Mohon tunggu...
Bagus Rachmad Saputra
Bagus Rachmad Saputra Mohon Tunggu... Penulis - Alumni Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang

Penulis buku Kepemimpinan Pembelajaran Di Era Abad 21 (2020) dan Kumpulan Puisi Titik Balik (2020)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Tingkatkan Mutu Pendidikan, UM Gelar Adjunct Professor

29 September 2022   08:00 Diperbarui: 29 September 2022   08:00 110 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Terobosan baru dilakukan oleh Universitas Negeri Malang (UM) dalam meningkatkan mutu  pendidikan di lingkungan civitas akademika UM. Salah satunya adalah program Adjunct Profesor yang digelar di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Rabu (28/2/2022).

Kegiatan yang dilakukan secara daring melalui tatap muka dan daring melalui aplikasi Zoom dihadiri oleh Wakil Dekan II FIP UM, Prof. Dr. Maisyaroh, M.Pd, Guru Besar dibidang Pendidikan Luar Sekolah, Prof. Dr. Achmad Rasyad, M.Pd serta dua professor asing yakni Prof. Datin Dr Mariani Md Nor dari SEGI University Malaysia dan Associate Professor, Ayami Nakaya dari Hiroshima University Jepang.

Sebagai informasi, untuk tahun ini UM akan mengimpor 39 profesor dalam program Adjunct Professor yang tersebar diseluruh fakultas yang ada di UM. Nantinya professor asing tersebut tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran namun juga akan melaksanakan kolaborasi riset dengan dosen-dosen UM.

Wakil Dekan II FIP, Prof. Dr. Maisyaroh, M.Pd mengatakan program Adjunct Professor yang dilaksanakan di FIP UM bukan hanya mentransfer ilmu dan pengalaman saja. Namun juga ada kolaborasi riset sebagai bentuk pengembangan keilmuan terutama di bidang pendidikan.

Maisyaroh berharap program Adjunct Professor bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa maupun dosen untuk menimba ilmu yang nantinya akan bermanfaat pada kegiatan perkuliahan dan juga riset.

"Mudah-mudahan dosen-dosen kami dan mahasiswa kami bisa mengikuti kegiatan adjunct professor di FIP dengan baik," tutur Maisyaroh.

Seperti diketahui UM menjalin kerjasama dengan beberapa negara dalam program Adjunct Professor tersebut. Beberapa negara yang terlibat dalam program Adjunct Professor antara lain Jepang, Australia, Taiwan, Korea Selatan, Belanda, Amerika Serikat, dan Malaysia.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di FIP, kedua professor memaparkan dua materi yang berbeda. Prof. Datin Dr Mariani Md Nor  banyak menyinggung tentang pentingnya membaca, menulis dan mempublikasi artikel ilmiah.

Sementara Associate Professor, Ayami Nakaya menyampaikan materi tentang kurikulum lokal. Perempuan yang pernah berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung itu berbagi pengalamannya melakukan riset di Indonesia tentang kurikulum lokal.

Ayami Nakaya mengakui bahwa Indonesia memiliki beragam budaya yang unik disetiap daerah. Hal tersebut menurutnya sebagai keunggulan tersendiri dalam upaya pengembangan mutu pendidikan di Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan