Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... #FB : Arnold Adoe # Insta : Arnold_Adoe # Twitter : Arnold Adoe

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Transfer Coutinho dan Menyoal Kesetiaan Pemain Asal Brasil

7 Januari 2018   12:23 Diperbarui: 7 Januari 2018   16:24 1567 6 5
Transfer Coutinho dan Menyoal Kesetiaan Pemain Asal Brasil
Coutinho tak lagi di Liverpool I Gbr : Bola

"Philippe bersikeras dengan saya, pemilik dan bahkan rekan setimnya, kepindahan ini sangat ia inginkan. Terlepas dari itu, kami berhasil memertahankan sang pemain di sini selepas bursa transfer musim panas, berharap kami bisa membujuknya bertahan dan menjadi bagian dari yang ingin kami lakukan. Ini impiannya dan saya sekarang yakin tidak ada di tim kami bisa mengubah pikirannya," curhat Juergen Klopp, Pelatih Liverpool.

Liverpool harus kehilangan pemilik no. 10 mereka, Coutinho yang secara resmi telah berpindah hati ke klub Spanyol, Barcelona. Pemain bernama lengkap Philippe Coutinho Correia ini ditransfer dengan harga 142 juta pounds atau sekitar Rp 2,58 triliun. Harga fantastis yang membuat Coutinho resmi menjadi pemain termahal kedua di dunia di bawah Neymar.

Klopp dan para pendukung pantas kecewa dan sedih. Pemain 25 tahun itu menjadi pilar utama dalam skema strateginya. Menukangi Liverpool sejak  2015, Coutinho menjadi pemain yang paling nyetel dengan perubahan skema permainan ala Klopp. Dalam 4-3-3, Coutinho mampu bermain sebagai pengatur serangan ataupun sebagai penyerang  sayap.

Skill dan visi bermain Coutinho sangat istimewa. Coutinho sering menjadi kartu As dalam kemenangan-kemenangan The Reds, dengan gol-golnya yang juga selalu diciptakan dengan indah. Peran yang sangat sulit digantikan siapapun di Liverpool saat ini, termasuk oleh pemain terbaik Afrika 2017 Mohammed Salah. Jika Klopp dan LiverpudLian ingin menangis, menangislah.

Apakah perpindahan ini karena alasan sebuah impian?. Bisa ya, bisa tidak. Impian sejak kecil seringkali menjadi pemanis daripada ambisi-ambisi lain termasuk tentunya uang. 

Santernya, Coutinho akan digaji di kisaran 10,5 juta pound atau sekitar 190,8 miliar per tahun. Jumlah yang lebih besar dari gaji yang diterima mayoritas pemain Blaugrana, termasuk Gerard Pique, bek senior yang sudah membawa Barcelona meraih berbagai gelar di kompetisi tertinggi di Eropa.

Uang dan uang. Namun sisi lain yang harus dicermati dalam transfer Coutinho adalah sangatlah sulit memastikan kesetiaan pemain asal Brasil untuk tetap bermain lama di satu klub. Untuk sisi yang ini, dengan kata lain, pemain Brasil lebih gampang digoda untuk berpindah daripada pemain yang lain.

Lihat saja Daniel Alves yang menduakan Juventus dengan mudahnya ketika berpindah ke PSG, Ramires dan Oscar yang melenggang ringan ke Liga Super Cina, dan tentunya kepindahan epik Neymar ke PSG. Dan sekarang Coutinho.

Kisah ketidaksetiaan para pemain bola ini lantas saya coba hubungkan dengan acara reality show di Brasil bertajuk Teste de Filadidade atau dalam bahasa Indonesia berarti Tes Kesetiaan. Di acara ini para lelaki Brasil digoda dengan wanita seksi bertubuh silikon dengan pakaian yang minim dalam sebuah skenario yang sudah diatur.

Dengan pengawasan kamera tersembunyi, godaan-godaan wanita ini juga dapat dilihat oleh istri maupun sang pacar dan juga audiens dalam sebuah studio. Meski ada beberapa yang tahan godaan, hasilnya, hampir 90 persen pria di Brasil dapat dicap tidak setia apabila datanya diambil dari tayangan ini.  

Dengan mudahnya mata, tangan dan tubuh mereka bersahut-sahutan dengan sang wanita penggoda. Saat itu pula, istri dan pacar mereka juga bersahutan berteriak marah dicampur tangisan. Manusiawi? Ya tetap manusia, tapi bermoral dan tak etis? Entahlah.

Godaan uang, dan kebesaran klub lain bagi pemain Brasil ibaratnya seperti godaan wanita bertubuh molek berpakaian seksi yang sudah ada di depan mata. Ketidaksetiaan menjadi pilihan paling real, jika mujizat dengan tumbuhnya ingatan rasa cinta mendalam akan istri di rumah atau rasa bangga berseragam di klub yang dibela sekarang tidaklah tinggal dalam kepala. Hal itulah yang  mungkin dialami oleh Coutinho.

Hal ini dapat berarti banyak bagi klub yang mempunyai dan berusaha mempertahankan pemain asal Brasil di klubnya. Sesudah Coutinho, ada Alex Sandro yang diisukan akan pindah dari Juventus ke Manchester United atau Chelsea.

Belajar dari pengalaman dengan pemain Brasil, Juventus sepertinya akan melepas Alex Sandro, Januari atau musim depan. Memilih untuk mempertahankan pemain yang berniat tidak setia sama saja dengan siap dilukai perasaannya kapan saja. Lepaskan jika tidak mau dilukai lebih dalam.

Artinya, jika di klub kesayangan kita ada pemain asal Brasil yang tampil hebat, maka jangan bermimpi dia akan seperti Totti, Del Piero, Maldini ataupun mending seperti Kaka yang setia dan bertahan lebih lama di klub. 

Jangan terlalu berharap,  karena di sepak bola, terlalu mencintai terkadang menyakitkan. Disakiti pemain Brasil yang pindah,  itu akan menjadi tradisi. Lihat saja.

Selain itu, bagi saya di sepak bola modern, tidak ada pemain yang lebih besar dari klub. Nikmati sepak bola dengan perasaan seperti ini, siap kehilangan pemain dan siap merelakannya pergi. Manis meski kadang pahit itu lebih sedap seperti kopi.  Ah.. tetap Nikmat.

Salam

Referensi : 1