Asran Siara
Asran Siara Penulis

Nasionalis Religius

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Gandeng Erick Thohir, Tim Jokowi Tidak Percaya Diri Imbangi Strategi Prabowo?

10 September 2018   14:45 Diperbarui: 10 September 2018   14:53 721 2 2
Gandeng Erick Thohir, Tim Jokowi Tidak Percaya Diri Imbangi Strategi Prabowo?
CNN Indonesia/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Nama Erick Thohir santer jadi jualan pendukung bakal calon presiden petahana, Joko Widodo. Bahkan nama pengusaha pemilik Mahaka Group tersebut disandingkan dengan bakal calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga Salahuddin Uno memang banyak merebut perhatian publik tanah air. Lantaran, sosoknya yang rupawan, pengusaha muda sukses, dan karakter yang dikenal religius oleh masyarakat tanah air.

Bahkan tidak sedikit pihak yang memuji langkah Ketua Umum Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto yakni memilih owner PT Saratoga Investama Sedaya Tbk ini maju mendampingi dirinya.

Betapa tidak, Prabowo Subianto sebelumnya diduga bakal memanfaatkan jualan isu gelombang massa aksi 212 denga menggandeng figur identik ulama. Alhasil, Joko Widodo dan timnya terkecoh dengan memilih Kiai Ma'ruf Amin dengan harapan dapat meraih simpati umat Islam sebagai populasi terbesar di republik ini. Namun, Nihil langkah Jokowi tersebut!

Taktis dipilihnya Sandiaga yang masih merupakan kerabat dekat Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Ali Al Habsyi atau yang lebih dikenal Habib Kwitang ini banyak merepotkan kubu bakal capres petahana.

Sandiaga dinilai figur yang tepat dalam menangani situasi bangsa hari ini. Menata dan memperbaiki perekonomian bangsa dengan meningkatkan taraf kesejahteaan masyarakat berbasis UMKM yang telah lama ditekuninya. Serta wawasan ekonomi makro yang digawanginya.

Alumni Universitas George Washington, Amerika Serikat yang berpasangan dengan sosok nasionalis Prabowo Subianto ini melesat menjadi calon presiden dan wakil presiden pilihan rakyat.

Momentum tersebut, dapat dilihat dari semakin derasnya arus gerakan masyarakat (social movement) yang semakin tak terbendung di berbagai kota dan daerah di penjuru tanah air. Sebuah respon atas ketidakpuasan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.

Meski pro kontra gerakan #2019GantiPrsiden, tapi buktinya gerakan tersebut terus meluas dan dinilai sah secara konstitusi sebaagi hak aspirasi politik warga negara yang telah diatur dalam konstitusi.

Nah, sekarang jika tim Joko Widodo memelintir dan menghadap-hadapkan Sandiaga dengan Erick Thohir. Justru dinilai publik tidak apple to apple. Emang Erick Thohir itu capres apa cawapres ya?

Ya, rakyat sekrang sudah cerdas dengan pemahaman dan pendidikan politik berkat akses informasi yang semakin mudah. Tidak mudah lagi, untuk mengelabui logika rakyat dengan pencitraan, apalagi dengan nalar dan logika yang rapuh.

Akhir kata, Sandiaga lah pemenangnya. Sosoknya yang gagah dan rupawan pilihan generasi millenial dan emak-emak militan. Lagipula 2019 itu, pilih capres dan cawapres bukan tim sukses.

Salam damai, seruput kopinya...
Jakarta (10/9/2018)