Mohon tunggu...
Arya Dewangga
Arya Dewangga Mohon Tunggu... Keep walking!

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga 20107030152

Selanjutnya

Tutup

Bola

Gagal Menang, Man United dan Villareal Tetap Lolos Final Europa League

7 Mei 2021   23:41 Diperbarui: 8 Mei 2021   00:21 78 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gagal Menang, Man United dan Villareal Tetap Lolos Final Europa League
Dok UEFA

Babak semifinal Europa League 2021 telah rampung dini hari tadi, dua tim sudah memastikan tiket partai final yaitu wakil dari Inggris Man United dan juga Villareal wakil dari spanyol. Laga leg kedua antara AS Roma vs Manchester United berakhir 3-2 untuk kemenangan tuan rumah AS Roma. Walau demikian, Man United tetap berhak melaju ke partai final Europa League berkat unggul agregat gol total 8-5 dimana di leg pertama yang berlangsung di Old Trafford  mereka berhasil membungkam serigala ibu kota dengan skor telak 6-2. Sedangkan di laga semifinal Europa League lainnya yang berlangsung di Emirates Stadium, mempertemukan antara tim tuan rumah Meriam London Arsenal vs si Kapal Selam Kuning Villarreal yang berakhir dengan skor kacamata 0-0, Arsenal yang digadang akan mencapai final dan terjadi duel All England justru gagal karena saat bertandang ke Spanyol harus takluk 2-1 atas tim tuan rumah Villareal di leg pertama.

Pada pertandingan semalam yang digelar di Olimpico Roma, tim tamu Man United yang telah mengantongi modal kemenangan besar 6-2 di Old trafford pekan lalu tetap tampil menyerang seperti biasanya dengan formasi 4--2-3-1, Pelatih Man United Ole Gunnar Solskjaer mempercayakan ujung tombak pada Edinson Cavani yang menjadi bintang kemenangan di leg pertama, serta memasang duet Bruno Fernandes dan Paul Pogba untuk mengatur lini tengah Setan Merah. Di kubu tuan rumah AS Roma juga memasang satu striker tunggal di lini depan yang dipercayakan pada sosok Edin Dzeko.

Babak pertama dimulai, tuan rumah AS Roma langsung tampil menyerang karena mereka dituntut setidaknya mencetak 4 gol tanpa balas ke gawang tim tamu Man United. Sebenarnya AS Roma berhasil menguasai jalannya laga di babak pertama, mereka berkali-kali melepaskan tembakan ke gawang tim tamu, namun ketangguhan kiper Man United David De Gea patut diacungi jempol. David De Gea tampil luar biasa dibawah mistar gawang, De Gea  setidaknya bisa menggagalkan 5 peluang emas para pemain As Roma di babak pertama. Karena terlalu fokus untuk mencetak gol AS Roma dikejutkan dengan serangan balik cepat Man United, Fred menjadi aktor protagonis berkat assist cerdasnya kepada Edinson Cavani di menit 39', Cavani yang berhasil lolos dari jebakan offside tinggal  berhadapan satu lawan satu dengan Antonio Mirante kiper AS Roma, ia berhasil menceploskan bola ke gawang tim Serigala Ibu Kota yang membuat skor menjadi 0-1 untuk tim tamu sekaligus menutup jalannya babak pertama.

Meski tertinggal 0-1 tak membuat mental para pemain AS Roma down, mereka sadar beban mereka bertambah dengan diharuskan mencetak 5 gol. Di menit 57' usaha tuan rumah membuahkan hasil, Edin Dzeko sukses mencetak gol sundulan untuk menyamakan skor menjadi 1-1 memanfaatkan tendangan voli dari Pedro. Tak berselang lama AS Roma berbalik unggul 2-1, Tendangan keras Bryant Cristante ke pojok gawang tak mampu dihalau David De Gea. Gol dari Crstante menbuat semangat para pemain AS Roma meningkat, Edin Dzeko cs terus membordir gawang yang dikawal Davis De Gea berulang kali, namun berulang kali pula usaha tuan rumah mampu digagalkan kiper asal Spanyol itu.

Tim tamu Man United yang terus di bombardir tuan rumah justru mampu menyamakan skor menjadi 2-2 dimenit 68' yang lagi-lagi dicetak oleh striker asal uruguay Edinson Cavani dengan sundulan kerasnya meneruskan umpan cantik Bruno Fernandes. Gol Cavani menambah beban berat kepada tuan rumah, mereka dibuat frustasi karena kesulitan mencetak gol. Tuan rumah baru bisa kembali memimpin berkat gol telat Nicola Zalewski di menit 83' . Hingga wasit meniup peluit panjang tak ada lagi gol tercipta, skor 3-2 menutup lagi. Meski menang AS Roma tetap gagal lolos ke final karena masih kalah agregat gol.

Sementara di laga semifinal lainnya, Meriam London Arsenal yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah hanya perlu menang 1-0 saja atas Villareal karena sudah memiliki bekal 1 gol tandang ketika melawat ke Spanyol. Namun sangat disayangkan, tim Meriam London gagal mencetak satu gol pun ke gawang tm tamu selama 90 menit laga berjalan. Tim asuhan Mikel Arteta sangat kesulitan mencetak gol dilaga ini, meski terus mendominasi jalannya laga tak membuat usaha para pemain menjadi mudah. Pasukan London Merah bertubi-tubi melancarkan serangan ke gawang si Kapal Selam Kuning, namun keberuntungan tak juga menemui mereka.

Striker sekaligus kapten Arsenal, Pierre Emerick Aubameyang tampil tumpul dilaga ini, Ia 2 kali gagal memaksimalkan peluang yang dimiliki. Usaha Aubameyang 2 kali digagalkan oleh tiang gawang, pertama ketika  melepaskan tembakan first time dan yang kedua usaha sundulan memanfaatkan umpan Hector Bellerin lagi-lagi masih membentur tiang gawang. Mikel Artera mencoba menambah daya gedor di lini depan arsenal dengan memainkan wornderkidnya  Gabriel Martinelli, namun usahanya sama saja menemui jalan buntu. Hingga 90 menit laga bubar tak ada gol tercipta. Skor 0-0 membuat Arsenal gagal lolos ke final karena kalah agregat gol 1-2 atas tamunya Villareal.

Villareal memang kurang dijagokan untuk juara kompetisi ini,namun kehadiran sosok Unai Emery sebagai pelatih Villarreal akan sangat berpengaruh, mengingat prestasi pelatih asal Spanyol ini akrab dengan gelar juara Europa League. Unai Emery pernah mencatatkan rekor dengan menjuarai kompetisi Europa League 3 kali secara beruntun di tahun 2014-2016 lalu ketika masih menahkodai tim Spanyol lainnya Sevilla.Partai final Europa League 2021 sendiri rencananya  akan digelar pada 27 Mei 2021 di Stadion Miejski, Gdansk.

VIDEO PILIHAN