Mohon tunggu...
Mafrukan Ali
Mafrukan Ali Mohon Tunggu... Seniman - Ngelanturisme

Sopan Santuy, cerpen kontemporer

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Seni Menjual Seni

5 Oktober 2023   08:17 Diperbarui: 5 Oktober 2023   08:19 119
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Banyak(nya) teman penulis, mendeklarasikan dirinya sebagai seorang seniman. Sebagai pelukis.

Banyak karya yang ia ciptakan. Ia hasilkan. Bahkan menumpuk. Menumpuk di kamar, menumpuk di setiap sudut ruangan.

Salah satu teman penulis. Ebiet, pelukis yang tinggal di Mojokerto, Jawa Timur.

Ebiet, seorang pelukis yang boleh dibilang produktif. Karyanya banyak, banyak yang menumpuk.

Ditumpuk atau terpaksa ditumpuk. Jawabnya "TERPAKSA" .

Sebagai seorang seniman, ia produktif. Tapi ia kurang bisa atau bahkan tidak bisa menjual karya-karyanya. Ia kurang "seni", dalam menjual lukisannya.

Berbagai event pameran lukisan telah banyak ia ikuti. Tapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan

Seni dalam menjual seninya kurang, bahkan tidak bisa. Itulah salah satu kekurangan seniman dalam menjual lukisan.

Keluhan seperti ini banyak, bahkan ter(amat) banyak.

Perlunya "seni" dalam menjual seni sangat diperlukan bagi seniman. Bahkan sangat diperlukan. Karena secara tidak langsung berpengaruh/ mempengaruhi kelangsungan karya seni nya.

(renungan buat seniman (pelukis)

"Anda punya saran, sangat diharapkan!"

Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun