Mohon tunggu...
arya baharu
arya baharu Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Jember

Perencanaan Wilayah dan Kota

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Penyediaan Anggaran terhadap Infrastruktur

30 Maret 2020   11:28 Diperbarui: 30 Maret 2020   11:29 0 0 0 Mohon Tunggu...

Infrastruktur merupakan akses atau jaringan yang berbentuk layanan dan fasilitas untuk memudahkan atau menunjang kegiatan manusia di sehari-hari, juga akan mempercepat pemerataan pembangunan melalui pembangunan infrastruktur yang sudah di sediakan dengan kebutuhan masing-masing, sehingga antar wilayah mendorong investasi baru, perekonomian masyarakat serta lapangan pekerjaan baru.

Dalam infrastruktur sangat penting peranannya dan juga sangat dekat dengan kita. Ada tiga jenis infrastruktur yaitu infrastruktur keras, infrastruktur keras non-fisik, dan infrastruktur lunak. Yang pertama infrastruktur keras terdapat jalan raya, dandara, got, saluran irigasi, kereta api, pelabuhan, dermaga, dan lain-lain. Yang kedua yaitu infrastruktur non keras berupa ketersediaan air bersih, jaringan listrik, jaringan komunikasi dan lain -- lain. Dan yang trakhir infrastruktur lunak berupa pelayanan kantor pos, pelayanan polisi, puskesmas, pelayanan kelembagaan pemerintah lainnya.

Infrastruktur dapat dibedakan menjadi seperti social, fisik, dan financial. Social meliputi sumber daya manusia yang dapat memajukan kualitas hidup  suatu masyarakat dan bisa meningkatkan produktif kerja. Fisik meliputi penyeriaan air, transportasi, jaringan listrik, dan telekomunikasi. Infrastruktur Fisik sangat mendukung pada pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi biaya transaksi dan juga menciptakan investasi yang banyak, serta lapangan kerja. Yang trakhir infrastruktur finansial yang juga bekerja sama dengan perbanka, pajak, pos wakil kinerja finansial negara.

Infrastruktur selalu mendukung akan berdampaknya kepada kesejahteraan suatu negara, baik itu dalam kesejahteraan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat. Sejumlah negara banyak yang menilai bahwa negara yang berhasil dapat di lihat dari pembangunan infrastruktur. Yang menandakan dalam suatu perekonomian di negara tersebut itu lancar. Seperti yang terdapat di negara cina yang memiliki infrastruktur yang sangat canggih. Di negara cina mempunyai moda transportasi yang mendukung kesejahteraan masyarakatnya.

Di negara cina juga memiliki kereta listrik yang menjadi tercepat se asia, hal tersebut di buat karrena mereka menilai suatu waktu itu sangat penting atau berharga. Orang cina bekerja, pergi kesekolah maupun beraktifitas lainnya pasti sering menggunakan kereta api listrik. Disana dalam segi infrastruktur pejalan kakinya pun sangat nyaman dan di pergunakan dengan baik. Karena di negara cina jarang terjadi kemacetan karena kebanyakan masyarakatnya menggunakan infrastruktur yang sudah di sediakan, sebab aman dan nyaman.

Saat ini Indonesia telah terjadi gencar-gencarnya pembangunan infrastruktur demi membangun pembangunan kerkelanjutan yang lebih modern dan juga bertujuan untuk meningkatan perekonomian negara, serta memudahkan akses distribusi logistic. Indonesia juga mempunya keinginan seperti negara-negara sekitarnya yang lebih maju yang di akibatkan adanya infrastruktur yang menjadi kan tujuan utama dalam masa jabatannya.

Dalam masa pemerintahan Ir. Jokowi ingin meningkatkan pembangunan infrastruktur dengan membangun infrastruktur di luar pulau jawa agar terjadi pemerataan yang adil dan sama dengan pulau jawa. Tujuan dari mebenahi infratruktur di Indonesia yaitu agar nanti para investor asing yang masuk mendapatkan imbas pada perekonomian Indonesia. Tidak mungkin ada salah satu investor yang ingin berinvestasi di suatu daerah dan blom ada akses seperti jalan, bandara, jaringan listrik, dan jaringan internet. Pasti akan di persulit untuk terjadinya investasi di daerah tersebut.

Rencana pembangunan infrastruktur yang telah berjalan setengah ini banyak yang menimbulkan polemik, karena yang di takutkan akan mempengaruhi APBN (Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Negara). Dalam dasar hokum APBN di diatur dalam UUD 1945 Amandemen IV pasal 23.  Anggaran belanja negara yang setiap tahunnya meningkat yang awalnya Rp. 2.220,7 triliun melonjak menjadi Rp.2.461,1 triliun rupiah menyebabkan dari sejumlah pihak. Karna itu dalam penyediaan dana infrastruktur menjadi sebuah kekhawatiran, karena ada sejumlah proyek infrastruktur yang akhirnya mangkrak dikarenakan dana yang digunakan kurang. Hal ini juga akan memepengaruhi terhadap hutang Indonesia yang ikut menambah.

Pendanaan yang berlebihan bagi pembangunan infrastruktur terdapat banyak pro dan kontra. Sepeti yang perna di ungkapkan oleh mantan bapak presiden kita yaitu bapak SBY yang di ungkapkan dalam artikel kompas bahwa bapak presiden Jokowi yang terlalu ambisi dalam membangun infrastruktur, menurut pemerintah juga di minta lebih memperhatikan keuangan negara yang semakin lama semakin menurun.  Maka dari itu banyak pembelajaran negara yang membuat pemerintah harus pintar-pintar dalam mencari sebuah solusi. Salah satunya dengan menggiatkan pajak. Pemerintah juga harus memperketat perpajakan yang terdapat di Indonesia. Pajak inilah yang nantinya akan menjadi sumber pendapatan negara.

VIDEO PILIHAN