Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Menyoal Kegusaran Jose Mourinho tentang Bek Tengah Manchester United

10 Agustus 2018   19:23 Diperbarui: 11 Agustus 2018   10:09 844 2 1
Menyoal Kegusaran Jose Mourinho tentang Bek Tengah Manchester United
Jose Mourinho dan Eric Bailly I Gambar : Soccer Laduma

Bursa transfer pemain Premier League resmi ditutup kemarin malam waktu Indonesia. Klub-klub Premier League tidak dapat lagi membeli pemain baru dan bersiap memulai laga yang sudah dimulai akhir pekan ini.

Di tengah pergerakan transfer yang memang tidak terlalu ramai, pelatih Manchester United, Jose Mourinho menjadi pelatih yang paling terlihat gundah gulana seusai penutupan transfer.

Mourinho diliputi kegusaran karena hasratnya untuk menambah kekuatan di sektor bek tengah--sektor yang dirasa paling lemah MU tidak dapat tercapai. Hingga tenggat akhir transfer tidak ada nama bek tengah baru apalagi berstatus bintang yang masuk.

Padahal nama-nama seperti Toby Alderweireld (Hotspurs), Jose Gimenez (Atletico Madrid) dan bek tengah timnas Inggris Harry Maguire (Leicester) gencar diberitakan akan bergabung dengan skuad Red Devils.

Toby Alderweid gagal ke MU I Gambar : daily star
Toby Alderweid gagal ke MU I Gambar : daily star
Mourinho merasa sektor bek tengah dirasa kurang dalam ditambah lagi dengan penampilan tidak konsisten dari duet yang selama ini diandalkan yaitu, Eric Bailly dan Victor Lindelof.

Sebenarnya ada Chris Smalling dan Marcos Rojo, namun sama saja karena Mou merasa kedua pemain itu tidak mampu menampilkan performa yang memuaskan dan terlalu sering mengalami cedera.

Di sisi lain, sektor ini menjadi sangat penting karena dalam gaya sepak bola pragmatis ala Mou, pertahanan menjadi salah satu prioritas utama.

Lalu bagaimana caranya agar pelatih berjuluk The Special One Mourinho dapat mengatasi persoalan tersebut dan dapat membawa MU berprestasi lebih baik dari musim lalu? Dilansir dari berbagai sumber, paling tidak ada 3 (tiga) hal yang dapat dilakukan oleh Mourinho.

Pertama, mencoba gelandang Nemanja Matic menjadi bek tengah. Meskipun dapat disebut sebagai rencana gila, namun memainkan gelandang sebagai bek tengah bukanlah hal baru di dunia sepak bola.

Sebut saja Josua Kimmich yang pernah dimainkan Bayern sebagai bek tengah setelah sebelumnya bermain sebagai gelandang bertahan. Bahkan yang terakhir, Kimmich sudah diplot dan sukses sebagai seorang bek kanan.

Javier Mascherano saat masih bermain di Mascherano juga melakukan hal serupa. Bermain di posisi asli sebagai gelandang bertahan, di akhir karirnya di Barca, Mascherano lebih banyak dipasang mendampingi Gerard Pique sebagai bek tengah.

Nemanja Matic, mungkinkah menjadi bek tengah bagi MU? I Gambar : Daily Star
Nemanja Matic, mungkinkah menjadi bek tengah bagi MU? I Gambar : Daily Star
Melihat kapasitas dan karakteristik Matic, maka hal ini perlu dicoba oleh Mourinho sekaligus membuat lini tengah MU juga semakin longgar karena setelah kedatangan Fred (Shatkhar Donetsk), lini tengah MU juga termasuk salah satu sektor yang mengalami penumpukan pemain. Masih ada Fellaini, Ander Herrera, Scott Mctominay dan tentu saja pemain peraih Piala Dunia 2018, Paul Pogba.

Kedua, menciptakan bek tengah yang hebat dari pemain yang ada sekarang. Salah satu kelebihan Mourinho dalam karirnya adalah melahirkan pemain yang berposisi bek tengah untuk dapat tampil lebih hebat.

Sebut saja Ricardo Carvalho yang dididik Mourinho kala masih bermain di FC Porto dan diboyong ke Chelsea. Ada pula Walter Samuel dan Ivan Cordoba (Inter Milan) dan terakhir Raphael Varane, bek Real Madrid yang diorbitkan oleh Mourinho saat melatih Real Madrid.

Mourinho dan Ricaldo Calvalho saat masih di Chelsea I Gambar : Sky Sports
Mourinho dan Ricaldo Calvalho saat masih di Chelsea I Gambar : Sky Sports
Artinya awal musim ini tidak ada pilihan lain bagi Mourinho untuk menggenjot bek tengah yang masih berusia muda miiknya seperti Eric Bailly dan Lindelof (berusia 24 tahun) agar semakin matang dan berharap Phil Jones, Chris Smailling dan Marcus Rojo (berusia 28 tahun) dapat tampil lebih baik. Solusi ini sejatinya dapat berjalan asal pemain yang disebutkna di atas tidak sering menderita cedera seperti musim lalu.

Ketiga, mengorbitkan pemain tak dikenal dari level junior. Salah satu keberhasilan Mou soal mengorbitkan pemain tidak dikenal adalah soal fenomena Scott McTominay.

Gelandang muda tersebut tampil istimewa dan bahkan hampir membuat MU lupa bahwa memiliki gelandang termahal mereka, Paul Pogba. McTominay yang sebelumnya tidak dikenal menjadi bahan pembicaraan seiring penampilan MU yang mampu menjadi pesaing paling diperhitungkan bagi sang kampiun, Manchester City.

Keberhasilan tersebut itulah yang diharapkan musim ini dapat dilakukan oleh Mourinho khususnya di sektor belakang. Sebenarnya ada nama Timothy Fosu-Mensah yang dapat menjadi kandidat setelah kembali dari masa peminjaman dari Crystal Palace.

Bahkan Mensah yang baru berusia 20 tahun tersebut sempat menawarkan diri menjadi solusi dari permasalahan bek tengah. Sayang pada hari terakhir batas transfer, Mensah malah dipinjamkan lagi ke Fulham sebagai pemain pinjaman. Mourinho perlu berpikir lebih keras lagi.

Sayangnya situasi ini tak bisa lama-lama dicari solusinya. Besok Mourinho sudah harus membawa timnya berhadapan dengan Leicester City dalam pertandingan perdana Premier League. Mou harus bisa membuktikan bahwa tanpa transfer bek tengah yang diinginkannya MU tetap dapat tampil baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2