Mohon tunggu...
Herdian Armandhani
Herdian Armandhani Mohon Tunggu... Pemuda yang Ingin Membangun Indonesia Melalui Jejaring Komunitas

Kalau Tidak Mampu untuk Menjadi Pohon Beringin yang Kuat untuk Berteduh, Jadilah Saja Semak Belukar yang Sisinya Terdapat Jalan Setapak Menuju Telaga Air

Selanjutnya

Tutup

Muda

Menjadi Kaya Tanpa Bekerja, Saatnya Mengelola "Passive Income" bagi Anak Muda

31 Desember 2017   12:42 Diperbarui: 31 Desember 2017   13:29 0 0 0 Mohon Tunggu...
Menjadi Kaya Tanpa Bekerja, Saatnya Mengelola "Passive Income" bagi Anak Muda
Dok.pribadi

Dok.pribadi
Dok.pribadi
20171230-115831-5a4878c316835f45f96620c4.jpg
20171230-115831-5a4878c316835f45f96620c4.jpg
Denpasar (Bali) -- Robert T Kiyosaki pengarang Buku Rich Dad, Poor Dad sekaligus Praktisi Ekonomi Asal Jepang membagi profesi menjadi empat Kuadran dimana kuadran-kuadran tersebut membagi seorang pekerja menjadi Active Income dan Passive Income. Passive Income memungkinkan seseorang untuk mendapatkan pemasukan tanpa orang tersebut hadir di lokasi seseorang mengais rezeki.

Kuadran Bussiness Person dan Investor merupakan kelompok yang menggantungkan rezeki tanpa banyak bekerja keras. Pemasukan akan terus mereka dapatkan dan tentu kebebasan waktu lebih banyak ketimbang Kuadran Employee (Pegawai) dan Kuadran Self Employee ( Kalangan Profesional). Jika seseorang berada di kuadran Passive Income, ia akan terus mendapatkan penghasilan meskipun ia pensiun. Salah satunya adalah dengan Investasi Saham.

Semua yang berkaitan dengan Investasi tuntas dibahasa tuntas dalam kelas Pengenalan Dasar Investasi Saham. Kelas ini diadakan Komunitas Young on Top Regional Bali bersama dengan Komunitas Pasar Modal I Stock Denpasar pada hari Sabtu (30/12) 2017 di Kampus STIMIK Primakara Jalan Tukad Badung No 135 Denpasar. Kegiatan ini dimulai dari pukul 10.00 wita dan dihadiri oleh Mahasiswa dari berbagai Kampus negeri dan swasta serta kalangan professional. Kelas yang dinisiasi oleh Komunitas Young on Top Regional Bali ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Astawa, Ketua Komunitas Pasar Modal I-Stock Denpasar didapuk sebagai pembicara. Astawa menjelaskan bahwa pentingnya seseorang untuk berinvestasi. Investasi dapat dikatakan berhasil  apabila diatas tingkat inflasi. Melalui investasi dapat melindungi terhadap gejolak inflasi (melindungi kekayaan dan aset), dapat meningkatkan nilai kekayaan /aset dimasa yang akan datang, dan mengantisipasi ketidakpastian dimasa yang akan datang.

Investasi dapat dilakukan dengan membeli sebuah saham di pasar modal. Saham yang dapat dibeli bisa dari perusahaan-perusaahan yang ada disekitar kita seperti Unilever, Indofood, Yamaha dan lain sebagainya.

" Dalam berinvestasi juga memiliki keuntungan dan resiko. Wajib diketahui bagi seseonga investor resiko dalam berinvestasi diantaranya Economic Risk, Market Value Risk, dan Liquidity Risk" ungkapnya.

Sedangkan keuntungan investasi pasar modal pun sangat banyak juga seperti capital gain, deviden, no annual tax, final tax, liquid, dan save from natural disaster.

"Berinvestasi di Pasa Modal ada ilmunya bukan seperti menghitung kancing baju, perlu analisis seperti laporan keuangan suatu perusahaan, jumlah share market, dan potensi keuntungan yang ingin didapat" paparnya.

Seorang pekerja dapat melakukan investasi dengan menyisihkan gaji yang ia dapat dari perusahaan. Investasi berbeda dengan menabung. Bila menabung seseorang hanya  menyimpan uang mereka. Sedangkan Investasi seseorang malah mendapatkan untung. Deposito di Bank untungnya kalah jauh bila diinvestasikan di Pasar Modal.

"Sayangnya kesadaran anak muda di Indonesia sangat kurang mengenai investasi di Pasar Modal. Diluar negeri anak mudanya sudah berani untuk melakukan investasi di Pasar Modal, perlu diingat membeli saham bukanlah berjudi, semua memiliki resiko" pesan Astawa diakhir kelas Pasar Modal bagi Pemula.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x