Bai Ruindra
Bai Ruindra wiraswasta

Halo, saya Bai Ruindra. Blog saya juga ada di http://www.bairuindra.com/ . Kritik dan saran bisa ke bairuindra@gmail.com. Terima kasih telah membaca dan mengoreksi artikel saya.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Piala Dunia 2018 Hanya Milik Korea Selatan dan Penggemar K-Pop

11 Juli 2018   12:09 Diperbarui: 18 Juli 2018   14:06 2220 2 3
Piala Dunia 2018 Hanya Milik Korea Selatan dan Penggemar K-Pop
Pedihnya kekalahan Jerman terlihat dari gambar ini | riautrust.com

Meski, Timnas Korea Selatan telah angkat koper setelah mengalahkan Jerman pada fase Grup F, tampaknya kompetisi bergengsi sejagad di dunia ini masih milik negeri Ginseng. Sebab, selain membuat juara bertahan pulang lebih awal, boyband asal Korea Selatan resmi menjadi bintang di pembukaan parta final 14 Juli nanti.

Drama yang dibuat oleh oppa-oppa tampan di lapangan hijau adalah salah satu laga termanis sepanjang perjalanan Piala Dunia 2018 di Rusia. Coba lihat, adakah gempita dunia maya dan trending topic yang menghalalkan segala cara usai Korea Selatan permalukan Jerman?

Tampaknya belum. Kini, hanya terdengar desahan sesaat, riuh sebentar, dan biasa saja karena negara-negara jagoan telah tumbang. Sudut pandang para pecinta bola adalah saat Jerman, Brasil atau Argentina bahkan Portugal sebagai tim terkuat masih tersisa di laga.

Bahkan, mereka rela bergadang untuk meneriaki gol saat Messi mendekati gawang atau Ronaldo mengumpan bola. Duduk di depan televisi sekarang hanya untuk memulihkan rasa penasaran siapa yang akan menang dan berhasil menaklukkan musim yang belum bersalju di Moskow.

Korea Selatan telah pulang duluan. Tidak ada lagi drama dengan happy ending seperti saat melumpuhkan pertahanan Jerman di menit-menit terakhir.

Semua akan ingat bagaimana kepala tertunduk Mesut Oezil saat keluar dari lapangan di Kazan Arena. Sorotan kamera ke arah megabintang Arsenal itu tidak bisa menutupi kesedihannya karena Heung-min yang hanya merumput di Tottenham berhasil melumpuhkan langkahnya.

Berulangkali kenangan itu diputar, pemain Timnas Jerman tidak akan pernah melupakannya karena telah 'menganggap' Korea Selatan bukan lawan sepadan.

Begitulah drama yang bisa berubah apa saja di lapangan hijau. Dukun pun yang bertindak semena-mena bisa kenal offside bahkan penalti.

Gempita Korea Selatan tak terkalahkan. Gaung penggemar terhadap negeri para aktor dan artis hebat ini mulai mengubah paradigma terhadap tampan dan cantik rasa plastik.

Mungkin memang masih dipandang sebelah mata, tetapi setelah tahu soal kekuatan mereka di Piala Dunia 2018, maka tak bisa dielak bahwa ajang dunia terbesar ini hanyalah milik Korea Selatan dan juga penggemar K-Pop!

Pertandingan Korea Selatan melawan Jerman memang manis yang menjadi pahit. Gesitnya tiap pemain dalam membela negaranya memang telah menjadi hal yang sangat wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Kemudian, muncul hal-hal yang ringan, mungkin dianggap nggak penting tetapi sangat berguna untuk menjadi sebuah aroma yang menyegarkan. Hal itu adalah theme song yang membawa pengaruh besar terhadap gaung Piala Dunia itu sendiri. 

Tiap ada Piala Dunia, saat itu pula masuk sebuah lagu latar yang akan diingat sepanjang waktu. Tak ada lagu latar akan hambar rasanya Piala Dunia. Bahkan, beberapa orang termasuk saya selalu menunggu lagu latar Piala Dunia tiap tahunnya.

Kita tak pernah lupa dengan dentum Waka Waka (This Time for Africa) dari penyanyi cantik Shakira. Lagu yang dinyanyikan bersama grup musik Afrika Selatan, Freshlyground, menjadi theme song untuk Piala Dunia 2010. K'naan juga menyemarakkan olahraga sejuta umat itu dengan lagu Waving Flag di tahun yang sama.

Theme song paling fenomenal barangkali milik Ricky Martin yang diberi judul La Copa De La Vida. Lagu latar dengan bait terkenal go go go, ale ale ale, diciptakan untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Lagu ini tidak hanya memuncaki tangga lagu Billboard tetapi berhasil meraih Pop Song of the Year pada tahun 1999.

FIFA tampaknya ingin mengulang sukses theme song untuk Piala Dunia. Jika lagu-lagu yang telah saya sebutkan seperti Waka Waka atau La Copa De La Vida, dihadirkan khusus untuk momentum Piala Dunia, berbeda dengan tahun 2018 di mana organisasi terbesar sepak bola dunia ini mengubah strategi. Saya tidak tahu pasti alasan mengapa FIFA tidak 'mengeluarkan' dana khusus untuk sebuah theme song ala Rusia dengan menggandeng musisi papan atas dunia. 

Mungkin juga pendapat dari Alex Stone, selaku manager media sosial Piala Dunia 2018 menjadi takaran yang manis. Stone menyebut bahwa pemilihan lagu untuk theme song Piala Dunia 2018 berdasarkan reaksi penggemar di seluruh dunia.

Maka, hasilnya cukup mencengangkan dan inilah kuasa penggemar K-Pop yang tidak bisa dibendung. FIFA akan mengelar 'seremoni' penutupan Piala Dunia 2018 di Stadiun Luzhniki, Moskow.

Tentu saja, penutupan ini menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh seluruh dunia. Semua mata tertuju kepada penerima tropi; baik negara maupun pemain terbaik.

Penutupan Piala Dunia sendiri tak bisa dibendung auranya, lebih cadas, berenergi dan tentu saja akan menjadi kenangan paling manis. Di saat itu pula, lagu-lagu latar akan diputar dengan semerbak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2