Mohon tunggu...
Nok Asna
Nok Asna Mohon Tunggu... Penikmat Ilmu dan Seni.

Mau informasi seputar perencanaan keluarga dan parenting? kunjungi--> https://skata.info/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Eksotisme Negeri Embun Beku

30 April 2016   13:44 Diperbarui: 1 Februari 2017   01:51 0 4 4 Mohon Tunggu...

Certainly, travel is more than seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living...”

(Mary Ritter Beard)

Tiom, Lanny Jaya, 7 April 2016

Sebuah perjalanan panjang dari Surabaya menuju Kota Jayapura telah kami lalui. Pagi yang cerah kala itu, kami bersiap melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lanny Jaya melalui Wamena. Pesawat pagi dari Jayapura ke Wamena bisa ditempuh sekitar 30 menit. Sesampainya di Wamena kami bergegas naik mobil 4WD menuju Kabupaten Lannya Jaya. Jarak yang harus ditempuh dari Wamena ke ibu kota Kabupaten Lanny Jaya, Tiom, adalah sekitar 3 jam perjalanan dengan jarak tempuh kurang lebih 86 KM. Pemandangan pegunungan yang eksotis ditambah medan perjalanan yang memacu adrenalin. Jalan bebatuan terjal, sedangkan aspal hanya di beberapa titik. Jika hujan turun, tebing longsor dan jalanan berlumpur dan bahkan tidak bisa dilewati. Saat longsor biasanya penduduk setempat akan membersihkan gundukan tanah yang menutupi jalan agar bisa dilalui. Namun, kita harus membayar kepada mereka sekitar 200-250 ribu untuk bisa melewati jalanan selanjutnya.

Sepanjang perjalanan kita disuguhi udara yang sejuk dan senyum ramah penduduk setempat. Nampak dari jendela mobil beberapa ibu sedang berjalan dengan noken yang tergantung di kepalanya. Noken merupakan tas yang terbuat dari benang atau akar pohon yang berfungsi untuk membawa barang dan menggendong bayi mereka. Anak-anak kecil nampak riang berjalan bersama dengan seragam merah-putih tanpa alas. Kaum laki-laki nampak gagah dengan golok di tangan mereka yang akan mereka gunakan untuk berkebun atau mengumpulkan umbi-umbian sebagai bahan makanan pokok masyarakat.

Profil Kabupaten Lanny Jaya

Lanny Jaya adalah sebuah Kabupaten hasil pemekaran dari wilayah Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2008 lalu. Luas total Kabupaten Lanny Jaya sebesar 6.448 KM² atau setara dengan 2,03% dari luas wilayah Provinsi Papua. Pada tahun 2016, Kabupaten Lanny Jaya tercatat memiliki 10 Distrik yang meliputi : 1. Balingga, 2. Dimba, 3. Gamelia, 4. Kuyawage, 5. Maki, 6. Melagineri, 7. Pirime, 8. Poga, 9. Tiom, 10. Tiomneri. Lanny Jaya merupakan daerah khas pegunungan dengan suhu udara berkisar sekitar 15,6 0C sampai 19,7 0C, bahkan di waktu tertentu menurut informasi penduduk setempat suhu udara bisa mencapai 9 0C.

Data proyeksi BPS Kabupaten Lanny Jaya pada tahun 2014 (laporan tahun 2015) menyebutkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Lanny Jaya sekitar 170.589 jiwa. Sebagian besar penduduk Lanny Jaya didominasi oleh suku Lani. Distrik Gamelia merupakan distrik yang terpadat penduduknya dengan jumlah 219,95 penduduk per km2,sedangkan Tiom yang merupakan Ibu Kota Kabupaten mempunyai wilayah yang paling luas, yakni sebesar 1.507,81 km2.     

Setelah menempuh waktu sekitar 3 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Ibu Kota Kabupaten Lanny Jaya, Tiom. Tempat yang kami tuju pertama kali adalah kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lanny Jaya. Kami disambut oleh Kabid PMK dan beberapa pegawai yang sedang sibuk merapihkan barang inventaris Dinas Kesehatan Lanny Jaya karena pada saat itu mereka baru pindahan. Maklum, kantor Dinas Kesehatan Lanny Jaya belum mempunyai tempat dan bangunan yang tetap, sehingga mereka terpaksa beberapa kali pindah tempat. Kondisi kantor Dinas terlihat kurang nyaman bagi para pegawai. Sangat berbeda dengan kantor-kantor Dinas yang biasa saya kunjungi. Bukankah lingkungan kerja yang nyaman merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi kinerja pegawai? Terbesit sebuah harapan semoga Dinas Kesehatan Lanny Jaya mempunyai kantor yang nyaman dan tetap.

KepalaBidang PMK Dinas Kesehatan mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa masalah kesehatan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tingginya angka penyakit menular seperti HIV,TBC, diare, malaria, dan Pneumonia, serta rendahnya kunjungan ibu hamil terhadap tempat pelayanan kesehatan. Ibu hamil juga masih banyak yang mengandalkan dukun sebagai penolong persalinan mereka, sehingga angka kematian ibu bersalin masih tinggi. Selain itu, cakupan imunisasi dasar di KabupatenLanny Jaya juga masih rendah, belum mencapai 50%.

Angka kasus baru  untuk HIV pada tahun 2015 di Lanny Jaya tercatat sebanyak 83 kasus. Menurut penuturan Kepala bidang PMK, bahwasanya pemerintah pernah mengadakan pemeriksaan HIV kepada seluruh pegawai negeri di Kabupaten Lanny Jaya. Hasilnya dari sekitar 700 orang yang diperiksa, sebanyak 7 orang positif mengidap HIV. Sedangkan kasus Pneumonia pada balita pada tahun2015 sebesar 45,8% yang menjadi penyebab tertinggi kematian balita. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x