Mohon tunggu...
Kuntoro Tayubi
Kuntoro Tayubi Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menulis adalah ruh, dan menebar kebaikan adalah jiwaku. Bagiku kehidupan ini berproses, karena tidak ada kesempurnaan kecuali Sang Pencipta.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Siswa SMK di Tegal Bantu 58 Juta Rupiah untuk Sulteng

17 Oktober 2018   01:42 Diperbarui: 17 Oktober 2018   01:44 0 2 0 Mohon Tunggu...
Siswa SMK di Tegal Bantu 58 Juta Rupiah untuk Sulteng
Dokumentasi Pribadi

Bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami yang melanda beberapa  wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng), menarik simpati berbagai  kalangan. Termasuk keluarga besar SMK Nahdlatul Ulama (NU) 01 Slawi, Kabupaten Tegal. 

Keluarga besar yang terdiri dari kepala sekolah, guru,  staf Tata Usaha, penjaga sekolah, hingga para pelajar ini secara suka  rela menyumbangkan rejekinya untuk keluarga korban bencana di wilayah  Sulteng yang meliputi Palu, Donggala dan Sigi. Jumlah sumbangan berupa  uang yang disalurkan itu sebesar Rp 58.727.500.

"Selain  uang tunai, kami juga menyumbang mie instan sebanyak 31 duz, dan  pakaian pantas pakai 24 duz. Pakaian itu untuk anak-anak dan dewasa,"  kata Kepala SMK NU 01 Slawi, H Ali Saefudin, kemarin.

Semua  sumbangan itu, Ali mengaku disalurkan melalui NU Care atau Lembaga Amil  Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Laziz) NU. Sumbangan itu bersumber dari  seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. 

Selain dari keluarga besar  sekolahnya, dana juga bersumber dari masyarakat Kabupaten Tegal. Secara  inisiatif para pelajar SMK NU melakukan penggalangan dana di sekitar  wilayah Kecamatan Adiwerna dan Kota Slawi. 

"Yang  melakukan penggalangan dana adalah siswa yang tergabung dalam  organisasi intra atau ekstra di sekolah kami. Penggalangan dilakukan  setiap pulang sekolah sampai jam empat sore," ujarnya. 

Menurut  Ali, aksi sosial yang dilakukannya itu bertujuan untuk meringankan  beban korban bencana gempa bumi dan gelombang tsunami di Sulteng yang  telah menewaskan lebih dari 2000 jiwa. Tak terkecuali, aksi itu juga  untuk menumbuhkembangkan rasa empati, simpati dan solideritas sosial  antar sesama. 

"Pada prinsipnya, kita ingin  mendidik siswa supaya punya rasa peduli dengan masyarakat yang  membutuhkan pertolongan. Termasuk juga untuk menumbuhkembangkan rasa  nasionalisme mereka," terangnya.

Salah satu  siswa SMK NU 01 Slawi, Ani, mengaku sedih melihat kondisi korban gempa  dan tsunami melalui televisi. Berangkat dari rasa empatinya itu, dia pun  akhirnya mengajak teman-temannya untuk menggalang dana dengan cara  berkeliling ke masyarakat. Sesekali dia juga menggalang dana di sejumlah  perempatan lampu merah di wilayah Kota Slawi.

"Semoga bantuan ini bermanfaat untuk korban di Palu dan Donggala," harapnya. 

Seperti  diketahui, bencana gempa bumi dan tsunami serta likuifaksi telah  melanda beberapa wilayah di Sulteng yakni Palu, Donggala dan Sigi pada  28 September 2018 lalu. Akibat bencana itu, lebih dari 2000 jiwa  meninggal dunia.