Mohon tunggu...
Prof. Dr. Apollo (D)
Prof. Dr. Apollo (D) Mohon Tunggu... ***

*

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Keuntungan Dunia pada Kasus Virus Corona

31 Maret 2020   19:59 Diperbarui: 31 Maret 2020   20:19 111 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Keuntungan Dunia pada Kasus Virus Corona
Keuntungan Dunia pada Kasus Virus Corona

Keuntungan Dunia Pada Kasus Virus Corona

Dunia ini setidaknya selalu berlaku rerangka pemikiran dikhotomi, dan dialektika. Ada laki ada perempuan, ada kaya ada meskin, ada atas, ada bawah, ada untung ada malang, ada siang ada malam, ada pagi ada sore, ada gelap ada terang, ada tinggi ada rendah, ada bodoh ada pintar, ada jujur ada yang korupsi, ada panas ada dingin, ada siang ada malam, ada rugi ada laba, ada tidur ada terbangun, ada manis ada pahit, ada tua ada muda, ada jauh ada dekat, ada damai ada perang, ada benar ada salah, ada sehat ada sakit. Ada baik ada buruk, ada suka ada duka, ada positif, dan ada negative, dan seterusnya- dan seterusnya sampai tak terhingga semua kejadian dalam perjalanan manusia dengan alam semesta atau dalam filsafat Jawa Kuna semacam MKG [Manunggaling kawula Gusti].

Maka dua rerangka dikhotomi, dan dialektika;  selalu dipakai, dan sekaligus ditentang  dan disetujui dalam filsafat dan pemikiran umat manusia. Hidup manusia terjabak dalam jejaring makna yang saling tumpang tindih, saling paradox, dan saling berganti. Dan semua dikhotomi, dan dialektika ini karena {"Mengada, dan Pengada"}  yang disebut menjadi {being] dalam "ruang, dan Waktu";

Lalu apa sisi kebaikan, dibalik kesulitan atau kemalangan kehadiran Virus Corona bagi manusia dan dunia, berikut ini saya buat summary singkat:

[1] memberikan kepada Bumi untuk memulihkan kondisinya. Bisa dibayangkan melambatnya aktivitas ekonomi, pabrik, transfortasi laut/sungai/air/danau, darat, udara, menjadi hampir terhenti diseluruh dunia. Aktivitas ekonomi dan semua kegiatan industri hanya tersisa 30% pada seluruh dunia. Maka ini memiliki dampak kebaikkan luar bisa pada penurunan polusi [CO2] udara, air,  pencemaran bumi, dan alam secara keseluruhan sehingga memungkinkan kehidupan kedepan lebih baik, alam lebih punya ruang untuk memulihkan kondisinya;

Kondisi ini juga memberikan kesempatan kepada Dunia, dan isinya untuk melakukan reformasi "idiologi" pada konsep membangun ekonomi, soslial politik, dan martabat manusia secara universal pada masa yang akan datang, sehingga bisa lebih baik;

[2] Karantina Manusia dan isolasi kota kampung pusat industry wisata dan seterusnya pada point ke [1] tersebut dampak berikutnya secara langsung ada penghematan energy, pemulihan keindahan alam, ikan dilaut, disungai, burung diudara, dan seterusnya, maka kehadiran Virus Corona bagi manusia dan dunia memiliki konotasi positif; sehingga kita semua [manusia isi dunia] memberikan ruang pemulihan luka batin alam semesta lain berserta isinya baik yang kelihatan, maupun tidak kelihatan;

[3] kehadiran  Virus Corona bagi manusia dan dunia mengingatkan manusia pada apa yang saya sebut dalam filsafat Indonesia Lama atau Jawa Kuna "eling, dan Waspada"; Kata eling ini memiliki makna bahwa alam semesta ini adalah korelasi antara "kelihatan, dan tak kelihatan anatar rasional dan irasional;  antara logis dan mistis"; mengikatkan [eling/iling] kita semua pada apa itu kehidupan yang baik atau semacam papan, empan, adepan.

kehadiran  Virus Corona bagi manusia dan dunia  mengharuskan kita manusia menjadi "Ugahari"  kembali melakukan repleksi [kontemplasi] mengingatkan pada siapa kita, ingat agamamu, ingat orang tuamu, ingat Tuhanmu, ingat matimu, ingat usiamu, ingat utangmu, ingat bohongmu, ingat negaramu, ingat asal usulmu, ingat keluargamu, ingat gurumu, ingat dosamu, ingat karmamu, ingat salahmu, ingat siapa yang kamu sakti, ingat janji palsumu, dan ingat apa saja;  Maka dunia hari ini  mengingatkan semua umat manusia melalui kehadiran Virus Corona bahwa kita semua manusia adalah hidup sementara {hidup hanya mampir minum]; tidak ada yang abadi apapun didunia ini, dan kapanpun bisa menjemput kita semua, semua berubah dalam ruang dan waktu yang tidak pasti, maka semua kesombongan keangkuhan kekayaan, jabatan, kekuasaan bisa tidak memiliki kekuatan apapun pada kondisi tertentu;

[4] Kampus, dan pendidikan formal atau Hukum Negara, tidak mampu memberikan resep moral paling unggul dalam memahami mendidik moral manusia lebih baik diera sekarang, tetapi kehadiran Virus Corona bagi manusia dan dunia bisa mengubah sudut pandang pada  moral [tindakan] manusia untuk lebih baik, [orang beragama menyebutnya bertobat]'

Maka dengan cara ini adalah wujud mengubah sudut pandang kita pada apapun, tentang makna hidup paling dalam, dan tetap waspada bahwa apapun bisa terjadi karena dalam filsafat kehidupan itu selalu bersifat paradox, [semacam risiko tak dapat dipahami dengan cara apapun]; dunia ini memiliki resistensi dan tidak bisa dikendalikan oleh kesadaran manusia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN