Mohon tunggu...
Ayu Tri Lestari
Ayu Tri Lestari Mohon Tunggu... Mahasiswi Administrasi Bisnis FISIP USU

🌻

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Sunthai Tea Berjaya di Tengah Pandemi

23 Januari 2021   14:24 Diperbarui: 25 Januari 2021   21:49 41 0 0 Mohon Tunggu...

Melihat kondisi perekonomian yang menurun akibat pandemi, mengakibatkan beberapa sektor terkena dampaknya misalnya sektor UMKM. Dalam menangani dampak tersebut, ada UMKM yang mampu bertahan dan ada pula yang tidak mampu bertahan. Salah satu UMKM yang mampu mempertahankan bisnisnya di tengah dampak pandemi ini adalah Sunthai Tea. Sunthai Tea merupakan sebuah UMKM di daerah Stabat yang menjual Thai tea yaitu teh dari thailand yang saat ini sedang tren di kalangan masyarakat serta minuman freshmilk dengan topping boba. Sunthai Tea didirikan pada 1 November 2019 dan dimiliki oleh anak muda berusia 21 tahun bernama Ahmad Ikhsan Maulana. UMKM milik Ahmad Ikhsan Maulana terbilang cukup baru keberadaannya, namun sudah mampu mempertahankan keberadaannya di pasar. Ahmad Ikhsan Maulana selaku owner dari Sunthai Tea menjelaskan bahwa usahanya tidak terlalu terpengaruh oleh dampak negatif dari pandemi COVID-19, karena pelanggan banyak yang memesan melalui gofood serta pemasaran juga di lakukan secara online melalui media sosial. Namun, walaupun tidak terlalu terpengaruh, Sunthai Tea tetap mengalami kendala pada saat awal masa pandemi dimana saat sekolah diubah menjadi online. Karena lokasi outlet 1 Sunthai Tea tepat berada di depan SMAN 1 Stabat, maka sempat terjadi penurunan volume penjualan, dimana biasanya saat siswa istirahat atau pulang sekolah, outlet Sunthai Tea selalu ramai diserbu anak sekolah, selama pandemi tidak lagi. Namun itu tidak berlangsung lama, setelah beberapa minggu volume penjualan Sunthai Tea kembali mengalami kenaikan karena konsumen tetap bisa memesan Sunthai Tea melalui gofood ataupun datang langsung ke outlet.

Ahmad Ikhsan Maulana juga menjelaskan pada masa awal pandemi Sunthai Tea mengalami penurunan, namun kembali mengalami peningkatan karena mahasiswa yang tinggal di daerah stabat yang awalnya merantau ke luar kota kembali pulang ke stabat karena kuliah online, maka ini juga berpengaruh terhadap volume penjualan Sunthai Tea dimana Sunthai Tea bisa menemani para mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas. Di samping itu, Sunthai Tea terus berinovasi sehingga konsumen menyukai produk-produknya yang memiliki ide fresh. Namun, walaupun adanya pandemi COVID-19, strategi pemasaran yang dilakukan Sunthai Tea tidak ada perbedaan, karena sebagian besar perkembangan Sunthai Tea di masa pandemi, mengingat sunthai tea baru berdiri sejak November 2019 yang beberapa bulan kemudian mulai adanya pandemi.

Seperti yang kita ketahui, produk minuman seperti Sunthai Tea saat ini keberadaanya sudah sangat banyak pesaingnya, Ahmad Ikhsan Maulana sebagai owner menyikapi persaingan dengan spiritual seperti memperkuat ibadah, restu orang tua dan keluarga, bersyukur, dan terus melakukan inovasi dimana Sunthai Tea melakukan inovasi dengan membuat menu-menu baru yang disukai konsumen. Selain itu Sunthai Tea juga berusaha meningkatkan pelayanan, dimana Sunthai Tea mengutamakan pelayanan kepada pelanggan, seperti memperbolehkan konsumen request minuman yang akan dibeli seperti request agar lebih manis atau sedikit es, dan membuka kesempatan untuk konsumen memberikan saran kepada sunthai tea tentang produknya. Adapun tanggapan dari setiap konsumen mengenai kondisi Sunthai Tea di masa pandemi Covid-19 yaitu sistem penjualannya banyak dilakukan online mengingat selama pandemi segala aktivitas baik sekolah, kuliah, dan kerja banyak yang dirumahkan sehingga Sunthai Tea sering memberikan promo-promo menarik maka lebih sering membeli makanan dan minuman di sekitar Stabat via online.

TIM PENULIS : Anggi Lisnadianti (006), Nurjannah (007), Desy Indah Lestari D (013), Ayu Tri Lestari (017), Umi Hasanah (024), Eji Aminullah (029)
Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis FISIP USU

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x