Mohon tunggu...
Averoes Maf
Averoes Maf Mohon Tunggu... Goresan Pena Mengabarkan Kondisi di Balik Jeruji

Sekedar Berbagi Informasi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Munggahan di Penjara

4 Mei 2019   20:11 Diperbarui: 4 Mei 2019   20:17 0 0 0 Mohon Tunggu...
Munggahan di Penjara
Warga Binaan dan Petugas saling memaafkan

Marhaban Ya Ramadan, Marhaban Ya Sahru Siam! Bulan suci penuh ampunan bagi umat Islam, tak terkecuali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Muslim  di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H dengan kegiatan Munggahan, bertempat di Aula Rutan Garut, Sabtu (04/05/2019).

Munggahan merupakan bagian dari tradisi masyarakat masyarakat Sunda khususnya di Garut dalam menyambut bulan Ramadhan.  Ada beberapa tradisi yang selalu dilakukan sebelum datangnya bulan suci Ramadan, seperti Kuramasan atau Nadran. 

"Munggahan berasal dari munggah yang berarti naik atau meningkat, sehingga mampu melakukan perubahan dalam berbagai hal, terutama soal kebaikan. 

Di Rutan Garut momen Munggahan diisi dengan pembekalan terhadap Warga Binaan agar dapat melaksanakan puasa dengan penuh. Karena ada juga sebelum dipenjara mereka lalai dan malas untuk berpuasa, semoga dengan diingatkan betapa banyak keberkahan dari puasa di bulan Ramadhan dapat meningkatkan kualitas mereka sebagai insan yang hakiki. Dr. Agus Lukman, M.Ag., memaparkan, "berpuasalah seperti Ulat bukan Ular! Ular setelah berpuasa malah makin agresif tapi Ulat akan bermetamorfosa menjadi Kupu-Kupu indah yang disenangi."

 Tradisi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT selama bulan suci Ramadan, tutur Iim Ruhimat selaku Kasubsi Yantah yang mengurusi masalah pembinaan WBP.

Munggahan bertujuan peningkatan derajat ketakwaan seseorang selama melaksanaan bulan suci Ramadan. "WBP yang sebelumnya jarang beribadah dengan datangnya Ramadan, maka semoga dapat menjadi lebih semangat dan giat beribadah," pungkas Iim Ruhimat.

 Muballig Agus Lukman, menjelaskan mengenai keberkahan yang ada di bulan Ramadhan, salah satunya adalah Magfiroh yaitu ampunan dari semua kesalahan dan Surga. "Ini momen baik meningkatkan amal, perbanyaklah menjalankan sunnah jangan sampai dilewatkan dengan tidur terus ketika berpuasa."

Kegiatan dilanjutkan dengan mushofahah antara petugas dan tahanan, dilanjutkan ramah tamah atau makan bersama. "Syukuran makan bersama, makan terakhir bersama pada siang hari dengan rekan-rekan sebelum nanti masuk bulan Ramadhan, kami juga bermushofahan untuk saling memaafkan agar hati ini bersih saat memasuki Ramadan," ujar Sandy Sugilar selaku Kasubsie Pengelolaan.

Karutan Garut Sukarno Ali berharap seluruh WBP dan Petugas Rutan Garut dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1440 H. dengan penuh dan khidmat.