Mohon tunggu...
Bagus AW
Bagus AW Mohon Tunggu... blogger

Menikmati Hidup

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Tilang Dihapus, Makin Tertib atau Tambah Barbar?

26 Januari 2021   12:12 Diperbarui: 26 Januari 2021   12:22 184 4 0 Mohon Tunggu...

Polisi Lalu Lintas (Polantas) tanpa tilang ibarat sayur tanpa garam. Hambar rasanya.

Operasi razia kendaraan bermotor yang kerap kali dilakukan Satlantas memang bertujuan untuk menertibkan pengendara. Karena sebagai pengguna jalan kita juga harus tahu ada aturannya. Melengkapi surat kendaraan, memakai helm bagi pengendara motor, tidak berkendara melebihi batas kapasitas, dan sederet aturan lain.

Waktu masih remaja dulu saya pernah juga kena tilang. Maklum, namanya juga masih bocah.

Rasanya sih sebel pasti. Akibatnya kena tilang, denda, ratusan ribu rupiah melayang. Rasa dendam dengan Polantas jelas ada. Beruntung saya melampiaskan dendam kena tilang dengan cara yang santun dan beradab. Memiliki SIM.

Sejak punya SIM, mau kemana saja ayo. Surat kendaraan juga tertib, pajak lancar alhamdulillah. Helm selalu pakai. Pokoknya tiap ada razia tidak dag dig dug ser lagi.

Razia kendaraan yang dilakukan polantas menurut saya bukan tanpa celah. Karena selalu ada celah disetiap hal. Termasuk pungli. Namanya razia pasti ada aja oknum yang nawarin jalan damai, tentunya harus siap kehilangan uang.

Wacana penghapusan tilang yang dicetuskan calon Kapolri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo juga bukan keputusan yang buruk. Apalagi sistem tilang akan diganti dengan tilang elektronik lewat kamera pengawas. Jadi pelanggar lalu lintas tetap terdeteksi.

Yang jadi persoalan, apakah kalau tilang ditiadakan pengguna kendaraan makin tertib atau malah makin seenaknya.

Tanpa melakukan survey kesana kesini pun saya punya kesimpulan kalau mayoritas pengguna jalan tertib berlalu lintas karena tidak mau berurusan sama polisi, bukan karena kesadaran diri.

Coba saja tengok di lampu-lampu merah yang jalannya tidak terlalu ramai, pasti ada saja yang nerobos. Kalau jalan ramai sih masih mikir mau nerobos.

Penggantian sistem tilang manual ke sistem tilang digital mengikuti negara maju adalah sesuatu perubahan yang baik. Tapi Indonesia bukan negara maju pak. Kalau di negara maju masyarakatnya jelas tidak melanggar lalu lintas karena sadar. Kalau disini tidak melanggar karena takut ditilang.

VIDEO PILIHAN