Mohon tunggu...
Aydiraz fadhlurahman
Aydiraz fadhlurahman Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia 2018

Professor Aydiraz Fadhlurahman UPI 2018 PGSD Kampus Cibiru Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) @fdhlrhmnn on instagram 0851-0086-4406 on whatsapp

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Teruntuk yang Sedang Patah Hati

17 Juli 2019   15:30 Diperbarui: 17 Juli 2019   15:44 0 0 0 Mohon Tunggu...

Hidup itu hanya sekali dalam dunia ini sebelum kamu menjalani kehidupan yang abadi di akhirat nanti dan terdiri dari berbagai masalah dan kenikmatan. Tetapi dalam segi masalah itu bagaimana kamu menguatkan hati dan introspeksi agar supaya menjadi pribadi lebih baik kedepannya. 

Kali ini akan membahas sebuah kajian cinta yang dikupas secara filosofi tentang permasalahan yang sangat sering terjadi, yaitu patah hati, apa itu patah hati? Jadi, yang dinamakan seperti itu adalah kondisi dimana seseorang dengan pasangannya yang sudah berhubungan sejak lama lalu salah satu diantara pasangannya itu memutuskan hubungan berpacaran mereka hingga hati nya pun merasa sakit di gergaji berkali-kali. 

Ada kalanya manusia mengalami kejadian seperti ini dan sudah mutlak mengalaminya dan inipun sudah digaris bawahi oleh tuhan yang membuat kita tak bisa melawannya terkecuali dengan do'a. 

Memang dalam suatu hubungan sepasang kekasih ada kalanya baik dan buruk yang harus siap dijalani. Dan jika hubungan berakhir pasti akan berpisan dan melupakan kenangan satu sama lain, bagi kalian yang sedang mengalami patah hati sebaiknya kalian patut bersyukur, karena tuhan menyiapkan yang terbaik buat dirimu suatu saat nanti dan menghindarimu dari cinta yang salah dan juga agar kamu lebih mendekatkan diri kepada tuhan agar hidupmu diberkati. 

Dan kamu juga akan lebih teliti dalam memilih pasangan juga belajar apa arti sebuah kesetiaan, dan juga perlu dibahas mengapa seseorang putus suka menangis yang berlebihan? menangis itu wajar karena luapan emosi diri kita yang sudah tidak tahan lagi, tetapi suka menjadi salah tafsir bahwa patah hati itu seakan akan dia tidak akan memiliki cinta sejati, itu salah besar! 

karena patah hati itu adalah situasi dimana hati, pikiran dan raga kamu terbebas dan lebih memikirkan tujuan hidup kedepan dan hidup itu bukan hanya dia dia dia saja. Masih banyak hal yang lebih penting, misalkan sahabat, keluarga yang sejatinya senantiasa membutuhkan perhatian lebih dari dirimu dan lebih patut diperjuangkan. ercayalah kesuksesanmu kelak akan mendatangkan cinta yang berkelas.

Meskipun pengkhianatan itu terasa menyakitkan, percayalah luka itu akan menjadikanmu pribadi yang lebih kuat & baik lagi. Kecewa? merupakan hal yang sangat pasti. Namun kamu tak perlu terus menerus meratapi, biarkanlah dia pergi, karena sesungguhnya dia tidak pernah pantas berada di dalam hati. 

Cinta itu bukan harus memiliki, kamu pun harus rela jika ia meninggalkanmu dan berbahagia bersama yang lain sebab ia hanya mencari harta ketimbang cinta yang tulus. Tanpa hati mungkin kamu akan menjadi makhluk bengis yang sering menyakiti, tanpa cinta hatimu akan hampa, dan tanpa kekasih pun bukan cinta, tanpa ujian dan cobaan itu bukan yang dinamakan cinta lalu mengapa? karena tuhan ingin kita menjadi manusia yang senantiasa menanamkan sikap "panteisme" supaya tuhan memberikan semuanya yang terbaik untuk diri kita. 

Dalam peristiwa kegoncangan hati ini, pasti kita akan mengalami "heart paradox" dimana keadaan suatu hati yang mengalami kontradiksi yang menyebabkan seseorang menjadi bimbang atau dikenal dengan istilah konflik bathin. Hal yang lebih sakit lagi adalah ketika ditinggal orang yang kita cintai untuk selama lamanya.

Mari lah kita menguatkan hati kita dan berdoa seraya kepada illahi agar kelak diberikan pasangan yang terbaik untuk kita nanti sudah dewasa. Lagipula dalam suatu hubungan percintaan, wajar saja jika mengalami "poststrukturalisme" akibat statement yang dikeluarkan oleh pasangan kita. 

Maka dari pada itu, mari kita hargai pasangan kita selagi ada dan yang tidak memiliki jangan bersedih kita harus senantiasa ngaji rasa dan ngaji diri agar pribadi kita menjadi lebih  baik dan belum tentu dia yang meninggalkan belum tentu menemukan yang seperti kita. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x