Mohon tunggu...
Bagas Widiagana
Bagas Widiagana Mohon Tunggu... Seniman - Seorang mahasiswa yang sangat effort dalam mencintai karena saya adalah mahasiswa jurusan pendidikan yang tulus bekerja tanpa pamrih.

Anak muda yang masih mencari kesibukan ditengah waktu perkuliahan dengan menulis hal apa saja yang saya temui dan mengabadikan momen yang saya temui di jalanan. Apabila ingin berbincang dengan saya bisa temui saya di tempat dimana kamu sendiri.

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Si Hitam dan Si Coklat: Sanggup Kamu Mencobanya?

3 September 2022   10:47 Diperbarui: 3 September 2022   10:51 57 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Dua pilihan warna juga memiki rasa serta pecintanya tersendiri. Semua kalangan baik pria wanita, tua muda, sehat sakit, waras gila, semuanya memiliki kecintaanya masing masing antara Si hitam atau Si coklat. Bahkan terkadang jika kita tidak menikmatinya terasa ada yang kurang dalam perjalanan hidup hari itu.

Si hitam memiliki rasa yang pahit diawal dan sedikit rasa manis diakhir. Hidup yang baik pasti memiliki awal yang pahit kemudian mengalir pahit tersebut hingga terasa manis yang sesungguhnya. Pahit yang terasa tidak langsung berpikiran "kurang gula" karena jika kita tambahkan gula justru akan membuat kita terlena akan nikmatnya rasa manis hingga kita melupakan rasa pahit dari Si hitam tersebut.

Si coklat memiliki rasa yang asam dan manis diakhir. Asam dari Si coklat terteguk masuk ke dalam tenggorokan dan mengalir rasa manis didalamnya. Setelah kita menikmati Si coklat terkadang rasa asam darinya masih tertinggal di lidah, hal itu sebagai ungkapan bahwa kita jangan pernah melupakan asamnya hidup yang telah kita lalui sebelumnya hingga rasa manis yang terasa.

Orang mengatakan Si hitam sangat cocok dinikmati dengan rokok di pagi hari sedangkan Si coklat lebih cocok dinikmati bersama roti kering di pagi hari. Hal yang berat adalah MEMILIH karena kita dihadapkan pada situasi dan hal yang sama sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Semua itu pilihan masing-masing tinggal kita menentukan arah tujuan kedepanya. Individu memiliki pilihanya masing-masing tinggal bagaimana kita bertanggungjawab atas pilihan kita.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan