Mohon tunggu...
Arnold C.Turang
Arnold C.Turang Mohon Tunggu... Petani - Bersama Merawat dan Pelihara Bumi Rumah Kita Dengan Bermartabat

Serva Ordinem et Ordo Servate - Verba volant Scripta manent

Selanjutnya

Tutup

Teknologi Pilihan

Anda Harus Tahu, Terobosan Inovasi Teknologi Pindah Kelapa di era Revolusi Industri 4.0

23 Oktober 2021   19:00 Diperbarui: 24 Oktober 2021   08:01 226 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi: Tanam Cikal Kelapa Bido di Halaman BPTP Sulut

Kita sudah banyak mengenal inovasi teknologi tanam pindah untuk tanaman. Baik itu tanaman padi, sereh, bawang-bawangan dan jenis tanaman horti dan flori lainnya. Tapi ketika kita mendengar tanam pindah pohon kelapa, barang kali kita terhentak dan berpikir... Apa bisa ya?.

Karena dalam benak kita, tanaman kelapa ditanam cikal bakalnya atau tunas kelapa, yang menjadi logo kepanduan Indonesia yaitu Gerakan Pramuka Indonesia. Namun kali ini, seiring dengan derasnya revolusi industry 4.0 yang memudahkan 'segalanya', maka tanam kelapa bukan tidak mungkin, yang sudah berbuahpun dapat ditanam.

Bersua dengan pakar kelapa dari Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (kementan) kepala Balai Penelitian Kelapa Manado di masanya, dan kini menakodai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kemtan di Sulawesi Utara, banyak inovasi dan ilmu baru didapat dari Dr.ir.Ismail Maskromo,MSi.

Kata Putra Minahasa Asal Jaton (JawaTondano), bahwa: Badan Litbang Kementerian Pertanian, saat ini telah hasilkan banyak inovasi teknologi. Ada sekitar 600 inovasi teknologi yang telah dihasilkan dan terus dihilirkan spesifik local daerah. Bahkan, sudah terbukukan dan siap melayani anak bangsa, ketikan kita ingin gunakan.

Sebagi contoh: Inovasi teknologi perkelapaan. Para inventornya yang bergelut untuk temukan keunggulan tanaman kelapa bagi anak bangsa, terus berinovasi. Dari tanaman kelapa yang kita kenal tinggi-tinggi sampai tanaman kelapa yang dapat dipetik oleh anak umur 5-6 tahun, sudah dihasilkan.

Inovasi Teknologi anak bangsa, tidak diragukan lagi. Ismail, menuturkan: BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, harus menjadi terdepan hilirkan inovasi teknologi perkelapaan. Karena Sulawesi Utara, memaskotkan tanaman kelapa sebagai entitas daerahnya Nyiur Melambai.

Sebagai sumber inovasi teknologi spesifik local di Sulawesi Utara, untuk semua komoditas tanaman pertanian, BPTP Sulut harus unggul dalam inovasi teknologi perkelapaan didalamnya. Inovasi-inovasi persandingan tanaman kelapa dengan ternak, dengan tanaman pertanian lainnya sudah ada.

Balitbangtan Kemtan di Balit Palma, sudah hasilkan inovasi teknologi turunan dari tanaman kelapa. Itu harus terhilirkan dan berkontribusi positif terhadap pendapatan daerah dan terutama masyarakat. BPTP katanya akan 'ke'ke' agar inovasi karya anak bangsa, jadi tuan dan raja di negerinya. Bahkan harapnya, kita jangan terus bangga teknologi luar, teknologi kita lebih adaptif, karena hasil kita.

Inovasi Teknologi Tanam Pindah (Tapin) di tanaman pangan, bila di kelapa jadi teknologi Gali Pindah (Gapin) tanaman. Teknologi ini, sudah banyak dilihat, tapi kurang familiar. Karena kadang/jarang melihat hal tersebut. Padahal itu sangat potensi pendapatan petani, ketika ditekuni.

Seiring kemajuan dalam dinamika Revolusi Industri 4.0, dalam mendesign lanscap taman kantor dan perumahan, inovasi teknologi ini mulai mewarnai. Dan hal itu, menjadi sumber pendapatan baru petani. Karena untuk harga jual tanaman dapat mencapai 10 jutaan per tanaman sesuai varietas, jenis tanaman dan umur tanaman.

Cukup menarik dan beruntung diskusi dengan pakar kelapa Balitbangtan Kemtan. Kata Ismail, inovasi baru ini, harus diperkenalkan. Karena dalam memindahkan tanaman, selain mempertimbangkan keselamatan tanaman yang akan di pindahkan, tentu harus ada tekniknya. Dari hasil evaluasi pakar kelapa yang menakodai BPTP Sulut, setelah beberapa kali memindahkan tanaman, itu harus perhatikan teknik kemas tanaman agar aman dan tumbuh baik di tempat tujuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Teknologi Selengkapnya
Lihat Teknologi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan