Asep Wijaya
Asep Wijaya pengelola cum penulis di komenfilm.co

penikmat buku dan film - pengelola cum penulis di komenfilm.co, @wijayasep

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Rujukan bagi Penikmat Film

7 Desember 2017   14:20 Diperbarui: 7 Desember 2017   14:27 1175 2 1
Rujukan bagi Penikmat Film
suitelife.com

Kritikus film pertama peraih Pulitzer, Roger Ebert, pernah mewanti-wanti pelaku industri perfilman agar menyelipkan sebuah teladan atau pesan pada tiap karyanya. Produk sinematik, kata dia, bukan melulu diciptakan untuk memenuhi selera pasar. Misi edukasi harus terus lestari dan terpatri di benak para pekerja industri film.

Maestro kritik film ini bahkan mengingatkan penikmat film agar tidak menyerahkan waktunya begitu saja untuk sekadar menonton film berkualitas rendah. Durasi waktu dua jam terlalu berharga untuk sebuah tayangan yang miskin pesan dan teladan.

Pesan inilah barangkali yang menginspirasi sejumlah wadah daring (dalam jaringan a.k.a online) pengulas produk sinematik. Lewat mekanisme nilai, situs internet pengulas film menyampaikan pendapat kritisnya atas produk sinematik.

Ada yang memunculkan penilaian dalam rupa bintang, tomat busuk, skala angka atau bahkan aneka warna. Semua itu ditayangkan agar calon penonton mendapatkan bayangan mula tentang film yang bakal disaksikan.

Berikut ini empat situs internet pengulas film yang sering jadi acuan penikmat sinema:

1. RogerEbert.com

Ini situs internet yang dianggap paling banyak dirujuk oleh penikmat film. Aneka kritik, komentar, dan ulasan seputar karya sinematik tersaji di sini.

Catatan kritis yang tayang pun bukan produk asal kritik. Semua ulasan merupakan produk serius dari juru ulas film profesional.

Selain memuat semua kritik hasil guratan mendiang Roger Ebert, situs internet ini juga menayangkan tulisan dari sejumlah kontributor.

Tercatat ada sejumlah nama kritikus beken seperti Nick Allen (anggota Asosiasi Kritikus Film Chicago); Lisa Nesselson (kritikus film Majalah Variety) dan Angelica Jade Bastien (kritikus film New York Times).

RogerEbert.com memberikan penilaian dalam bentuk bintang (paling tinggi empat dan paling rendah setengah atau malah tidak dapat bintang).

Skor ini diberikan langsung oleh sang pengulas film berdasarkan catatan kritisnya. Meski subyektif, tapi kemampuan dan pengalaman juru kritik ini dalam mendedah produk sinematik tetap laik dijadikan referensi.

2. Rotten Tomatoes

Tayang perdana pada 12 Agustus 1998, Rotten Tomatoes menabalkan diri sebagai pangkalan data daring seputar film, program TV, dan permainan video (video game).

Situs internet ini tidak hanya menayangkan informasi soal awak sinema seperti aktor/aktris, sutradara, penulis naskah, penata rias, dan musikus tetapi juga mengumpulkan aneka ulasan film yang muncul di media arus utama (mainstream).

Nama "tomat busuk" dipilih penciptanya, Senh Duong, berdasarkan laku kebiasaan sejumlah penonton yang tidak jarang melemparkan tomat busuk untuk sebuah pertunjukan yang kurang menarik.

Dalam situs internet yang dimiliki Fandango Media ini, tomat busuk direpresentasikan dalam bentuk ikon tomat benyek berwarna hijau (mirip daun).

Ada dua jenis penilaian di Rotten Tomatoes. Pertama,Tomatometer atau nilai yang diberikan berdasarkan banyaknya jumlah ulasan yang positif (fresh,ditandai ikon tomat merah) dan negatif (rotten).

Ulasan ini diperoleh dari hasil pengumpulan sejumlah kritik film di media arus utama. Bila banyak yang menyampaikan nilai negatif, maka angka rerata akan muncul menjadi nilai sebuah film.

Kedua,Audience Score atau ulasan yang diperoleh dari pengguna situs internet ini. Selain menyampaikan pendapat atau komentar, banyak pengunjung yang telah terdaftar memberikan penilaiannya dalam skala 0-100.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3