Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Muncikari, Endang Tantri dan Madame Claude

11 Januari 2019   13:14 Diperbarui: 11 Januari 2019   13:30 482 4 0
Muncikari, Endang Tantri dan Madame Claude
Madame Claude, Marlon Brando, Kennedy dan Ghadaffi I Gambar : Culturetrip

Gadis-gadis Madame Claude sangat menggairahkan sampai-sampai seorang Shah Iran setiap minggu mengurus penerbangan untuk mereka. Tidak sedikit dari gadis-gadis itu  akhirnya menikah dan sekarang tersenyum di halaman baru kediaman mewah mereka.

Hari itu Endang dan Tantri sedang bahagia. Menjemput rejeki di tahun 2019, kata mereka dalam hati. Handphone di tangan mereka bergantian  berdering.  Setelah diangkat, di ujung telepon, klien mereka, seorang pengusaha berinisial R, hanya ingin memastikan semua sudah beres. 

R kerap menyebut mereka sebagai muncikari atau germo.  Sebenarnya Endang dan Tantri tidak suka dipanggil demikian. Endang yang kerap dipanggil Tante Siska menyebut bahwa mereka hanya saling tolong menolong, bukan pengambil keuntungan.  R ingin dipuaskah syahwatnya, sedangkan mereka hanya mencari perempuan yang membutuhkan lebih banyak  uang.

Surabaya mendung sebagian hari itu, di kota ini transaksi seks akan dilaksanakan. Hotel sudah disiapkan. R sedang dalam perjalanan, sedangkan "Angel" kabarnya barusan mendarat. Seorang artis . Selain mengurus Angel ada seorang model yang juga  meminta tolong. Namanya juga bagus Avriella.

Dua kamar hotel telah dipastikan oleh mereka, bersih dan rapi.  Tak lama kemudian  R tiba begitu juga  Angel yang tidak mau terlalu lama membuang waktunya.  

Sedangkan Endang dan Tantri sudah cukup puas mengatur janji sekaligus fasilitas bagi orang yang mereka "tolong". Kedua wanita tersebut beristirahat sejenak, lupa bahwa  aktivitas mereka dapat dijerat hukum.

Sial bagi mereka di siang bolong.  Ketika klien mereka sedang indehoi, penggerebekan terjadi. Angel, Avriella dan R ditangkap pihak kepolisian, Endang Tantri juga ikut digelandang. Wajah mereka amat kusam hari itu.

Sesudah itu hari-hari mereka menjadi amat gelap, 80 Juta rupiah untuk membeli bola lampu sebanyak apapun tidak mampu membuat hari mereka kembali menjadi cerah. Mereka diinterogasi tak henti-hentinya. Angel dilepaskan, identitas R bahkan terkesan ditutup-tutupi.

Endang dan Tantri seperti ditinggalkan. Mengaku mengenal 45 artis dan 100 model di daftar mereka, tapi belum tentu mereka dikenal.  Bukankah begitu nasib para muncikari setelah situasi menjadi sulit?

Endang dan Tantri sendirian. Berulang kali mereka mengatakan bahwa mereka hanya menolong teman, semakin dekatlah mereka dengan jeruji penjara.  Mereka terancam dijerat dengan pasal berlapis UU ITE dan UU Prostitusi yang dapat membuat mereka dihukum  7 tahun penjara. 

Endang dan Tantri harus menghadapi itu semua sebagai nasib seorang muncikari.

***

Kisah Endang Tantri sebagai muncikari ini mengingatkan akan Madame Claude. Jika dibandingkan dengan Madame Claude, prestasi Madame Claude dengan Endang Tantri,   ibarat langit dan bumi, namun nasib mereka bisa dikatakan berakhir sama.

Terlahir di kota kecil Angers, Prancis  6 July 1963, wanita berwajah datar ini bernama asli Fernande Grudet. Muncikari ternama ini mengalami masa kejayaan tahun 1960-an hingga 1970-an. Tidak pernah ada Madam yang berbakat atau sukses dalam sejarah prostitusi modern. Meski bekerja sebagai Muncikari, namun Madame Claude sangat dihormati.

Selain para pemimpin dunia dan elite Hollywood, para duta besar, bangsawan dan raja-raja dari Timur Tengah juga memanfaatkan jasanya. Gadis-gadis di bawah asuhannya memang sangat menggairahkan.

Saking sangat menggairahkan sampai-sampai seorang Shah Iran setiap minggu mengurus penerbangan untuk kedatangan mereka dari Paris.

Bagi Madame Claude kata kuncinya adalah kehormatan.  Madame Claude tidak menyukai kata "pelacuran" atau prostitusi dilekatkan pada dirinya maupun bisnisnya. Dia juga melarang penggunaan kata "klien." Ini adalah kata-kata rumah bordil dan rumah-rumah yang kotor, najis baginya.

Klien adalah "teman" -nya, "bahkan" keluarga "-nya, dan mereka di dalamnya termasuk raja---Shah Iran, yang memiliki perintah tetap mingguan untuk gadis-gadis Claude dalam penerbangan kerajaan ke Teheran pada hari Jumat adalah  seorang raja Timur Tengah.

Selain raja, ada pula presiden, menteri, duta besar, dan banyak" pemimpin industry. Untuk bagian terakhir,  tampaknya gadis-gadis Madame Claude adalah langganan penguasa  industri di Italia.

Klien papan atas ini tertarik jelas karena layanan gadis panggilan dengan kualitas tinggi dan eksklusivitas. Hal ini nampak pada saat itu bahwa "gadis-gadis Claude" adalah tidak dapat dibedakan dari wanita muda paling cantik saat itu di Prancis, bahkan berkencan dengan para wanita ini bisa disebut sebagai sebuah kehormatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3