Mohon tunggu...
Ayub Simanjuntak
Ayub Simanjuntak Mohon Tunggu... Guru - The Truth Will Set You Free

Write what I feel

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Yang Terlupakan dari Nabi Yunus

2 Desember 2021   23:29 Diperbarui: 2 Desember 2021   23:51 57 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Nabi Yunus bin Amitai berasal dari satu kota bernama Gat-hefer atau sekarang lebih dikenal dengan nama Galilea di Israel. Yunus hidup pada masa sekitar pemerintahan raja Yerobeam bin Yoas yang hidup sekitar tahun 793-753 S.M. Pada zaman Yerobeam, Kerajaan Israel mengalami suatu keadaan kemunduran secara politik, ekonomi dan budaya yang didahului kemunduran secara spiritual.

Yerobeam bin Yoas melakukan dosa besar yaitu dengan menyembah berhala yang TUHAN telah berulang-ulang menegaskan dalam firman-Nya. Dosa ini mengakibatkan seluruh israel mengikuti jejaknya sehingga menimbulkan amarah dan murka Tuhan yang hebat.

Dalam keadaan serba kacau tersebut, firman TUHAN yang datang kepada salah satu nabi yang hidup dimasa itu justru bukan ditujukan untuk menegur raja Yerobeam atau rakyatnya, tetapi Yunus kemudian diutus kepada bangsa kafir yang adalah musuh Israel pada saat itu yaitu Niniwe ibu kota imperium Asyiria yang sekarang  dikenal dengan nama Irak.

Respon Nabi Yunus setelah mendengar perintah untuk menyerukan pertobatan di kota metropolis itu adalah melarikan diri sejauh-jauhnya dari TUHAN. Yunus marah dan menegarkan hatinya. Ia pergi ke Yafo (Tel-Aviv) sebuah kota pelabuhan untuk menumpang kapal yang akan membawanya ke Taris jauh dari hadapan TUHAN.

Kisah Nabi Yunus dalam alkitab perjanjian lama mengambil dua seting utama yaitu lautan dan daratan. Di lautan, Yunus mengalami satu kejadian yang dahsyat yaitu bagaimana kapal tersebut diombang-ambingkan angin ribut yang menimbulkan badai besar. 

Badai yang hampir menenggelamkan seluruh awak tersebut rupanya membuat seluruh penumpang berdoa masing-masing kepada allah-nya. Nahkoda yang kebingungan mulai menyelidiki satu persatu penumpang untuk memastikan semuanya berdoa kepada allah-nya masing-masing agar badai besar dapat segera berlalu.

Tetapi seperti menjadi kebiasaan masa itu ketika dalam keadaan genting untuk menentukan sesuatu, mereka membuang undi dalam menentukan siapa yang "membawa sial" dalam pelayaran tersebut. Yunus terkena undi dan mereka bertanya dosa apa yang telah ia perbuat.

Yunus yang sudah dikelilingi nahkoda serta para awak kapal berkata karena ia lari dari hadapan TUHAN maka semua ini telah terjadi, dan ia meminta agar ia dibuang ke dasar lautan maka badai pasti akan berhenti dan mereka semua selamat. Pada akhirnya mereka melemparkan Yunus ke dalam laut dan laut berhenti mengamuk.

Yunus adalah satu dari sedikit nabi yang pernah dikutip Yesus langsung dalam pengajarannya. Yesus pernah menyatakan seperti Yunus tinggal dalam perut ikan selama tiga hari demikian Ia akan tinggal dalam perut bumi atau kuburan selama tiga hari.

Yunus atas penentuan TUHAN ditelan ikan besar dan tinggal dalam perutnya selama tiga hari tiga malam lamanya. Ia kesepian, jiwanya letih dan lesu serta merasa tanpa harapan. Dalam keadaan seperti itu Yunus berdoa dan berpasrah atas apa yang TUHAN tentukan dalam hidupnya. Ia menaikan ucapan syukur dan bernazar kepada Allah.

Kalau Yunus melambangkan seseorang yang berdosa di hadapan TUHAN sehingga kemudian ia mengorbankan dirinya sendiri agar angin ribut dan badai yang melambangkan murka TUHAN atas semua orang serta seluruh penumpang tidak binasa, maka Yesus Kristus menggambarkan pribadi yang tidak berdosa yang mengorbankan dirinya sendiri agar orang yang berdosa dapat diselamatkan dari murka TUHAN atas dosa manusia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan