Mohon tunggu...
Aziz Aminudin
Aziz Aminudin Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis Lepas, Trainer, Personal Coach, Terapist, Hipnoterapist, Pembicara, Online Marketer, Web Design

Praktisi Kehidupan, Kompasianer Brebes www.azizamin.net Founder MPC INDONESIA www.mpcindonesia.com WA : 0858.6767.9796 Email : azizaminudinkhanafi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mampukah Sobat Ambyar Jogeti GBK 10 Juli 2020?

5 Mei 2020   13:31 Diperbarui: 5 Mei 2020   13:33 202
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Innalillahi wa innailahi rojiun, ada awal ada akhir, ada saat datang ada pula pergi, bersama dan berpisah demikian juga adanya kelahiran ada pula kematian, lahir di Surakarta, 31 Desember 1966 Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan Didi Kempot, putra mendiang Ranto Edi Gudel yang lebih dikenal dengan Mbah Ranto adalah seniman tradisional terkenal pada zamannya.

Menuruni darah seni dari orang tuanya Didi Kempot sukses melakoni perjalanan hidupnya dengan menapaki karir gemilang dibidang seni khususnya seni musik campursari yang menjadikan dirinya sebaagai seorang maestro dengan menciptakan lagu lagu yang selalu diterima di pasaran, keunikan dan khas lagu didi menjadikan ia memiliki banyak penggemar dari kempoters sampai terakhir pada tahun 2019, Sobat Ambyar mengukuhkan diri sebagai wadah penggemar fanatik Didi Kempot dengan menyematkan nama Lord Didi sebagai Bapak Patah Hati Nasional ( Godfather of Broken Heart )

Hari ini Selasa, 5 Mei 2020, Sobat Ambyar benar -- benar merasakan sensasi yang sangat ambyar dibandingkan perasaan ambyar yang sebelumnya sering terjadi saat konser, ya saya memaklumi bagaimana sobat ambyar benar -- benar ambyar saat sang maetro konser, atau hanya sekedar mendengarkan lagu -- lagu campursari via youtobe, ini semata karena hampir semua ( tidak semua ) mereka sobat ambyar memiliki cerita atau kisah yang sesusi atau bahkan mirip dengan tema dan lirik lagu Lord Didi.

Ya..., saya tidak tahu tepatnya apa itu pilihan atau kebetulan bahwa diawal karir didi sebagai pengamen di surakarta dengan khas jawa, maka sangat wajar kalau lagu yang dipilih adalah lagu -- lagu daerah dalam hal ini jawa, dan selama itu didi telah mulai membuat lagu -- lagu sendiri dari tahun 1984 -- 1986, hingga pada akhirnya menetapkan pilihan hijrah ke jakarta tahun 1987.

Berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen, bergabung dengan kelompok pengamen trotoar ( kempot ), menjadikan ia dijuluki sebagai  Didi "Kempot" yang merupakan kependekan dari Kelompok Pengamen Trotoar itu.

Didi Kempot menjadi nama hoki yang melekat sampai kini sampai pada sebutan Lord Didi disematkan saat ia disebut -- sebut dinobatkan oleh penggemarnya sebagai Bapak Patah Hati Nasional ( Godfather of Broken Heart ) pada tanggal 15 Juni 2019 di Rumah Blogger Indonesia (RBI), Jl. Apel III No.27, Kel. Jajar, Kec. Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, pada acara Musyawarah Nasional (Munas) Pengukuhan Awal yang diselenggarakan oleh Solo Sad Bois Club.


Sobat Ambyar yang tidak hanya didominasi orang dewasa atau kaum tua, penggemar Lord Didi justru dodominasi oleh kaula muda atau kaum milineal yang tergabung dalam Sobat Ambyar yang mereka menyebut diri mereka Sad Boys (untuk laki-laki) dan Sad Girls (untuk perempuan). Tentu bagi anda yang lahir tahun 80 an atau 90 an yang merupakan penggemar dan penikmat lagu campursari didi kempot masih tertinggal informasi dalam wadah Kempoter, yang ternyata saat ini lebih terorganisasi penggemar Lord Didi sebagai Sobat Ambyar.

Ambyar se ambyar ambyarnya hari ini 5 Mei 2020

Yah..., bak mendengar dan melihat petir disiang bolong yang terang benderang, baru kemarin disuana yang seba prihatin pandemi covid 19, Lord Didi membuat konser amal untuk membantu petugas garda terdepan medis dan paramedis dalam melawan covid 19, yang sukses sebagai karya sang maestro mendadak dikejutkan dengan berita bahwa sang maestro telah berpulang, bahwa Lord Didi telah meninggal dunia.

Ya, Didi Kempot menghembuskan nafas terakhir di usia 53 tahun di RS Kasih Ibu Solo pukul 7.30 WIB, sampai saya menuliskan artikel ini belum ada konfirmasi resmi apa yang menyebabkan sang maestro meninggal dunia mendadak, mengingat sebelumnya Lord Didi sama sekali tidak mengeluh sakit dan tidak memiliki catatan riwayat memiliki penyakit.

Ilustrasi
Ilustrasi
Ini menjadikan banyak spekulasi pemberitaan online yang mencoba menerka apa yang menjadikan Lord Didi meninggal dunia, baik diperkirakan karena serangan jantung sampai dengan kelelahan mengingat beberapa waktu belakangan ia telah menggarap beberapa project dan sedang mempersiapkan 30 tahun Lord Didi kempot Berkarya dalam tajuk " Ambyar Tak Jogeti ".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun