi ini.  Kita yang hidup di bumi sama-sama punya hak dan kuasa untuk menikmatinya. bukan memilikinya. 


Mau melihat seperti apa keseruan mendaki Gunung Merbabu jalur Swanting? Saksikan video perjalanan aku di channel Youtube aku ya. Kasih komen. dan tinggalkan jejakmu dengan men subscribe channel aku ok..

 thank you...

  

Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan