Mohon tunggu...
Bagas Ardika Prakasa
Bagas Ardika Prakasa Mohon Tunggu... Siswa SMA

Be yourself

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Teks Kritik Novel "Long Ride Home"

9 Maret 2021   18:08 Diperbarui: 9 Maret 2021   18:10 77 1 0 Mohon Tunggu...

Karya sastra yang baik juga bisa menggambarkan hubungan antarmanusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan manusia. Ini karena dalam karya sastra terdapat ajaran sosial sekaligus ketepatan dalam pengungkapan karya sastra yang terdapat di dalamnya.

Begitu pula yang ingin disampaikan oleh Anave Tjandra dalam novelnya yang berjudul Long Ride Home. Novel yang kemudian menjadi fenomena tersendiri dalam perjalanan karya sastra di Indonesia, karena terbit di wattpad dan dibaca oleh penikmat lebih dari 1 juta orang, mampu mengalahkan buku-buku yang digandrungi lainnya sebagai novel terlaris. Mengusung tema romance berkelas yang dihiasi dengan konflik-konflik yang disusun secara apik oleh Ve---sapaan Anave.

Long Ride Home merupakan novel sastra yang bergenre novel romantis, misteri dan penuh konflik yang rumit, namun tetap lebih ke arah romance novel. Dengan Anave Tjandra sebagai author handal yang menjadikan novel ini typical novel best selling romance. Sang editor---Priska Ghania, menjadikan novelnya semakin bagus nan sempurna untuk dibaca penikmatnya. Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Kubusmedia, dengan cetakan pertama di tahun 2017. Sekitar 407 halaman yang ada di dalam novel ini. Lebih dari puluhan karyanya yang telah diterbitkan dan novel ini merupakan salah satunya yang terlaris.

Novel ini mengisahkan tentang 2 orang yang pernah saling mencintai tetapi karena suatu kejadian, mereka akhirnya saling membenci. Kenangan yang dahulu dibuat oleh Dashiell dan Alethea, seketika saat itu Alethea ingin melupakannya. Hingga setelah 10 tahun terakhir mereka tidak bertemu, salah satu dari mereka tetiba datang untuk membalas dendam.

Sayangnya, segala rencana yang telah disusun tidak berjalan seperti yang diinginkan. Kebencian yang selama ini ada mulai tergoyahkan dengan perasaan cinta yang dulu pernah tumbuh. Sementara Dashiell 'Dash' Bartha memiliki satu tujuan dalam menjadikan Alethea sebagai kekasih gelapnya yaitu untuk melakukan balas dendam kepada David, yang tak lain adalah ayah Alethea. Tapi siapa menyangka, setelah sepuluh tahun berlalu, perasaan Dashiell kepada Alethea ternyata belum hilang, hanya terkubur oleh kebencian selama ini.

Hal itu membuat Dashiell menjadi terjebak. Belum lagi kebencian Alethea yang tidak dapat ia mengerti membuat semuanya semakin rumit. Diantara cinta, benci, balas dendam, serta rahasia yang terungkap, Dashiell dan Alethea seakan tengah menari disebuah lingkaran api. Tidak peduli sisi mana yang mereka pilih sebagai jalan keluar, mereka akan tetap terbakar.

Sekitar lebih dari tiga bulan yang lalu, Dashiell meyakini bahwa harinya tidak akan bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Meskipun dia bersenang diri dan menari dalam rencana pembalasan dendamnya, secara tidak langsung itu adalah titik di mana ia mengambil sebuah langkah yang kembali mempertemukannya dengan Alethea.

Hingga akhirnya, di saat terakhir, benak Dashiell dipenuhi dengan lonceng pernikahan dan Alethea. Setelah hari di mana mereka kembali bersama---untuk selamanya. Mereka memang belum membicarakan tentang masalah itu, tapi Dashiell berniat menggenapinya sesegera mungkin. Dashiell membawa cincin untuk memastikan hal tersebut hingga Dashiell dapat menyematkan cincin pernikahan dan mengusir semua keraguan yang muncul di benak siapa pun. Memberi waktu kepada Alethea untuk mempersiapkan diri menyambut pernikahan mereka---maksimal setengah hingga satu tahun dari sekarang karena Dashiell tidak berniat untuk menunggu lama.

Akan tetapi Alethea hamil, setelah ketahuan meminum vitamin yang biasanya selalu diresepkan oleh dokter kandungan pada wanita. Dashiell berseru jika akan menikahi Alethea bukan karena hamil meskipun itu memang memaksa mereka untuk melaksanakan pernikahan secepatnya. Meski ia tahu, Alethea ingin merancang pernikahan dengan sempurna dan indah, tapi sekarang terpaksa dikejar waktu. Hingga Dashiell menyematkan cincin ke jemari tangan Alethea. Yang terpenting adalah mereka bersama dan yakin bahwa Dashiell tidak akan melepaskannya dan akan terus berada di sampingnya.

Pertemuannya dengan Alethea setelah hampir sepuluh tahun membuka jalan yang selama ini sudah ada namun tidak pernah dilangkahinya. Jalan tersebut membawanya ke dalam sebuah rute panjang yang menuntunnya menuju akhir bahagianya. Ini momen yang membuktikan padanya bahwa harinya tiga bulan yang lalu bisa bertambah lebih baik lagi, malah berubah menjadi semakin sempurna. Dan semua itu karena Alethea, wanita yang selama ini menjadi mata anginnya---rumah tempatnya pulang dari perjalanan panjang dan melelahkan. Beberapa hari terakhir ini adalah hari-hari paling sempurna yang bisa ia dapatkan. Bangun dengan tubuh Alethea di sampingnya dan pulang ke dalam pelukan wanita yang sama setiap harinya. Ia akan pulang sekarang, kembali kerumahnya yang akan selalu memyambutnya dengan tangan terbuka. Rumahnya. Alethea-nya.

Membaca kisah Dash dan Alethea, aku banyak belajar untuk memaafkan masa lalu dan tidak memelihara kebencian apalagi sampai balas dendam. Dan itu bukan sesuatu hal yang baik bagi keadaan fisik maupun mental. Karena bukan orang lain yang tersakiti, malah kita semakin menyakiti diri kita sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN