Mohon tunggu...
Arnold Mamesah
Arnold Mamesah Mohon Tunggu... Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomic - Intelconomix

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Brexit, Efek Trump, "Rebalancing" Tiongkok Berdampak Negatif?

23 Februari 2017   14:04 Diperbarui: 23 Februari 2017   15:06 732 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Brexit, Efek Trump, "Rebalancing" Tiongkok Berdampak Negatif?
SMI dan Efek Trump - sumber : http://nasional.kontan.co.id

Sumber Gambar : Kontan

Gejolak finansial global yang terjadi selalu dikaitkan dengan Brexit, Trump Effect, dan Capital Flight dari Tiongkok. Dalam hal Brexit; UK keluar dari European Union (EU), proses perundingan sedang berlangsung dan biaya yang harus ditanggung UK sangat besar; diprakirakan mencapai GBP 51 Miliar (Baca artikel : Britain will attempt to offset Brexit cost with €150 billion worth of European Union assets). Keluarnya UK dari European Union tentu akan berpengaruh pada perdagangan intra negara-negara EU. (Lihat Peraga-1).

Sumber Informasi : EU Statistics
Sumber Informasi : EU Statistics
Timbulnya gejolak perdagangan EU diprakirakan berdampak tularan (contagion effect) pada perdagangan global.

Efek Trump selalu dikaitkan dengan kebijakan proteksionis (anti perdagangan global), dan rencana stimulus perekonomian US melalui proyek pembangunan infrastruktur secara masif yang diyakini akan meningkatkan kegiatan perekonomian dan mendorong pertumbuhan US hingga mencapai 3% - 3.5%. 

Dengan kebijakan stimulus tersebut bersama dengan rencana normalisasi (kenaikan) Fed Fund Rate sebanyak tiga kali sepanjang 2017, akan berdampak peningkatan aliran dana ke US dan penguatan Dolar Amerika (USD Strong). Seperti yang diindikasikan Chairwoman The Fed Janet Yellen, Maret 2017 merupakan saat yang tepat pengumuman pertama kenaikan Fed Fund Rate tersebut. Bagaimana dampak USD Strong terhadap perdagangan global US dapat dilihat pada Peraga-2.

Sumber Informasi dan Grafik : US FRED
Sumber Informasi dan Grafik : US FRED
Penguatan nilai tukar USD terhadap mata uang mitra dagang utama (garis merah - Major - Euro, Yen, Renminbi, Pound Sterling) dan mitra dagang lain (garis biru - Broad) berdampak pada peningkatan defisit perdagangan US (garis hijau).

Dalam situasi USD Strong, terjadi tren turun pada jumlah kepemilikan asing (foreigner holder) pada US Treasuries Securities seperti digambarkan pada Peraga-3.

Sumber informasi dan grafik : US FRED
Sumber informasi dan grafik : US FRED
Penurunan jumlah kepemilikan asing ini lebih jauh dapat dilihat pada Peraga-4.

Sumber Informasi : US Treasury Foreign Holder
Sumber Informasi : US Treasury Foreign Holder
Dari Peraga-4 ditunjukkan bahwa trend kepemikan Tiongkok turun sementara Jepang dan negara lain cenderung tetap.

Sebagai tambahan, Peraga-5 memberikan trend Cadangan Devisa dan Indeks REER (Real Effective Exchange Rate) China.

Sumber Informasi : REER Index (BIS) dan Forex Reserve (China - SAFE)
Sumber Informasi : REER Index (BIS) dan Forex Reserve (China - SAFE)
Walaupun China mengalami surplus perdagangan tetapi cadangan devisa berkurang dan indeks REER Renminbi turun. Kondisi ini mengindikasikan "masalah" dalam perekonomian khususnya sektor finansial China, yang berdampak pada "Capital Flight" (modal keluar dari China). Memperhatikan tren pertumbuhan perekonomian, diprakirakan Indonesia dan India merupakan pilihan tujuan modal yang keluar dari China tersebut. Kondisi ini sejalan dengan gambaran yang diberikan pada Peraga-6.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN