Mohon tunggu...
Ekonomi

Berkembangnya Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Dampak Kawasan Ekonomi Khusus Cikidang

12 Maret 2019   02:36 Diperbarui: 12 Maret 2019   02:38 0 0 0 Mohon Tunggu...
Berkembangnya Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Dampak Kawasan Ekonomi Khusus Cikidang
Gambar 1. Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi (Foto : Aryvia)

Kecamatan Cikidang yang terletak di Kabupaten Sukabumi ini, memiliki jumlah penduduk sebanyak lebih kurang 42 ribu jiwa dengan buruh tani atau petani penggarap yang mendominasi pekerjaan penduduknya di samping ada juga yang sebagai wiraswasta, pedagang, dan pegawai. Daerah Cikidang ini juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Presiden Joko Widodo yang dimana memberikan dampak yang positif terhadap kawasan Cikidang. Dampak Positif yang dirasakan masyarakat Cikidang tentu saja pertumbuhan ekonomi dibidang pariwisata dan perkebunan.

Jika berkunjung ke Cikidang, maka tak heran kita banyak menjumpai perkebunan kelapa sawit di sepanjang jalan Cikidang menuju arah Pelabuhan Ratu yang terletak di sisi kiri-kanan jalan, itu sebabnya dampak positif dari KEK juga merambah ke bidang perkebunan, seperti yang dikatakan oleh salah satu staf dari Kecamatan Cikidang yakni Pak Nijar Malik (39), mengatakan bahwa memang mayoritas masyarakat Cikidang bermata pencaharian sebagai buruh di perkebunan sawit.

Gambar 2. Perkebunan Kelapa Sawit Cikidang (Foto : Aryvia)
Gambar 2. Perkebunan Kelapa Sawit Cikidang (Foto : Aryvia)
Seperti yang kita ketahui bahwa kelapa sawit adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. Perkebunannya menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak lahan kosong dan perkebunan lama di beberapa tempat, tidak terkecuali di Cikidang, dijadikan sebagai perkebunan kelapa sawit.

"Dengan dibukanya Kawasan Ekonomi Khusus di Kecamatan Cikidang ini, menjadikan roda perekonomian daerah Cikidang semakin berkembang pesat, tidak hanya di Caldera Rafting tapi juga pada perkebunan sawit di Cikidang. Karena lahan Cikidang yang luas, jadi cocok untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit," kata Pak Nijar saat diwawancarai di kediamannya, Cikidang, Minggu (24/02/2019).

Perkebunan kelapa sawit di daerah Cikidang yang memiliki luas lahan sekitar 1.500 hektar ini, telah merubah perekonomian masyarakat disekitarnya. "Kalau pendapatan rata-rata petani sawit Cikidang sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional) di Sukabumi, sekitar Rp 2,2 juta, kalau full masuk kerja bisa mencapai sekitar Rp 2,5 juta," kata Pak Nijar.

Tampilan daerah Cikidang juga sudah mulai berubah, dahulu kita tidak menemukan angkutan kota untuk menuju ke Cikidang dan sekarang kita sudah bisa banyak menjumpai angkutan kota (angkot) walaupun belum full 24 jam.

Lalu, ia juga menambahkan, dengan diterapkannya Kawasan Ekonomi Khusus, maka pemerintah pusat provinsi ikut membantu terutama dibidang infrastruktur. Sementara pemerintah daerah akan memperbaiki pelayanan dibidang perizinan.

Hal tersebut tentu saja semakin menarik minat investor dari luar daerah untuk menanamkan modalnya dibidang perkebunan kelapa sawit karena perizinan yang semakin mudah dan juga infrastruktur yang memadai untuk memasarkan hasil dari perkebunan.

Pak Nijar juga kembali menjelaskan bahwa hal itu akan berdampak positif pada perkembangan perekonomian daerah Cikidang dan sekaligus penyerapan tenaga kerja bagi penduduk sekitar melalui kerjasama yang saling menguntungkan antar investor dan masyarakat Cikidang yang merupakan petani sawit di sana.

Keberadaan perkebunan kelapa sawit di Cikidang menjadikan daerah terpencil yang terisolasi menjadi terbuka, sehingga pertumbuhan ekonomi Cikidang menjadikan masyarakatnya lebih makmur dan merata kepada setiap penduduk Cikidang.