Mohon tunggu...
Awahyu robyjanerro
Awahyu robyjanerro Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Jadilah pemimpin untuk diri sendiri

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Sejarah Kota Metro di Nobatkan sebagai Kota Pendidikan

6 Desember 2022   10:55 Diperbarui: 6 Desember 2022   11:18 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kota Metro sebagai salah satu daerah yang terdapat pada bagian tengah Provinsi Lampung, yang berjarak 45 KM dari Kota Bandar Lampung yang merupakan Ibukota Provinsi Lampung. Sebagai salah satu daerah yang menjadi penghubung ke beberapa daerah di sekitarnya, Kota Metro memiliki daya tarik bagi penduduk dari luar daerah. Salah satu hal yang menjadi daya tarik Kota Metro adalah pelayanan pendidikan di kota ini. Diketahui bahwa sekitar 60% pelajar SMA dan 80% pelajar SMK yang berada di Kota Metro berasal dari luar kota.

Kota Metro memiliki Visi Pembangunan untuk menjadikan Kota Metro sebagai Kota Pendidikan dalam arti kota yang masyarakatnya berbudaya belajar, sehingga terwujud pribadi-pribadi warga yang unggul dan mempunyai daya saing. Kota dengan warganya yang unggul, memiliki tiga kata kunci yaitu Berbudaya Belajar, Bermental Unggul, dan Berdaya Saing. Berdaya saing yang dimaksud adalah bersaing ditingkat Nasional dan Internasional dalam pendidikan keilmuan dan pendidikan moral. Dengan adanya budaya bersaing diharapkan akan tercipta iklim bersaing yang sehat dan kompetitif. Selain dari visi yang disampaikan, Kota Metro sebagai kota pendidikan juga ditunjukkan melalui lambang Kotanya yaitu berupa nyala api, pena dan buku diantara padi dan kapas yang menggambarkan semangat daerah untuk mengarahkan Metro menjadi kota pendidikan.

Kota Metro merupakan daerah yang hanya memiliki luas wilayah 68,74 KM2 tetapi memiliki jumlah tempat pendidikan yang tidak sedikit. Disebutkan pada tahun 2018, Kota Metro memiliki 59 Sekolah Dasar, 27 Sekolah lanjut tingkat pertama, 43 Sekolah lanjutan tingkat atas, dan 14 Perguruan Tinggi yang terdiri dari 11 Perguruan Tinggi Swasta dan 3 Perguruan Tinggi Negeri. Selain pendidikan formal yang telah disebutkan, Kota Metro juga memiliki pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal yang cukup berkembang di Kota Metro yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain PAUD terdapat pula pendidikan nonformal Keaksaraan Fungsional tingkat mandiri, Kesetaraan Paket B setara SMP, Paket C setara SMA, berbagai jenis tempat kursus, Pusat kegiatan belajar masyarakat dan juga Taman bacaan masyarakat. Semua jenis pendidikan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas masyarakat.

Keberhasilan pembangunan suatu wilayah dapat dilihat dari kualitas Sumber Daya Manusia yang ada pada wilayah tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM adalah melalui pendidikan. Pendidikan yang ada juga harus disertai dengan peningkatan mutu yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana. Banyaknya jumlah pendidikan baik formal dan nonformal di Kota Metro diharapkan dapat menciptakan generasi yang memiliki tingkat intelektual yang baik. Memanfaatkan Taman Bacaan masyarakat juga dapat digunakan untuk meningkatkan budaya diskusi dan menulis. Budaya diskusi sangat diperlukan karena dengan lebih sering seseorang melakukan diskusi maka hal tersebut akan meningkatkan kualitas komunikasi seseorang, selain itu dengan berdiskusi kita dapat belajar untuk menerima pendapat orang lain dan meminimalisir untuk bersikap egois atau ingin menang sendiri.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun