Mohon tunggu...
Asri Ratnasari
Asri Ratnasari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pendidikan Teknik Mesin UPI

Mau belajar menulis artikel

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Agar Menjadi Budaya Milenial

25 September 2021   08:08 Diperbarui: 25 September 2021   08:09 89 1 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Agar Menjadi Budaya Milenial
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pandemi Covid-19 telah menjadi pandemi global saat ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan/Mendikbud (Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.) mengimbau segala kegiatan di bidang pendidikan agar dilakukan secara daring. Imbauan tersebut tertuang pada Surat Edaran Mendikbud tanggal 17 Maret 2020 Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 Hal Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19).

Universitas Pendidikan Indonesia atau biasa disebut UPI, merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung yang menyikapi imbauan ini dengan sigap. Di masa pandemi ini yang serba “online”, tidak menjadi halangan untuk tetap melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sikap yang diambil oleh Universitas Pendidikan Indonesia salah satunya adalah dengan mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring dengan mengangkat tema “Mengembangkan Literasi Baca & Tulis, Literasi Numerasi, Literasi Sains dan Rekognisi MBKM-Puspernas)”. Ini merupakan sikap yang bagus, karena UPI menganggap bahwa keadaan yang serba “online” seperti sekarang ini tidak menjadi halangan untuk tetap bersinergi dalam upaya meningkatkan kreativitas mahasiswa dan membantu memajukan lingkungan sekitar.

Asri Ratnasari adalah salah satu mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia program studi Pendidikan Teknik Mesin yang melaksanakan KKN Tematik dari dibawah bimbingan Sri Wahyuni Tanszhil S.Pd., M.Pd. 

Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan, karena membaca merupakan salah satu cara untuk meningkatkan atau memperluas pengetahuan individu. Intensitas kegiatan membaca yang dilakukan oleh individu akan berpengaruh terhadap tingkat kognitif. Santoso (2008:1), Kemampuan membaca tidak terjadi secara otomatis karena harus didahului oleh aktivitas dan kebiasaan membaca yang merupakan wujud dari adanya minat membaca.Sebagai suatu kegiatan yang dianggap penting, kegiatan membaca memberikan banyak manfaat dan pelajaran terutama mengenai pelajaran kehidupan.Dalam hal ini, peran lembaga pendidikan sangat membantu dalam upaya meningkatkan minat baca pada anak.Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan aktivitas disekolah, oleh karena itulah sekolah memiliki banyak kesempatan untuk melakukan pembimbingan atau pendampingan belajar bagi anak.

Sekolah yang memiliki peluang banyak untuk menumbuhkan budaya membaca pada anak-anak, saat ini sekolah terhambat utnuk melakukan itu semua.Hal ini dikarenakan masa pandemi yang menyerang kehidupan masyarakat, bahkan pandemi ini tidak hanya bersifat lokal namun sudah mendunia.Masa pandemic ini terjadi karena munculnya wabah Covid-19 dikehidupan masyarakat yang merubah tatanan kehidupan masyarakat, seperti kesehatan, sosial, ekonomi politik serta pendidikan.Dalam dunia pendidikan, anak sekolah belajar secara daring atau secara mandiri dirumah masing-masing. Pembelajaran yang seperti ini tidak menjamin anak-anak akan selalu membaca semua materi pelajaran yang memang seharusnya mereka baca. Ketika pemberlakukan sekolah online, sebagian besar anak-anak lebih memanfaatkan waktu mereka untuk bermain dari pada untuk membaca.Keadaan inilah yang rentan menjadikan minat baca anak rendah dimasa pandemic sekarang ini karena kurangnya pengawasan dalam belajar.

Pada masa pandemic Covid-19 ini diperlukan adanya adaptasi baru dalam pembelajaran. Hal ini memiliki kendala berupa adanya perubahan pola kegiatan belajar mengajar, dari tatap muka di kelas menjadi system Pembelajaran Jarak Jauh. Terdapat cara mudah untuk mengatasi system pembelajaran ini yaitu dengan cara membaca buku. Untuk meningkatkan minat baca siswa dirumah selama masa pandemi dapat dilakukan dengan cara :

1. Menumbuhkan minat baca anak

Minat baca masyarakat Indonesia saat ini dapat dikategorikan sangat rendah.Berdasarkan data United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO), minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Yang artinya dari 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang rajin membaca. Oleh sebab itu, minat baca masyarakat perlu ditumbuhkan sejak usia dini. Minat baca pada anak dibangun mulai dari minat terhadap buku. Ketertarikan pada buku akan merangsang anka termotivasi dan memiliki kemampuan membaca lebih banyak. Disamping itu ciptakan kegiatan membaca sebagai kegemaran.

2. Menyediakan perpustakaan keluarga

Pengadaan perpustakaan keluarga membuat anak akrab dan menyukai buku.Buku ditata sedemikian rupa sehingga menarik minat anak untuk membacanya.Menanamkan sikap selektif dalam memilih buku terhadap anak perlu dilakukan agar anak dapat memilih buku yang sesuai dengan umur dan kebutuhan mereka.Selain itu mendorong anak untuk pergi ke perpustakaan terdekat juga meningkatkan minat baca anak.

3. Membuat program wajib baca dalam keluarga

Di rumah dapat diberlakukan kegiatan wajib membaca pada jam-jam tertentu. Sehingga anak akan terbiasa untuk membaca buku. Memberikan kata-kata positif terhadap anak dapat membangun rasa kepercayaan diri anak dalam membaca.Anak-anak diarahkan untuk membaca buku dengan pemberian hadiah sebagai motivasi agar anak semakin gemar membaca.

4. Mendorong anak bercerita tentang apa saja yang telah didengar atau dibacanya

Mendorong anak untuk bercerita dapat menambah penguasaan diksi anak dalam berbahasa dan bertutur kata. Sebelum meminta anak-anak untuk bercerita sebaiknya diawali dengan memberikan contoh cara bercerita yang baik dan benar. Dalam bercerita dapat meningkatkan kemampuan motorik anak. Jika dapat dikembangkan dengan baik akan membentuk keterampilan anak dalam bercerita maupun menulis ulang cerita.

5. Berdiskusi dan bergabung di komunitas membaca

Di dalam komunitas tentunya akan bertemu dengan sekelompok orang dengan kegemaran yang sama. Berdiskusi dengan sesama anggota komunitas menjadi cara ampuh untuk tetap menjaga agar tetap memiliki semangat membaca. Selain itu juga dapat mendirikan dan mengelola suatu sarana tempat membaca seperti Taman Baca di lingkungan masyarakat. Taman baca didirikan dan dikelola untuk berbagai jenjang usia, khususnya pada usia anak sekolah sebagai solusi dalam meningkatkan minat baca pada anak dan pemecahan masalah yang timbul akibat pelaksanaan sistem Pembelajaran Jarak Jauh.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan