Mohon tunggu...
Asham
Asham Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis Karya untuk Kehidupan Abadi

Belajar 'menulis' mengenai khakikat kehidupan akhirat yang kekal nan abadi.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Penggunaan Partikel "Mi" Bahasa Sehari-hari Evi Masamba

12 Oktober 2018   18:42 Diperbarui: 12 Oktober 2018   21:01 831
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Taman Kota Masamba. Foto: Asham

Orang Sulawesi pada umumnya sering menambah partikel 'mi' ketika berbicara. Penambahan kata 'mi' merupakan kebiasaan orang Sulawesi secara turun temurun. Penggunaan kata 'mi' juga akrab terdengar di Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, tempat kelahiran seorang bernama Evi Anggraini,  yang namanya tenar dalam beberapa tahun terakhir. 

Bahkan nama kota kelahirannya dinisbatkan kepadanya. Evi kini dikenal dengan nama Evi Masamba. Pembahasan Evi bukan hal utama dalam tulisan ini, fokus penulis adalah penggunaan bahasa pertikel 'mi' dalam bahasa sehari-hari.

Penggunaan kata 'mi' terkadang membuat orang lain terkecoh. Apalagi, jika orang itu. Pertama kali menginjakkan kakinya di Sulawesi.

Kekeliruan seseorang dalam menangkap pesan yang disampaikan lawan bicara sering terjadi akibat penambahan partikel 'mi'.

Peristiwa dalam menangkap pesan sering terjadi. Ketika seseorang dipersilakan orang lain untuk makan. Contohnya seseorang berkata, 'Makan mi' (dalam bahasa ini terkandung makna perintah untuk makan). Akan tetapi, orang yang mendengarnya, seakan diperintah untuk memakan makanan siap saji, seperti mie instan, mie ayam, mie goreng dan 'mie' lainnya.

Atau orang lain menangkap perintah 'makan mi' seolah-olah mengajak orang lain untuk makan 'mie'. Padahal yang disajikan bukan 'mie'. Tetapi ikan, daging dan semacamnya. Tanpa ada 'mie'

Sebagaimana dikutip dari, www.wikiwand.com/id/ Partikel MI adalah kata imbuhan. contohnya dalam kalimat "makan mi", partikel mi bermakna mempersilakan, tetapi dalam kalimat lain, misalnya " besar mi", partikel mi berubah fungsi sebagai penegasan kalau orang/benda yang dimaksud telah besar (dewasa).

Dalam kalimat lain, misalnya "jadi satumi" partikel 'MI' kembali berfungsi sebagai penegasan jika benda/orang telah menjadi satu, beda dengan kalimat lain seperti "ambil mi" dimana MI berfungsi kembali untuk mempersilakan orang mengambil barang/benda.

Mi ini juga bisa diterjemahkan menjadi Saja, Sudah, Telah, ataupun -Lah, tergantung cara pemaikaian partikel mi, dan saat ataupun situasinya.

Bahasa Melayu Makassar terdiri dari 4 Dialek :

Dialek Bone, Dialek Palopo-Toraja, Dialek Parepare dan Dialek Kota

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun