Mohon tunggu...
Sabarniaty Saragih
Sabarniaty Saragih Mohon Tunggu... Ibu rumah tangga dengan tiga anak

Tampil apa adanya dan selalu berusaha melakukan yang terbaik

Selanjutnya

Tutup

Humor

Cubitan Berkah

15 November 2020   12:44 Diperbarui: 15 November 2020   12:50 33 6 1 Mohon Tunggu...

Alkisah ada seorang ibu yang sedang memarahi dua orang anaknya karena tidak mandi, keasyikan main game.

Sudah menjadi kebiasaan hampir semua ibu-ibu jika berbicara atau marah topiknya akan melebar kemana-mana. Urusan mandi bisa sampai ke pertanyaan "Kalian suka ya Mama cepat mati?".  

Ketika si Ibu melihat kedua anaknya tidak menggubris perintahnya dan hanya menjawab : "Sebentar Ma", maka tanpa mereka sadari suara yang tadinya berasal dari arah dapur sudah berada dekat dengan mereka.

Dengan mata melotot dan wajah garang, tanpa tedeng aling-aling si Ibu berkata: "Kalian dihukum."

Anak yang lebih muda protes:"Kan tadi kami sudah bilang bentar lagi"

Si Ibu balik menjawab :"Dari tadi bilang iya iya saja, sudah sejam Mama teriak nyuruh mandi tapi kalian asik maen game. Tidak boleh main hp lagi". Lalu si Ibu meminta gadget yang sedang dipakai anak-anaknya.

Belum puas menarik gadget mereka, si Ibu menyambung : "Pilih dikurung di kamar mandi atau dicubit?"

Lalu anak tertua menjawab dengan muka menggerutu : "Dikurung saja, berapa lama?"

Si Ibu menjawab tegas : "Sejam"

Si Anak berkata :"Iya tapi aku di kamar mandi yang di depan". Kamar mandi depan berada dekat ruang keluarga jadi lebih mungkin mendengar suara para penghuni rumah.

Lalu si Ibu bertanya kepada anak yang lebih kecil dengan sedikit mendongakkan dagu: "Kau apa?"

Si Anak tampak berpikir, dia sedang mempertimbangkan hukuman apa yang dipilihnya, dikurung atau dicubit. Jika dikurung sejam memang tidak sakit tapi pasti bosan di kamar mandi. Akhirnya dengan sedikit ragu dan pasrah dia bilang :"Dicubit tapi..."

"Tapi apa?" tanya si Ibu yang sudah menyiapkan cubitan yang akan mendarat di tubuh anaknya.

"Cubit burungku saja" (burung yang dimaksud adalah mr.p atau alat kelaminnya),jawab si Anak yang lebih muda.

Mendengar itu si Ibu langsung tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyangka anaknya akan memilih dicubit di bagian sensitifnya.

"Mama kenapa tertawa? Tadi marah sekarang tertawa, Mama cubitlah sekarang, aku buka celana ya?",kata anaknya polos yang membuat si Ibu makin tertawa.

Dalam tawa geli si Ibu, anak yang lebih muda berkata kepada abangnya sambil menarik tangan abangnya secepat kilat : "Ayo Bang, mandi, mumpung Mama tidak marah". Akhirnya mereka berdua pun tidak jadi dihukum.

Beberapa hari kemudian si Ibu bertanya: "Dek, kenapa kemarin itu kamu minta dicubit burungnya?"

Si Anak menjawab dengan mantap :"Kan itu belum pernah dicubit. Kaki, tangan, kuping, perut sudah pernah dicubit tinggal burung yang belum"

Si Ibu hanya tersenyum.


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x