Adjat R.  Sudradjat 2
Adjat R. Sudradjat 2 Freelance

Ingin terus menulis sampai tak mampu lagi menulis (Ehm!)

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Akan Berhasilkah Prabowo-Sandiaga Uno Merebut Suara Emak-emak?

12 September 2018   11:57 Diperbarui: 12 September 2018   12:38 288 0 0
Akan Berhasilkah Prabowo-Sandiaga Uno Merebut Suara Emak-emak?
Sandiaga Uno Dikerubungi Ibu-ibu (Sumber: Tribunnews.com)

Emak-emak, kata lain dari Ibu-ibu, dan lebih tepatnya lagi kaum perempuan, menjadi prioritas bidikan kedua kubu pasangan capres dan cawapres yang akan bertarung pada Pilpres 2019 mendatang. Sejak sekarang ini kedua kubu, Jokowi-Ma'ruf Amin vs. Prabowo-Sandiaga Uno, masing-masing sudah gencar memasang taktik dan strategi agar Emak-emak jatuh hati. Mau memberikan suaranya kepada bakal calon pemimpin negeri ini, tentu saja.

Bisa jadi pasangan Prabowo-Sandi merupakan pasangan yang bergerak cepat untuk menggaet emak-emak. Adalah mantan wakil gubernur DKI, Sandiaga Uno yang begitu getolnya mendatangi kelompok yang melahirkan umat manusia ke dunia ini. Kondisi nilai rupiah yang sedang melemah, menjadi wacana yang tak habis-habis dieksploitasinya. Salah satunya dengan mengangkat kesusahan hidup, seperti harga kebutuhan hidup sehari-hari, yakni sembilan bahan pokok yang tidak stabil.

Bahkan gaya bahasa hiperbola Sandiaga pun yang belakangan ini kerap mengemuka, seperti tempe yang setipis kartu ATM, atawa nilai uang Rp 100 ribu sangat rendah bila dibanding empat tahun lalu, selalu menjadi viral di media sosial.

Mungkin saja rasa percaya diri atas kedekatan kubu Prabowo-Sandiaga Uno dengan emak-emak lumayan tinggi., karena sebelumnya di Jakarta ada sekelompok emak-emak yang mendeklarasikan dukungannya kepada kubu capres dan cawapres yang diusung partai Gerindra, PAN, PKS, dan partai Demokrat itu. 

Akan tetapi meskipun loyalitas kaum perempuan lebih tinggi bila dibandingkan dengan kaum lelaki, bisa jadi pula kaum perempuan tidak sesederhana itu dalam menilai calon pemimpin negerinya. Faktor lain pun akan ikut juga menentukan pilihannya.

Semisal masalah etos kerja dan hasilnya yang sudah nyata, adalah hal yang tentu saja akan ikut menentukan juga. Sebaliknya kalau sekedar berwacana, dan mengumbar janji setinggi langit, tidak menutup kemungkinan hanya bakal dianggap tukang jual kecap belaka. Sedangkan buktinya nol besar ternyata. Terlebih lagi masa kerja Sandiaga saat menjadi wakil gubernur DKI yang cuma seumur jagung, maka prestasinya pun menjadi tanda tanya besar pula.

Terlebih lagi kaum perempuan dalam menilai memang lebih teliti lagi dibanding kaum lelaki. Misalnya dalam hal keharmonisan rumah tangga calon pemimpin yang akan dipilihnya ikut menentukan juga.

Selama ini bangsa Indonesia dari kota hingga pelosok desa mengetahui, siapa Prabowo yang bakal maju jadi kandidat Presiden untuk kedua kalinya itu. Andaikan saja Tuhan memberi kesempatan untuk menang di pilpres 2019 mendatang, emak-emak pun bakal bertanya: Siapa First Lady, atawa Ibu Negara  yang bakal mendampinginya dalam setiap acara kenegaraan?

Penilaian kaum perempuan pun tak syak lagi bakal sampai pada: Bagaimana bisa mengurus negara. Istri pendamping hidupnya saja tidak punya...

Atawa jangan-jangan mereka yang tempu hari mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan itu sedang berupaya untuk dapat terpilih menjadi pasangan hidupnya?

Entahlah. Yang jelas, hati perempuan siapa yang tahu? ***