Mohon tunggu...
Emmanuel Astokodatu
Emmanuel Astokodatu Mohon Tunggu... Jopless

Syukuri Nostalgia Indah, Kelola Sisa Semangat, Belajar untuk Berbagi Berkat Sampai Akhir Hayat,

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Rasa Tanggung Jawab dan Keterpanggilan

21 Mei 2020   18:46 Diperbarui: 22 Mei 2020   11:06 25 8 0 Mohon Tunggu...

Marilah merenung ringan dirumah mengamati situasi aktual dewasa ini. Situasinya masih tertekan oleh kenyataan Pandemi Corvid-19 yang merupakan peristiwa global. Situasi dalam negeri atau lokal adalah peristiwa yang jelas menekan pula, dan merupakan respon dalam sikap dan perbuatan masyarakat. Dan yang disini menarik adalah menggejalanya kelompok sebagai berikut :

1. Tenaga medis/paramedis,pasukan terdepan melawan Covid-19

2. Pemerintah dan aparatnya dari Pusat hingga kabupaten/ kota, yang menata PSBB.

3. Relawan dan Penyandang dana kegiatan melawan Covid-19

4. Warga baik umum, awam maupun pemuka,pengamat, komentator yang tidak mau disebut sebagai kelompok tersebut 1,2,3 diatas.

Tercatat khusus tentang relawan :- Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Andre Rahadian mengatakan, saat ini terdapat 30.098 orang di Indonesia., untuk relawan medis di gugus tugas kini berjumlah 7.115 orang. non medis berjumlah 22.983 orang. 

Sedangkan relawan dari kalangan mahasiswa sebanyak 15.003 orang.(Kompas.com) Pernah pula disiarkan sekitar 20 orang kaya di Indonesia sebagai donatir usaha melawan pandemi ini.

 Pada hemat saya pengelompokan itu diteguhkan keberadaannya oleh Peristiwa Covid-19 dan dalam pembicaraan ini ditandai spesifik rasa tanggung jawab mereka. 

Ada beberapa jenis dan motivasi kesadaran bertanggung jawab,kesadaran yang mendorong bahkan memaksa yang bersangkutan untuk melaksanakan tindakan yang terkait dengan suatu hal tertentu dalam posisi dan kedudukan mereka masing-masing. 

Tetapi juga tampak adanya ketidak seimbangan diantara keempat kelompok itu dalam memikul beban pertanggungjawabannya. Ada kelompok kecapeian, ada yang tetap serius, ada yang dirasa kurang peduli, ada kelompok "pembicara". Demikianlah situasi sementara ini.

Orang boleh membahas secara bahkan demi hukum, dimana orang akan suka pada mengkaitkan antara Hak dan kewajiban Tanggung jawab. Tetapi saya ingin merenungkan rasa tanggung jawab atau kesadaran bertanggung jawab untuk melaksanakan tindakan dalam posisi dan kedudukan mereka itu secara tanpa terpaksa tetapi tahu dan mau serta rela melaksanakan tindakan yang diterima sebagai tanggung jawabnya. Bisakah itu terjadi ? Sudah akan meyerah-terserah-kah para pihak diatas tadi ?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN