Mohon tunggu...
Bimo Sekti
Bimo Sekti Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Priyanggani, Sambut Indonesia Emas 2020

4 Februari 2016   10:08 Diperbarui: 4 Februari 2016   11:32 4 0 0 Mohon Tunggu...

 

[caption caption="BU ANGGA PALING KANAN"][/caption]Priyanggani, demikian nama lengkap wanita kelahiran Surabaya 04 januari , 45 tahun yang

lalu. Dia akrab dipanggil oleh murid-muridnya Bu Angga. Semangatnya untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan sangat besar. Apalagi menghadapi Bonus Demografi yag akan terjadi pada Tahun 2020 – 2030. Dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Angga mengutip paparan Surya Chandra, anggota DPR Komisi IX, dalam Seminar masalah kependudukan di Indonesia di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bahwa jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan mencapai 70 persen, sedangkan sisanya, 30 persen, adalah penduduk yang tidak produktif (di bawah 15 tahun dan diatas 65 tahun ).

Mencermati hal tersebut, istri dari Endo Budianto mengatakan dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara nonproduktif hanya 60 juta. Tentunya akan membawa dampak sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menyebabkan angka ketergantungan penduduk, yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif.

Guru SDN Temas 01 juga memaparkan laporan Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyatakan bahwa dibandingkan dengan negara Asia lainnya, angka ketergantungan penduduk Indonesia akan terus turun sampai 2020. Berkah melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Namun menurutnya, berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya. Masalah yang paling nyata adalah kesiapan generasi bangsa menghadapi kondisi tersebut.

Tamatan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri di Surabaya tersebut menyatakan bahwa dunia pendidikan sangat penting perannya dalam menyongsong bonus demografi Indonesia. Bukan saja kesiapan tentang ketersedian lapangan pekerjaan. Tapi, masalah kualitas sumber daya manusia yang melimpah itu harus bersaing dengan dunia Internasional. Wanita yang juga lulusan Diploma-2 Fakultas Pendidikan Bahasa Jurusan Bahasa Indonesia itu terus berupaya meningkatkan profesionalitasnya dalam mendidik anak. Dia saat ini terpilih sebagai Fasilitator Daerah Kota Batu USAID PRIORITAS yang

berkewajiban untuk selalu menambah wawasan dan Intelektual gagasan untuk menciptakan perubahan informasi di bidang pendidikan.

Di sela kesibukannya melakukan tugas wajib sebagai tenaga pendidik di SDN Temas 1, tugas tambahan adalah melakukam pendampingan berkelanjutan kepada para Guru , kepala sekolah, dan pengawas untuk pengembangan pendidikan. Pelaksanaannya melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). Prinsipnya satu, apapun kurikulumnya Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan tetap menjadi pendekatan yang terbaik. Guru yang baru diangkat sebagai pegawai negeri sipil pada tahun 2001 itu berupaya untuk selalu disiplin dan menjaga komitmen terhadap dunia pendidikan. Angga terus berproses untuk selalu menyajikan pendekatan pembelajaran yang tepat sasaran. Ibu dari dua anak tersebut sangat antusias berbicara tentang impiannya untuk berperan aktif mewujudkan Indonesia Emas di Tahun 2020. (Asegaf Bima Sekti)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x