Mohon tunggu...
Azizah MiratulQulub
Azizah MiratulQulub Mohon Tunggu... Mahasiswa - -

Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran di salah satu Universitas Negeri di Kota Semarang.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Cegah Stunting di Pelosok Desa, Pelayanan Posyandu Masih Perlu Diperbaiki?

12 Agustus 2022   02:49 Diperbarui: 12 Agustus 2022   02:53 108 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Cepogo, Boyolali (12/8) - Sejak beberapa waktu terakhir program pencegahan stunting masih menjadi prioritas skala nasional. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan zat gizi kronis yang ditandai dengan anak yang memiliki perawakan pendek dibandingkan anak lain seusianya. Berdasarkan data terakhir Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali pada Tahun 2021, jumlah Balita stunting di Kabupaten Boyolali sebanyak 4.068 anak atau sebesar 8% dari total keseluruhan Balita. Angka tersebut termasuk rendah dibandingkan angka stunting di Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 20% dan angka stunting nasional 27%. Walau demikian, Pemerintah Kabupaten Boyolali berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka stunting secara bertahap sebesar 2% per tahunnya, dengan harapan di tahun-tahun mendatang dapat terwujud nol kasus stunting di Kabupaten Boyolali.

Posyandu di berbagai pelosok desa di Kabupaten Boyolali masih menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, termasuk di Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo. Pelayanan Posyandu di setiap dukuh yang dilaksanakan satu bulan sekali masih menjadi pilihan utama masyarakat setempat khususnya mereka yang memiliki anak Balita. Pelayanan Posyandu meliputi skrining tumbuh kembang dengan penimbangan dan pengukuran antropometri, imunisasi, konsultasi gizi, dan lain-lain. Akan tetapi, karena kurangnya SDM tenaga kesehatan proses skrining tumbuh kembang Balita pada pelayanan Posyandu kurang berjalan baik.

Berangkat dari hal tersebut, KKN Tim II Undip Tahun 2021/2022 Desa Wonodoyo mengangkat program multidisiplin bertemakan pencegahan stunting di wilayah setempat berjudul "Pencegahan Stunting Pada Anak Dengan Optimalisasi Pemberian Zat Gizi Sejak Masa Kehamilan". Program tersebut terdiri dari beberapa sub program yang mengarah pada upaya pencegahan stunting. Salah satu sub program dalam rangka mendukung program multidisiplin tersebut ialah pendampingan Posyandu dalam skrining tumbuh kembang Balita, yang digagas oleh Azizah Miratul Qulub salah satu mahasiswi KKN dari Program Studi S-1 Kedokteran. Pendampingan telah dilaksanakan pada hari Selasa (19/7) pada pelayanan Posyandu di Dk. Pedut, Desa Wonodoyo.

dokpri
dokpri

Dalam program pendampingan Posyandu tersebut mahasiswi KKN membantu Bidan Desa Wonodoyo Ibu Dwi, A.Md.Keb serta Kader Posyandu Dk. Pedut Saudari Ulfa, dalam melaksanakan skrining tumbuh kembang Balita melalui penimbangan dan pengukuran antropometri. Hasil penimbangan dan pengukuran antropometri kemudian di plotkan ke kurva WHO BB/U, TB/U, dan BB/TB untuk kepentingan skrining. Hasil skrining yang dilakukan pada 36 Balita yang mengikuti pelayanan Posyandu seluruhnya normal, tidak terdapat gizi buruk atau bahkan stunting. Data tersebut selanjutnya diolah oleh mahasiswi KKN agar dapat diarsipkan dan dimanfaatkan oleh Bidan Desa serta Kader Posyandu untuk program pelayanan Posyandu selanjutnya.

Dari hasil skrining tersebut, mahasiswi KKN melakukan edukasi kepada orang tua Balita untuk tetap memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anaknya dengan memberikan asupan gizi yang baik, memberikan kasih sayang, dan rutin memeriksakan tumbuh kembang anak. Seribu hari pertama kehidupan anak merupakan golden period atau masa emas, dimana pertumbuhan dan perkembangan otak anak sedang terjadi secara pesat. Oleh karena itu, orang tua harus mengetahuinya agar tidak melewatkan masa emas tersebut.

Penulis : Azizah Miratul Qulub
Dosen Pembimbing KKN : Dr. Khairul Anam, S.Si., M.Si
Lokasi KKN : Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan