Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Penulis

Orang biasa. Tinggal di desa. Masih sedang terus belajar mengeja aksara.

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara highlight

Legawa Menerima Kekalahan dan Siap untuk Mengawal

20 April 2017   20:25 Diperbarui: 20 April 2017   22:33 428 5 1
Legawa Menerima Kekalahan dan Siap untuk Mengawal
Ahok bersalaman dengan Anies Sumber: Kompas.com

Hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran ahir, menunjukkan pasangan calon nomor urut tiga, Anies-Sandi unggul 58%. Sementara pasangan calon nomor urut dua, Ahok-Djarot hanya meraup dukungan 42% saja. Kemungkinan besar hasil quickcount yang dilakukan beberapa lembaga survey itu tidak akan jauh berbeda, malahan bisa juga sama dengan hasil real count KPU DKI Jakarta nanti pada waktunya.

Apa boleh buat, Ahok-Djarot, termasuk seluruh pendukungnya, sebelum real count diumumkan pun sudah langsung melemparkan handuk ke tengah arena, mengakui kekalahan dari Anies-Sandi dalam “Perang Badar” – seperti dikatakan Anies R. Baswedan sehari sebelum berlangsungnya waktu pemungutan suara, yang berlangsung begitu ketat, dan lumayan menegangkan karena penuh dengan dinamika.

Sikap Ahok-Djarot yang ikhlas, legawa, dan demikian dewasa dalam menerima kenyataan - yang secara manusiawi begitu pahit dirasakan – paling tidak telah menunjukkan suatu kematangan di dalam kehidupan berdemokrasi, dan merupakan suatu hal yang langka ditemukan selama ini, di negeri ini.

Oleh karena itu, sikap Ahok-Djarot tersebut sudah seharusnya diikuti pula oleh para pendukungnya. Terhadap saudara, teman, dan tetangga yang kemarin bersitegang karena berbeda pilihan, alangkah indahnya untuk kembali bersalaman, untuk menumbuhkan lagi kemesraan, dan melenyapkan segala kebencian maupun permusuhan.

Maka dengan demikian, sikap Ahok-Djarot, dan pendukungnya tersebut, bisa jadi merupakan sesuatu yang bisa diteladani oleh masyarakat di daerah, juga oleh mereka yang akan mengikuti perhelatan demokrasi, baik itu Pemilu legislatif, maupun Pilpres dan Pilkada. Bila mengalami kekalahan haruslah diterima dengan lapang dada. Bukan malah membuat kerusuhan dengan penuh amarah dan dendam yang tak berkesudahan.

Terlepas dari itu, kiranya patut digarisbawahi juga, meskipun bukan jagoannya yang nanti bakal jadi Gubernur dan wakil Gubernur, pendukung Ahok-Djarot pun seyogyanya harus menerima kehadiran Anies-Sandi sebagai ‘pelayan’ (Jika Anies-Sandi sudi disebut demikian), apabila nanti sudah dilantik Presiden pada waktunya. Karena sejak itu pula Anies-Sandi sudah menjadi milik seluruh warga DKI Jakarta.

Apalagi jika warga Jakarta masih mengingat janji-janji yang dilontarkan Anies-Sandi saat kampanye lalu, sudah seharusnya dikawal senantiasa agar mampu diwujudkan di bawah kepemimpinannya dari mulai 2017 ini hingga 2022 nanti.

Ada pun janji kampanye Anies-Sandi yang tercatat, paling tidak ada 23 program yang hendak direalisasikannya. Dari 23 program itu, ada tiga program prioritas. Ketiganya adalah mendorong warga menjadi wirausahawan melalui program OK-OCE; jaminan pendidikan yang tuntas dan berkualitas melalui program KJP Plus; dan penyediaan barang kebutuhan pokok yang terjangkau lewat penyederhanaan rantai distribusi.

Apabila melihat program yang menjadi prioritas itu saja, bisa jadi akan membuat masyarakat di luar Jakarta menjadi iri dibuatnya. Karena sejak mulai Anies-Sandi bekerja di Balai Kota, bakal tak tampak lagi ada pengangguran, dan preman yang berkeliaran di seantero pelosok kota Metropolitan. Semua warga Jakarta sudah barang tentu, kalau tidak menjadi karyawan, maka mereka akan sibuk sebagai wirausahawan berkat program OK-OCE. Demikian juga di setiap kolong jembatan, di saban perempatan jalan, tidak akan ditemui lagi anak-anak putus sekolah bergelandangan berkat KJP Plus. Begitupun dengan ibu-ibu rumah tangga kemungkinan besar tidak akan menggerutu lagi karena sulit dan mahalnya sembako, sebab sudah disederhanakan rantai pendistribusian dan harganya. Pokoknya warga Jakarta akan dimanjakan dalam kehidupannya.

Tidak hanya itu saja, masalah transportasi pun kata Anies bahwa konsep integrasi dengan OK O Trip. Karena, menurutnya, konsep itu akan menyambungkan seluruh moda transportasi mulai dari mikro bus hingga LRT dan MRT. Sehingga warga Jakarta sejak Anies-Sandi dilantik akan menikmati bepergian biaya yang sangat murah ke setiap wilayah Jakarta.

Sedangkan dalam urusan perumahan, sudah tentu ke depan tidak akan ada lagi warga Jakarta yang kebingungan untuk mendapatkan tempat tinggal. dengan DP 0 persen, mereka yang belum memiliki rumah, akan dengan mudahnya memdapatkan tempat tinggal yang nyaman.

Bisa jadi jika seluruh janji kampanye Anies-Sandi dapat segera terealisasi, akan membuat warga di luar Jakarta pun akan menuntut kepala daerahnya untuk bisa berbuat seperti Gubernur dan wakil Gubernur baru di DKI Jakarta, atawa paling tidak ingin pindah ke Ibukota untuk ikut menikmatinya.

Begitu juga dengan komitmen untuk menghentikan proyek reklamasi dan menutup hotel Alexis, patut kiranya untuk ditunggu pembuktiannya. Bahkan kedua hal itu pun termasuk yang paling dikritisi Anies-Sandi ketika kampanye beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, mari kita kawal semua janji  yang pernah diucapkan Anies-Sandi. Bagaimanapun yang dinamakan janji, adalah wajib hukumnya untuk ditepati, dan merupakan dosa besar bila dipungkiri.