Mohon tunggu...
Bagas Anugrah Permata Putra
Bagas Anugrah Permata Putra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, NIM 23107030052

Hidup seperti Laryy!

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Dugaan Manipulasi Skor: Memelihara Kejujuran dan Integritas Sepak Bola Indonesia

18 April 2024   18:53 Diperbarui: 18 April 2024   18:54 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Matias Mier (kanan) melakukan selebrasi setelah mencetak gol dalam laga Bhayangkara FC vs Persik Kediri. Foto: IG bhayangkarafc

Dalam dunia olahraga, bermain dengan jujur dan adil merupakan salah satu yang terpenting. Namun, peristiwa terbaru dalam sepak bola Indonesia telah menimbulkan kecurigaan, dengan adanya laproan dari Persik Kediri tentang adanya dugaan manipulasi skor muncul dari pertandingan Liga 1 Indonesia antara Bhayangkara FC dan Persik Kediri. Artikel ini mengupas penyelidikan yang sedang berlangsung dan dampak yang terjadi terhadap sepak bola di Indonesia.

Pertandingan yang menjadi sorotan berlangsung di Stadion PTIK, Jakarta, di mana Bhayangkara FC tampil mengesankan dengan kemenangan 7-0 atas Persik Kediri. Pertandingan tersebut menampilkan keterampilan dari pemain Bhayangkara FC seperti Matias Mier, Marcelo Herrera, Dendy Sulistyawan, dan Titan Agung, yang sangat berkontribusi pada kemenangan tim dengan gol-gol mereka. Namun, perayaan kemenangan tersebut menimbulkan kecurigaan adanya permainan kotor dengan  pengaturan skor

Akmal Maharli, anggota Satgas Anti-Mafia Sepak Bola, mengungkapkan bahwa penyelidikan dimulai setelah menerima laporan dari manajemen Persik Kediri. Langkah inisiatif yang baik dari Persik Kediri ini menunjukkan komitmen beberapa klub untuk menjaga kualitas sepakbola di tanah air, meskipun dihadapkan pada polemik yang belum pasti.

Saat ini, Persik Kediri menempati posisi ketujuh dalam klasemen Liga 1, sedangkan Bhayangkara FC berada di posisi ke-17 dari delapan belas tim. Perbedaan posisi mereka menambahkan lapisan tambahan atas dugaan tersebut, karena hasil pertandingan dapat memiliki dampak signifikan terhadap posisi kedua tim dalam liga.

Laporan yang diajukan oleh manajemen Persik Kediri menunjukan adanya tanda-tanda manipulasi yang mempengaruhi hasil pertandingan. Maka dari itu, Satgas Anti-Mafia berencana untuk memeriksa laporan tersebut secara detail dan berkolaborasi dengan tim penyelidik Polri yang khusus menangani kasus manipulasi skor.


Akmal Maharli mengatakan bahwa timnya sedang memeriksa semua informasi yang ada, termasuk menyelidiki apakah ada pemain yang terlibat dalam skema manipulasi yang disinyalir. Semua bukti yang ditemukan akan diberikan kepada pihak yang berwenang untuk langkah hukum selanjutnya, agar pelaku bisa dituntut atas perbuatannya.

Selain itu, selama penyelidikannya, tim satgas mengidentifikasi kehadiran individu yang mencurigakan di tribun. Individu-individu ini diduga sebagai penghubung atau perantara untuk sindikat perjudian yang terlibat dalam kegiatan manipulasi skor. Kehadiran mereka menggarisbawahi luasnya masalah ini dan menunjukkan perlunya tindakan yang tegas untuk melawan aktivitas ilegal tersebut.

Selain pertandingan antara Persik dan Bhayangkara, tim satgas juga sedang berupaya mengevaluasi pertandingan lain dengan skor yang mencurigakan. Upaya evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi ketidakberesan dengan cepat, menjaga integritas liga.

Tim satgas mendorong klub lain untuk tetap waspada dan melaporkan jika mereka mencurigai adanya ketidakberesan dalam hasil pertandingan segera. Dengan membuat semuanya jelas dan terbuka serta bertanggung jawab atas semua yang dilakukan, klub sepak bola bisa membantu menciptakan sepak bola yang jujur dan bersih di Indonesia.

Dugaan ini berpengaruh lebih dari sekadar tim yang terlibat. Mereka membuat banyak orang khawatir tentang kejujuran sepak bola Indonesia dan bagaimana dunia melihatnya. Skandal seperti ini bisa merusak nama baik olahraga, membuat sponsor dan fans enggan mendukung, serta menghancurkan usaha keras atlet dan tim yang bermain dengan jujur.Top of Form

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun