Kohar Amir
Kohar Amir

Tertarik masalah sosial dan politik. Benci politikus busuk dan koruptor

Selanjutnya

Tutup

Regional

Goyang Gocar Makassar 140318

13 Maret 2018   23:20 Diperbarui: 13 Maret 2018   23:23 942 0 0

Pada hari Rabu 14 Maret 2018, para pengemudi atau mitra Taxi Online GOCAR Makassar akan mengadakan unjuk rasa menentang kebijakan skema incentif baru yang diputuskan sepihak oleh P.T. Karya Anak Bangsa -- Gojek. 

Sebelumnya sudah diadakan dialog antara perwakilan komunitas pengemudi dan pihak Gojek, namun sayangnya dialog yang diadakan P.T. Karya Anak bangsa ini hanya merupakan sosialisasi kebijakan baru yang sebenarnya sudah diputuskan sepihak oleh perusahaan penyedia aplikasi ini.  Dalam hal ini kedudukan para pengemudi sebagai mitra kerja yang menyediakan sarana transportasi sama sekali tidak didengar suaranya.

Permasalahan yang paling mendasar dari kebijakan baru yang ditentang oleh para pengemudi adalah "kemunduran" dari skema sebelumnya. Dalam skema baru ini justru terjadi "keanehan"   atau sesuatu yang tidak umum,   dimana ketika target Point DINAIKKAN,  bukannya diimbangi oleh KENAIKAN bonus/incentif sebagai perangsang kerja, namun justru diikuti oleh PENURUNAN incentif.  Pada skema lama,  bagi driver yang mencapai 14 point, berhak atas incentif Rp. 325.000.   

Pada skemabaru,  ketika targetnya dinaikkan menjadi 16 point, bonus/incentifnya justru DITURUNKAN menjadi Rp. 250.000.  Kondisi ini akan sangat memberatkan para mitra/driver yang harus menanggung semua biaya operasional termasuk perawatan mobil dan cicilan mobil bagi yang kepemilikannya lewat leasing.

Sebagai gambaran kasar, para pegemudi ini memperoleh uang dari konsumen langsung dan bonus yang diberikan oleh perusahaan.  Bonus atau incentif ini sebenarnya adalah bentuk subsidi yang diberikan perusahaan, sebagai konsekuensi dari tarif yang diberlakukan kelewat murah,  bahkan lebih murah dari tarif bentor.

Bila diestimasikan rata-rata tarif yang diterima oleh pengemudi adalah Rp. 15.000 per trip,  maka dari 14 trip ini pengemudi akan memperoleh uang dari penumpang sebesar Rp. 210.000. Jumlah ini masih dikurangi fee 15 % , sehingga jumlahnya  tinggal Rp.  210.000  -  Rp.  31.500  =  Rp. 178.500. Jika ditambah bonus  Rp. 325.000,  totalnya menjadi Rp. 503.000.   Jumlah ini masih dikurangi bensin yang kisarannya sekitar Rp. 100.000  dan uang makan dari pagi sampai malam sekitar Rp. 50.000.   

Jadi seandainya pengemudi tembus 14 point dia akan membawa pulang uang kurang lebih   Rp. 353.000.  Kalau pngemudi tersebut bekerja 30 hari sebulan tanpa istirahat, akan mengantongi uang sebesar Rp. 10.605.000.   Penghasilan tersebut masih harus dikurangi biaya perawatan dan cicilan mobil.  Bisa dibayangkan kalau ada pengurangan incentif Rp. 75.000  x  30 hari  =  Rp. 2.250.000, berarti sisanya hanya Rp. 8.355.000.  Pengurangan jumlah ini masih dipersulit oleh target yang ditambah 2 point.

Berdasarkan pengalaman dilapangan,  untuk kota Makassar, pencapaian 14 point ini harus ditempuh selama lebih dari 10 jam, mengingat order Gocar di Makassar masih jauh dibawah Grab.  Sehingga penambahan target 2 point sepertinya sangat tidak rasional.  P.T. Karya Anak Bangsa ketika mengadakan dialog juga tidak menyertakan data pencapaian rata-rata driver.  

Tidak ada info berapa sebenarnya rata-rata pencapaian point atau trip pra driver dalam sehari.  Berdasarkan history ini baru bisa dinilai apakah kenaikan target 2 point tersebut rasional atau tidak.  P.T.  karya  Anak Bangsa juga tidak pernah menginformasikan berapa rata-rata waktu yang  diperlukan untuk mencapai target 14 point di makassar.  Ketika P.T. Gojek tidak bersikap terbuka kepada para pengemudi,  maka sejatinya hubungan bisnis antara P.T. Karya Anak Bangsa (Gojek), bukanlah sebagai mitra, namun tidak ubahnya majikan dan buruhnya.