Mohon tunggu...
Abdus Saleh Radai
Abdus Saleh Radai Mohon Tunggu... Mahasiswa - Dakwah Nusantara
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Majelis Dakwah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (MADINAH)

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

KH. Agus Salim HS: Hakikat Ziarah adalah Butuh Allah

12 Mei 2022   14:20 Diperbarui: 12 Mei 2022   15:04 414 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
KH. Agus SalimHS, Rois Idarah Syu'biyah JATMAN Bekasi/by. Abdus Saleh Radai

Menjelang datangnya bulan suci ramadlan, Jamaah Thoriqoh Syadziliyah wal Qodiryah wan Naqsabandiyah selenggrakan acara rihlah bulan Sya'ban, 23-24 1443 Hijiriyah. Rutin setiap tahun menjelang bulan ramadlan, akhir dari bulan sya'ban, Jamaah TSQN selalu melaksanakan rihlan atau perjalan ruhani dengan ziarah ke makam guru dan para wali Allah.

Sebelum beragkat, KH. Agus Salim HS sebagai gurupembimbing ruhani atau Imam Khususiyah meberikan pengarahan mengenai pentingnya meluruskan dan mensucikan niat dalam menapaki perjalanan ruhani ini. Pengarahan di sampaikan di Halama Sekolah Islam Terpadu Yayasan Manbaul Hikmah Warrisalah, Cikarang Bekasi,Sabtu, (26/03/2022).

Dalam arahanya Kiai Agus, menyampaikan bahwa Ziarah itu merupakan silaturaahmi kepada yang hidup dan yang sudah wafat.

"kenapa saya katakana kepada yg hidup, karena aulia Allah itu tidak mati dia. Intiqol min daril fana ila daril makol, hanya pindah tempat saja dari alam dunia ke alam barzah. terus hakikatnya tetap bimbing kita. Minal masjid ilal masjid dari hati kehati," uacapnya.

Pengarahan KH. Agus Salim HS kepada Jamaah TSQN sebelum berangkat Ziarah. Temapat Yayasan Manbaul Hikmah Warrisalah/By. Abdus Saleh Radai
Pengarahan KH. Agus Salim HS kepada Jamaah TSQN sebelum berangkat Ziarah. Temapat Yayasan Manbaul Hikmah Warrisalah/By. Abdus Saleh Radai

Pejalanan, ziarah yang akan kita tempuh ini adalah rihlah ketempat guru dan para kekasih Allah. Maka sangat penging untuk meluruskan dan mensucikan niat.

"Nah, karena kita ini ziarah kepada tempat aulia Allah, maka betul-betul harus murnikan, sucikan niatnya dalam rangka antaquuna kalimatullah hiyal ulya, Semata-mata mengutamakan Allah saja." katanya

Kia Agus juga menegaskan, pada hakikatnya ziarah ketempat para aulia Allah, dalam rangka kita butuh Allah.

Hakikat ziarah itu sebetulnya kita butuh kepada Allahnya. Kita butuh kepada Allah, nanti di wasilahi oleh para guru dan kekasihnya," ujar Kia Agus, kepada rombongan.

Maka ziarah kali ini jangan niat macam-macam. Satukan niat, niatnya Allah saja. hajat lainnya pasti kebawa, tidak usah disebut pasti Allah mengetahuinya. Penting untuk terus jadi perhatian, yg kita tuju semata-mata Allahnya. Karena kita datang kesana sebetulnya datang ke makam guru dan para kekasih Allah itu, dasarnya kita adalah butuh kepada Allah. Tutup Kiai Agus dengan tegas. (ASR)

Sumber: Dakwahnu.id

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan