Mohon tunggu...
Ayu Latifah
Ayu Latifah Mohon Tunggu... Mahasiswa

Kesehatan Masyarakat

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Pengolahan Kualitas Udara dalam Ruangan dengan Teknologi Daily Air Purification atau Sterilisasi Udara Ruangan di FASYANKES

15 Mei 2021   20:23 Diperbarui: 20 Mei 2021   11:34 145 0 0 Mohon Tunggu...

Udara merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Udara memberikan banyak manfaat dan kontribusi bagi kehidupan dibumi. Manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa udara lebih dari tiga menit. Karena udara berbentuk gas dan terdapat dimana-mana sehingga akibatnya manusia tidak pernah memikirkannya atau memperhatikannya (Soemirat: 2011). Menurut cendrasari dkk tahun 2013 Kualitas udara dalam ruang yang baik didefinisikan sebagai udara yang bebas bahan pencemar penyebab iritasi, ketidaknyamanan atau terganggunya kesehatan penghuni. Temperatur dan kelembaban ruangan juga mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan penghuni. Salah satu ruangan yang berpotensi mengalami masalah polusi udara dalam ruangan yaitu dirumah sakit. Rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat harus memiliki ruang rawat inap yang memenuhi syarat kesehatan, baik kualitas udara, konstruksi maupun fasilitas.

Pemerintah Indonesia telah mengatur persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 1204/MENKES/SK/X/2004 yaitu udara di dalam ruang rawat harus bebas kuman patogen dan kadar debu (particulate matter) berdiameter kurang dari 10 micron dengan rata-rata pengukuran 8 jam atau 24 jam tidak melebihi 150 g/m3 dan tidak mengandung debu asbes. Kebanyakan manusia menghabiskan sebagian besar waktu, sepanjang hari, dalam ruangan di rumah, kantor, sekolah, fasilitas kesehatan, atau tempat publik lainnya. Kualitas udara yang kita hirup di gedung-gedung merupakan faktor penentu penting dari kesehatan. Polusi udara dalam ruangan karena faktor kelembaban, keberadaan mikroorganisme, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia (WHO, 2009).

Kualitas udara dalam ruang adalah salah satu aspek keilmuan yang memfokuskan pada kualitas atau mutu udara dalam suatu ruang yang dimasukkan kedalam ruang atau gedung yang ditempati manusia, apakah udara yang dipergunakan dalam ruangan atau gedung tersebut memenuhi kesehatan atau sebaliknya (Idham, 2003). Menurut NHMRC tahun 1989 dan 1993 udara dalam ruangan adalah udara yang berada didalam aera kerja dimana orang menghabiskan waktu selama 1 hari atau lebih. Yang dimaksud area kerja tersebut adalah tempat penghuni atau rumah, kantor, dan rumah sakit.

Hasil pemeriksaan The National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH), menyebutkan ada 5 sumber pencemaran di dalam ruangan yaitu (Aditama, 2002):

  • Pencemaran dari alat -alat di dalam gedung seperti asap rokok, pestisida, bahan-bahan pembersih ruangan.
  • Pencemaran di luar gedung meliputi masuknya gas buangan kendaraan bermotor, gas dari cerobong asap atau dapur yang terletak di dekat gedung dimana kesemuanya dapat terjadi akibat penempatan lokasi lubang udara yang tidak tepat.
  • Pencemaran akibat bahan bangunan meliputi pencemaran formaldehid, lem, asbes, fibreglass dan bahan -bahan lain yang merupakan komponen pembentuk gedung tersebut.
  • Pencemaran akibat mikroba dapat berupa bakteri, jamur, protozoa dan produk mikroba lainnya yang dapat ditemukan di saluran udara dan alat pendingin beserta seluruh sistemnya.
  • Gangguan ventilasi udara berupa kurangnya udara segar yang masuk, serta buruknya distribusi udara dan kurangnya perawatan sistem ventilasi udara.

Pada umumnya benda yang terdapat di permukaan bumi ini ada tiga jenis, yakni benda padat, benda cair dan benda gas. Setiap jenis benda tersebut mempunyai bentuk dan juga sifat yang berbeda - beda. Udara termasuk ke dalam salah satu jenis benda tersebut, yakni benda gas. Oleh karena itu udara mempunyai beberapa sifat yang khas dimiliki oleh benda gas. Berikut ini merupakan sifat-sifat udara yaitu:

  • Bentuk gas
  • Memiliki masa atau berat
  • Menempati ruangan
  • Mempunyai tekanan
  • Akan memuai apabila dipanaskan
  • Akan menyusut apabila didinginkan
  • Terhembus dari tempat yang bertekanan tinggi menuju ketempat yang bertekanan lebih rendah
  • Ada dimana saja
  • Tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan
  • Bentuk, volume dan massa jenisnya selalu berubah - ubah

Udara sebagai salah satu komponen lingkungan merupakan kebutuhan yang paling utama untuk mempertahankan kehidupan. Metabolisme dalam tubuh makhluk hidup tidak mungkin dapat berlangsung tanpa oksigen yang berasal dari udara. Selain oksigen terdapat zat-zat lain yang terkandung di udara, yaitu karbon monoksida, karbon dioksida, formaldehid, jamur, virus, dan sebagainya. Zat-zat tersebut jika masih berada dalam batas-batas tertentu masih dapat dinetralisir, tetapi jika sudah melampaui ambang batas maka proses netralisir akan terganggu. Peningkatan konsentrasi zat-zat di dalam udara tersebut dapat disebabkan oleh aktivitas manusia. Mengingat bahaya pencemaran udara dalam ruangan terhadap kesehatan, maka perlu untuk mengetahui berbagai dampak dan penatalaksanaan berbagai pencemaran kualitas dalam udara ruangan.

Pertumbuhan pembangunan seperti industri, transportasi, dan lain-lain disamping memberikan dampak positif namun disisi lain akan memberikan dampak negatif dimana salah satunya berupa pencemaran udara baik yang terjadi didalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor) yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan terjadinya penularan penyakit. kualitas udara dalam ruangan (indoor air quality) juga merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian karena akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Timbulnya kualitas udara dalam ruangan umumnya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kurangnya ventilasi udara (52%) adanya sumber kontaminasi di dalam ruangan (16%) kontaminasi dari luar ruangan (10%), mikroba (5%), bahan material bangunan (4%) ,lain-lain (13%). Sumber pencemaran udara dapat pula berasal dari aktifitas rumah tangga dari dapur yang berupa asap, Menurut beberapa penelitian pencemaran udara yang bersumber dari dapur telah memberikan kontribusi yang besar terhadap penyakit ISPA.

Sumber penyebab polusi udara dalam ruangan antara lain yang berhubungan dengan bangunan itu sendiri, perlengkapan dalam bangunan seperti karpet, AC, dan sebagainya. kondisi bangunan, suhu, kelembaban, pertukaran udara, dan hal-hal yang berhubungan dengan perilaku orang-orang yang berada di dalam ruangan, misalnya merokok. Sumber polusi udara dalam ruang dapat berasal dari bahan-bahan sintetis dan beberapa bahan alamiah yang digunakan untuk karpet, busa, pelapis dinding, dan perabotan rumah tangga (asbestos, formaldehid, VOC), juga dapat berasal dari produk konsumsi (pengkilap perabot, perekat, kosmetik, pestisida atau insektisida). Mikroorganisme yang berasal dari dalam ruangan misalnya serangga, bakteri, kutu binatang peliharaan dan jamur. Mikroorganisme yang tersebar di dalam ruangan dikenal dengan istilah bioaerosol. Bioaerosol di dalam ruangan dapat berasal dari lingkungan luar dan kontaminasi dari dalam ruangan. Dari lingkungan luar dapat berupa jamur yang berasal dari organisme yang membusuk, tumbuh-tumbuhan yang mati dan bangkai binatang, bakteri Legionella yang berasal dari soil-borne yang menembus ke dalam ruang, alga yang tumbuh dekat kolam/danau masuk ke dalam ruangan melalui hembusan angin dan jentik-jentik serangga di luar ruang dapat menembus bangunan tertutup.

Kualitas udara di dalam ruangan mempengaruhi kenyamanan lingkungan ruang kerja. Kualitas udara yang buruk akan membawa dampak negatif terhadap pekerja/karyawan berupa keluhan gangguan kesehatan. Dampak pencemaran udara dalam ruangan terhadap tubuh terutama pada daerah tubuh atau organ tubuh yang kontak langsung dengan udara meliputi organ sebagai berikut:

  • Iritasi selaput lendir: iritasi mata, mata pedih, mata merah, mata berair
  • Iritasi tenggorokan, sakit menelan, gatal, batuk kering.
  • Gangguan neurotoksik: sakit kepala, lemah/capai, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi
  • Gangguan paru dan pernafasan: batuk, nafas berbunyi/mengi, sesak nafas, rasa berat di dada
  • Gangguan kulit: kulit kering, kulit gatal
  • Gangguan saluran cerna: diare
  • Lain-lain: gangguan perilaku, gangguan saluran kencing, sulit belajar

selanjutnya melakukan pengolahan kualitas udara dalam ruangan dengan metode teknologi daily air purification atau sterilisasi udara ruang di fasyankes. fungsi dari pengolahan kualitas udara untuk sterilisasi udara ruangan sehingga meningkatkan kualitas higiene dan sanitasi, terutama terhadap kualitas udara di ruang perawatan rumah sakit ataupun puskesmas. Adapun bagian alat - alat yang digunakan sebagai berikut :

  • Bodi/casing utama.
  • Roda berpengunci
  • Timer
  • Kontrol panel
  • Exhaust fan
  • Pegangan
  • Tiang penyangga
  • Reflektor
  • Lampu UV
  • Lengan Pengatur
  • Remote power

setelah menyiapkan alat -alat yang akan digunakan selanjutnya cara menggunakan teknologi daily air purification yaitu :

  • melakukan persiapan terhadap ruang yang akan disterilisasi, termasuk menutup rapat pintu dan jendela
  • Siapkan kabel power di sumber listrik terdekat.
  • lalu Sambungkan kabel power kesumber listrik terdekat
  • Nyalakan tombol power on di ujung paling kiri tombol
  • Berturut-turut, nyalakan tombol power UV dan generator O3, serta kipas distribusi
  • setah itu Lakukan sterilisasi selama 30 menit
  • dan yang terakhir tutup rapat pintu dan jendela

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN