Yulianto
Yulianto Content Writer

Dengan menulis kau akan abadi

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Marseille Antiklimaks, Atletico Madrid Keluar sebagai Juara

17 Mei 2018   10:02 Diperbarui: 17 Mei 2018   10:53 2182 0 0
Marseille Antiklimaks, Atletico Madrid Keluar sebagai Juara
Sumber Foto: BBC.com/Reuters

Laga final Liga Europa 2017-2018 baru saja berakhir beberapa saat yang lalu. Berlaga di Parc Olympique Lyonnais, Perancis, Atletico Madrid berhasil menasbihkan diri sebagai juara Liga Europa tahun ini setelah berhasil mengalahkan Marseille dengan skor 3-0.

Atletico Madrid, Juara ketiga kalinya 

Penampilan cemerlang anak asuh Diego Simeone pada laga dini hari tadi berhasil menambah jumlah trofi liga Europa klub asal Spanyol itu.

Tercatat Atletico Madrid sudah tiga kali menjuarai kompetisi bergengsi kedua di tanah Eropa setelah Champion League. Masing-masing pada tahun 2010, 2012 dan tahun ini, 2018. Menariknya, Diego Simeone selalu menjadi nakhoda Atletico dalam tiga edisi juara tersebut. 

Sumber: twitter.com/uefaeuropeleague
Sumber: twitter.com/uefaeuropeleague
Saat ini, Atletico berada satu level dengan Juventus, Inter Milan dan Liverpool yang sama-sama mengoleksi 3 juara liga Europa. Los Colchoneros kini hanya tertinggal dari juara 5 kali liga Europa, yaitu Sevilla.

Antoine Griezmann berperan penting dalam kemenangan Atletico Madrid pada laga dini hari tadi. Ia berhasil menyumbangkan dua gol pada laga puncaki liga Europa itu.

Gol tersebut dicetak masing-masing pada menit ke-21 dan ke-49. Satu gol tambahan dihasilkan melalui aksi Gabriel Fernandez pada menit ke-89.

Agoni Marseille

Laga final di Perancis dini hari tadi menjadi bagian anti-klimaks atas perjuangan panjang Marseille di liga Europa tahun ini. Penampilan menjanjikan klub asal Perancis itu sepanjang 10 bulan dengan melakoni 19 pertandingan terpaksa harus berakhir pilu setelah dikalahkan oleh Atletico Madrid.

Kehilangan sosok kapten, Dimitri Payet karena cedera ketika laga babak pertama baru berjalan 33 menit menjadi pukulan telak bagi skuad asuahan Rudi Garcia.

Selepas sang kapten terpaksa keluar, Marseille kesulitan membongkar pertahanan Atletico Madrid. Marseille seperti kehilangan kreatfitasnya pasca ditinggal Payet.

Sumber: daily.co.uk
Sumber: daily.co.uk

Tak hanya itu, kesalahan yang dilakukan oleh beberapa pemain Marseille juga turut menjadi penyebab performa buruk Marseille pada laga final dini hari tadi.

Seperti kesalahan  yang dilakukan Andr Zambo Anguissa ketika menerima operan dari kiper Steve Mandanda.  Bola berhasil direbut dan dikuasai  oleh Gabi Fernandezyang kemudian memberikan operan yang berhasil dikonversi Griezmann menjadi gol di babak pertama.

Pada babak kedua, kelemahan barisan pertahanan Marseille berhasil dimanfaatkan oleh Griezmann yang berhasl berhadapan satu lawan satu dengan kiper Marseille,Mandanda setelah menerima operan dari Koke. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh pemain timnas perancis itu. Ia berhasil mencungkil bola dan menyarangkan gol keduanya ketika laga babak kedua baru berjalan 4 menit.

Penderitaan Marseille ditutup oleh gol yang dicetak Gabi di menit-menit akhir laga babak kedua setelah berhasil mengecoh Mandanda dengan sepakan mendatarnya.