Mohon tunggu...
Bagong Waluyo
Bagong Waluyo Mohon Tunggu... Bagong adalah nama panggilan oleh Ibu kepada saya, sebagai penghormatan pada ibu saya tambahkan pada awal nama saya

Lahir, di Kebumen ngapak, tahun sembilan belas tujuh puluh, kecil dan besar di Cilacap, sudah pernah ke Sulawesi Selatan tujuh tahun lebih, Bandung tujuh tahun, Jakarta 3 tahun, Kepulauan Riau Batam tiga tahun setengah, ke Metro Lampung tiga tahun lebih, dan ke Banten empat tahun, sekarang sedang menikmati indahnya Borneo Tengah.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis

Indonesia Juara All England 2021

19 Maret 2021   16:15 Diperbarui: 19 Maret 2021   16:33 175 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Indonesia Juara All England 2021
Indonesia Juara (Dokpri)

Sebagai pencinta bulutangkis sejak dari jaman bermain menggunakan raket bahanya dari kayu, jika selesai menggunakannya harus dijepit dengan jebitan khas dari kayu juga dan untuk menguatkan jepitan tetsebut dengan mur yang seperti kupu-kupu kecil, kemudian di gantung di atas pintu ruang tamu sepertinya keren sekali waktu itu, kemudian jika lupa menjepit dengan jepitan tersebtu maka raket diesok hari menjadi melenting, tidak rata dan tidak bisa digunakan lagi kecuali di jepit kembali untuk beberapa jam lamanya baru raket tersebut dapat digunakan, tidak terbayang raket yang digunakan sekarang ringan bahan karbon, bahkan lebih, senarnya sudah bida diatur kekencangannya harganya luar biasa mirip-mirip harga sepeda karbon sekarang, tapi kira-kira terbayang tidak raket dari kayu tersebut? Senarnya tidak bisa ditarik lebih kencang lagi, kalau dipaksa melenting, setelah tidak dipakai akhirnya digunakan untuk pemukul kasur kapuk setelah dijemur.

Itu sekelumit tentang raket, sesungguhnya tulisan ini sebelum terjadi kasus dipulangkan paksa tim All England sudah terprediksi Indonesia bakal juara di sana, karena pesaing beratnya tidak juga mengikuti laga tersebut, akan tetapi dengan alasan aturan yang dibuat oleh Pemerintah UK/England menyebabkan tim Merah  Putih harus dipaksa WO, sedih campur marah melihat kondisi tersebut, sudah berbagai jalur dilakukan oleh Pemerintah Indonesia agar tidak di WO, baik ketua PBSI Agung Firman menyatakan telah komunikasi dengan Menlu agar UK tidak diskriminatif, tapi masih juga tetap belum ada hasil yang memuaskan.

Dalam kondisi seperti ini tidak perlu juga saling menyalahkan antar institusi  PBSI, BWF dan yang lainya sebab semua sedang dilakukan penyelesaian menggunakan jalur diplomasi secara bijak, tentunya sekedar tahu saja bahwa aturan UK itu seperti apa ketika pandemic COVID 19, BWF sudahkah mensosialisasikan ke para peserta All England apa belum, kemudian sikap PBSI apakah sudah merespon tersebut jika sudah terdapat pemberitahuan sebelumnya, sekedar tau saja dan tidak untuk saling menyalahkan,  bahkan juga tidak ada peserta dari Negara yang ikut Kejuaran Bulu Tangkis All England 2021 yang mendukung atas masuk kembali tim Bulu Tangkis Indonesia? Atau mereka takut kalah dengan kita? Sepertinya alasan tetrakir ini yang membuat para peserta diam saja, mungkin mendukung WO Indonesia dari even ini.

Tapi jangan senang dulu sesungguhnya Tim Bulut Tangkis Indonesia lah pemenang dalam kejuraan All England 2021, bukankah Jonathan Cristy, ganda Kevin Sanjaya Sukamuljo/Markus Fernaldi Gideon, ganda Muhammad Hasan/Hendra Setiawan sudah menang melaju babak ke dua, dan ditambah kemenangan ganda putri wo atas lawanya Greysia Polli/Apriyani Rahayu, kalau tim Indonesai di WO, tentunya tidak ada yang mengalahkan mereka kan? Karena sudah main dan melaju ke babak ke dua.

Maka sesunggunya pemenang juara All England 2021 adalah Indonesia,  BWF akan memberikan hadiahnya, jika tidak maka sepanjang sejarah perbulutangkisan akan dikenang bahwa All England 2021 lelucon yang tak terlupakan.

Atau ada ketakutan tersendiri ketika mendengar nama Indonesia masuk dalam kancah All England 2021, sebab mereka mengetahui bagaimana sang maestro Bulu Tangkis Indonesai Rudy Hartono tercatat dalam tinta emas All England memenangi tunggal putra 8 kali dan 7 kali secara impresif berturut-turut dari tahun 1968 sampai dengan tahun 1974, wah luar biasa bukan.

Pada debut awal Rudy di tahun 1968 berumur 18 tahun 7 bulan sudah menjadi juara tunggal putra All Enland mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia 15-12 dan 15-9, ditahun 1969 Rudy mengalahkan Darmadi 15-1 dan 15-3.

Nah di tahun 1970 (15-7 dan 15-1) dan 1972 ( 15-9 dan 15-4)  Rudy berhadapan dengan Sven Andersen Pri ( Denmark), diantara tahun tersebut di tahun 1971 all Indonesian final antara Rudy dengan Muljadi 15-1 dan 15-5, dan berulang kembali di tahun 1973 all Indonesia final kali ini Rudy menumbangkan Christian Hadinata.

Terspektakuler adalah di tahun 1974 Rudy Hartono melawan Punch Gunalan dari Malaysia, sangat mencekam dan pertarungn ketat, dengan olah teknik serta kesabaran, walau di tahun tersebut masih jarang yang punya tv colour, suasana di lapangan Bulu Tangkis ketika itu lenggang gelap, tanpa iklan board, tapi mengasikan dilihat, indah permainan Rudy yang jelas telaten meladeni Punch Gunalan smashnya luar biasa tajam sulit dikembalikan oleh Rudy di set pertama Rudy kalah 8-15, akan tetapi dengan telaten dan sabar artistik permainan  Bulu Tangkisnya Rudy memegang kendali dan memenangkan  set ke dua 15-9 dan set ke tiga 15-10, sangat lelah karena menghitungya harus service over terlebih dahulu baru dapat point, final tunggal putra inil sangat menarik para analis para pakar  Bulu Tangkis, menakjubkan, point berjalan ketat dan permainan sangat strategis, adu stamina dan taktik, permainan bola pendek, drop shoot  tipis di net, liukan raket didepan net, umpan lambung silang, wah enak dilihat sebab focus pada pemain, tidak ada board iklan, dan ketika mengganti sutlekock ambil sendiri disediakan beberapa slop,  akhirnya Rudy menang sorak sorai pun menggema di Stadion Wembley.

Kemudian di tahun 1975 Rudy harus rela kalah dari Sven Pri ( Denmark ) 15-11 dan 17-14, di tahun 1976 terjadi lagi all Indonesian final Rudy Hartono dengan Liem Swei King 15-7 dan 15-7 di menangkan oleh Rudy.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN