Mohon tunggu...
aryavamsa frengky
aryavamsa frengky Mohon Tunggu... Lainnya - A Passionate and Dedicated Educator - Dhammaduta Nusantara

Aryavamsa Frengky adalah seorang pembelajar, pendidik, juga pelatih mental untuk diri sendiri dan banyak orang.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Identitas Sekolah

15 April 2024   05:09 Diperbarui: 15 April 2024   05:14 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

www.freepik.com

"Para murid di pesisir pulau Maluku mulai takut melaut, para murid di pedalaman papua tidak lagi berani masuk ke hutan"

Ini adalah sepenggal kalimat dari sebuah buku berjudul "Sekolah Biasa Saja" yang ditulis oleh para pendiri Sanggar Anak Alam. Kalimat ini mengusik penulis untuk mengungkapkannya kembali dalam tulisan ini.

Perubahan kebijakan terkait kurikulum telah kembali berubah, setiap perubahan yang diajukan tentu merupakan perhatian yang baik dari para menteri pendidikan melihat situasi yang dibutuhkan negara agar pendidikan nasional dapat berkembang lebih maju lagi.

Namun setiap perubahan kurikulum ini tentu membawa dampak tersendiri bagi satuan pendidikan dalam pelaksanaannya. Tidak sedikit sekolah yang akhirnya meninggalkan identitas sekolah demi mengikuti kurikulum nasional yang sering kali berubah baik itu konteksnya hingga esensinya.


Melaksanakan kurikulum nasional adalah kewajiban bagi setiap satuan pendidikan, namun menegakkan identitas sekolah adalah sebuah keluhuran yang pantas untuk terus dikuatkan sebagai bentuk tanggung jawab sekolah dalam menjalankan visi dan misi organisasinya serta juga sebagai bentuk pemahaman tentang citra rasa kearifan lokal yang layak dikembangkan.

Di saat sekolah dapat mengembangkan identitasnya maka tentu sekolah tidak meninggalkan kearifan lokal yang dimilikinya, sehingga tidak lagi terjadi dimana murid di pesisir menjadi takut melaut, dan murid di perhutanan takut ke hutan. 

Mereka tentu menjadikan laut dan hutan sebagai bagian pembelajaran mereka, dan dijadikan kurikulum dalam pembelajaran mereka, di samping mereka menerapakan kurikulum nasional.

Penulis telah mengunjungi banyak sekolah yang menjadi sekolah rujukan untuk dikunjungi lantaran mereka memiliki identitas sehingga sekolah mereka unik berbeda dengan yang lainnya. Sekolah-sekolah ini tetap menjalankan kurikulum nasional namun mereka tidak melepas kurikulum identitas sekolah mereka.

Sekolah dengan identitas ini berani untuk melakukan perombakan dan mengakali kurikulum nasional agar dapat mengutamakan identitas sekolah sebagai bagian terpenting dalam pelaksanaan keseharian bersama para murid.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun