Mohon tunggu...
Prof. Dr. Apollo (D)
Prof. Dr. Apollo (D) Mohon Tunggu... ***

*

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Analisis Literatur CSR: Philanthropic Responsibility [2]

19 November 2018   11:24 Diperbarui: 19 November 2018   11:31 678 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Analisis Literatur CSR: Philanthropic Responsibility [2]
koleksi pribadi

Analisis Literatur: Philanthropic  responsibilities (2)

Philanthropicresponsibilities atau dimaknai secara morfologi dengan penderma (discreationary). Tujuan penerapan tanggung jawab penderma diharapkan perusahaan dapat memberikan sinyal tentang kepedulian sosial mereka dengan memberikan sumbangan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang baik bagi para stakeholder, mengembangkan produk-produk yang ramah lingkungan, menciptakan lingkungan kerja yang berwawasan kesetaraan dan persamaan, dan juga tidak membedakan kelompok minoritas yang ada. Dengan melakukan kegiatan-kegitan tersebut, suatu perusahaan yang tanggap terhadap masalah sosial di sekelilingnya akan selalu didukung oleh para karyawan, konsumen, dan para stakeholder lainnya, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan reputasi perusahaan serta kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

I Putu Ary Suta (2005:39) menyatakan nilai-nilai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) adalah: (1) rencana program pensiun (pension plan): (a) peranan program pensiun, (b) keikutsertaan karyawan dalam program pensiun, (c) anggaran untuk program pensiun; (2) kepedulian lingkungan (environmental awareness): (a) tingkat kepentingan kepedulian terhadap lingkungan, (b) Tingkat perencanaan program kepedulian lingkungan, (c) keberhasilan mengelola lingkungan hidup, (d) anggaran kepentingan lingkungan hidup; (3) pelayanan masyarakat (cummunity services): (a) tingkat  kepentingan program kepedulian sosial, (b) tingkat rencana program kepedulian sosial, (c) tingkat  partisipasi bantuan musibah/bencana, (d) anggaran kepentingan pelayanan masyarakat, (4) pelatihan karyawan (employee training): (a) tingkat kepentingan program pelatihan karyawan, (b) tingkat keteraturan rencana pelatihan karyawan, (c) keikutsertaan seluruh karyawan dalam pelatihan, (d) anggaran pelatihan karyawan.

Faktor paling dominan yang menentukan reputasi perusahaan adalah tanggung jawab sosial perusahaan (social responsibility). Tanggung jawab sosial adalah kepedulian suatu perusahaan terhadap  lingkungannya, terutama cara-cara perusahaan tersebut menangani individu-individu yang ada di sekitarnya. Kepedulian suatu perusahaan terhadap lingkungan yang lebih luas dapat mempengaruhi penilaian publik terhadap perusahaan tersebut. Dengan tingkat kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya, suatu perusahaan juga akan dapat menggalang hubungan yang saling menguntungkan dengan para stakeholder.

Pfeffer dan Salancik (1978)   mengatakan keterlibatan sosial dan politik dilingkungan sekitar perusahaan secara langsung akan mempengaruhi kelangsungan operasi suatu perusahaan. Dapat dikatakan pula  perusahaan itu akan mendapat dukungan dari para stakeholder dalam menghadapi tantangan dari lingkungannya.  Pendapat Larkin (2003)   mendukung peran tanggung jawab sosial dalam kelangsungan hidup perusahaan.

Hasil penelitian Fombrun dan Shanley (1990)  didukung dengan pembuktian statistik, makin besar kontribusi perusahaan bagi kesejahteraan sosial lingkungan, makin baik reputasi perusahaan tersebut. Selain keuntungan-keuntungan tersebut, Solomon dan Hansen (1985:6)  menyatakan biaya untuk menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan sebenarnya sangat minimal. Hasil yang didapatpun akan meningkatkan reputasi perusahaan melalui keuntungan yang diperoleh akibat meningkatnya produktivitas dan moral karyawan yang dipicu oleh kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan tanggunjawab sosial perusahaan.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Parket dan Eibert (1975) serta Cornel dan Shapiro (1987)   menemukan biaya kegiatan tanggung jawab sosial dapat digantikan dengan pengurangan biaya lain karena adanya hasil positif dari kegitan tanggung jawab sosial tersebut, sehingga pada akhirnya kinerja dan reputasi perusahaan akan meningkat pula.

Salah satu faktor paling penting yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial perusahaan adalah kepedulian pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan mulia dengan menyumbangkan sebagian dari pendapatannya. Kepedulian perusahaan terhadap lingkungannya berkorelasi positif dengan reputasi perusahaan. Selain itu, kepedulian perusahaan untuk memberikan sumbangan kepada lingkungan juga dapat menghilangkan stigma buruk perusahaan akibat tindakan ilegal yang telah dilakukan.

Program-program kerja yang disponsori perusahaan yang bertujuan memberantas kemiskinan, kelaparan, dan bencana alam atau yang berhubungan dengan perlindungan lingkungan hidup pada umumnya akan memberikan citra positif di mata konsumen dan pada akhirnya akan meningkatkan reputasi perusahaan secara keseluruhan. Demikian juga sumbangan sosial diperlukan agar perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Faktor lain yang berhubungan erat dengan tanggung jawab sosial perusahaan adalah kepedulian terhadap lingkungan hidup sekitarnya. Douglas dan Judge (1996:20)   menyatakan jika suatu perusahaan mengintegrasikan proses perencanaan strategisnya dengan masalah lingkungan hidup,  perusahaan tersebut akan mendapatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan integrasi proses tersebut. Dengan demikian, tanggung jawab sosial perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan hidup ini pada dasarnya juga dapat meningkatkan reputasi perusahaan yang pada akhirnya juga meningkatnya reputasi perusahaan.

Studi sebelumnya yang dilakukan McGuire, et al (1990)   menyebutkan jika reputasi suatu perusahaan makin tinggi dari sisi tanggung jawab sosialnya, perusahaan tersebut juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sebagai akibat dari reputasi ini perusahaan akan memiliki tingkat imbal hasil assets yang tinggi pula.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x