Yulianto
Yulianto Content Writer

Dengan menulis kau akan abadi

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan

Raih Pahala Lebih di Hari Idulfitri, Yuk Amalkan Enam Sunnah Nabi Ini

14 Juni 2018   22:50 Diperbarui: 14 Juni 2018   22:54 348 0 0
Raih Pahala Lebih di Hari Idulfitri, Yuk Amalkan Enam Sunnah Nabi Ini
Ilustrasi: dreamstime.com

Hari raya Idulfitri tinggal beberapa jam lagi. Lantunan takbir telah menggema di masjid-masjid dan jalan raya. Di rumah, ibu sibuk mempersiapkan makanan dan pakaian yang akan dikenakan esok di hari raya. Semua orang bergembira menyambut datangnya Idulfitri.

Kita semua tahu bahwa shalat Ied merupakan ibadah yang dilakukan sekali dalam setahun. Tak jarang banyak orang yang lupa tata cara pelaksanaan shalat ini. Oleh karena itu, panitia pelaksana shalat Ied sering memasukkan penjelasan tentang tata cara pelaksanaan shalat Ied sebagai bagian dari susunan acara agar peserta shalat dapat melaksanakan ibadah ini dengan tepat.

Sebenarnya, tak hanya tentang tata cara pelaksanaan shalat Ied yang perlu kita perhatikan. Bagian lain yang tak kalah penting seputar shalat Ied adalah tentang kebiasaan-kebiasaan yang dicontohkan nabi sebelum dan setelah melaksanakan shalat Ied. Hal ini juga penting dilakukan seorang muslim agar ketika melaksanakan shalat Idulfitri, kita dapat memperoleh pahala dan kebaikan dengan mengikuti kebiasaan Rasulullah Saw tersebut.

Sayangnya, kebiasaan (sunnah) Nabi ini seringkali dilupakan dan sedikit umat muslim yang mengetahuinya. Selain itu, hanya segelintir orang juga yang sering mengingatkan sesama saudara muslimnya perihal kebiasaan ini. Nah, agar kita dapat memperoleh pahala dan kebaikan melalui kebiasaan Rasulullah itu di hari Idulfitri. 

Pada kesempatan ini, saya ingin mengingatkan kembali kepada sesama saudara muslimku tentang kebiasaan nabi tersebut. Ada enam kebiasaan yang dilakukan nabi sebelum menuju tempat shalat Ied dan setelah melaksanakan shalat Ied, yaitu

1. Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat shalat Idulfitri

Sebelum berangkat shalat Ied, kita disunnahkan untuk Mandi. Selain untuk membuat kita bersih dari hadas kecil dan besar. Kebiasaan mandi di waktu fajar ternyata menyehatkan. Kebiasaan ini dapat melancarkan peredaran darah ke otak dan membuat kita segar dalam memulai aktivitas. Tentang dalil yang menunjukkan anjuran ini adalah atsar dari sahabat Nabi.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, seseorang pernah bertanya pada 'Ali mengenai mandi. Ali menjawab, "Mandilah setiap hari jika kamu mau." Orang tadi berkata, "Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?" 'Ali menjawab, "Mandi pada hari Jum'at, hari 'Arafah, hari Idul Adha dan Idul Fithri." (HR. Al-Baihaqi, 3: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat Al-Irwa', 1: 177)

2. Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik

Di hari raya Idulfitri, berhias dan memakai pakaian terbaik merupakan salah satu kebiasaan Rasulullah Sawdi hari lebaran. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum'at." (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765)

Menghadap kepada Allah Swt dengan pakaian terbaik merupakan salah satu adab seorang hamba ketika menghadap kepada pencipta-Nya. Pakaian terbaik disini tak berarti pakaian itu harus baru atau mahal, tidak. Yang terpenting adalah pakaian itu bersih,bebas dari najis dan tidak dibeli dari uang yang haram.

3. Makan sebelum shalat Idulfitri

Sebagaimana riwayat dari Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata,

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idulfitri (ke tempat shalat) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil." (HR. Bukhari, no. 953)

Jika tak terdapat kurma di rumah, boleh memakan makanan halal lainnya. Tentu tujuan dari kebiasaan ini adalah agar dalam melaksanakan shalat Ied, seorang muslim memiliki tenaga yang cukup dan tidak lesu.

4. Bertakbir dari rumah menuju tempat shalat

Dalam suatu riwayat disebutkan,

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya Idul Fithri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir." (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2. Hadits ini mursal dari Az-Zuhri namun memiliki penguat yang sanadnya bersambung. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih)

5. Saling mengucapkan selamat (at-tahniah)

Berdasarkan suatu riwayat dari salah satu sahabat Rasulullah Saw bernama Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa,

Jika para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berjumpa dengan hari 'ied (Idul Fithri atau Idul Adha) satu sama lain saling mengucapkan, "Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)." Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. (Fath Al-Bari, 2: 446)

6. Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata,

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat) beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986)

Hikmah yang dapat diambil melalui kebiasaan ini adalah agar ketika kita menggunakan dua jalan yang berbeda maka bumi akan menjadi saksi di akhirat bagi seorang muslim tentang perjalanannya dalam melakukan kebaikan, yaitu shalat Ied.

Itulah enam kebiasaan Rasullah Saw ketika shalat Idulfitri. Semoga di hari raya esok, kita tergolong menjadi hamba yang kembali Fitrah setelah sebulan penuh berpuasa di bulan ramadan.

Taqobbalallahu minna wa minka, Minal aidin wal faidzin


Sumber referensi hadis: rumaysho.com