Aristha J. Kusuma
Aristha J. Kusuma Professional Trainer dan Penulis

Perkenalkan saya Aristha J. Kusuma. Latar belakang pendidikan saya adalah Psikologi. Saya menggeluti dunia Training dan Consulting. Sejak tahun 2015 saya berkarir sebagai Professional Trainer yang membantu meningkatkan kualitas maupun produktifitas karyawan atau sdm personal maupun dalam perusahaan. Saya juga menulis beberapa buku. Ingin mengenal saya lebih lanjut. Silakan berkunjung ke https://www.linkedin.com/in/aristhajkusuma/

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Kenakalan Remaja? Apakah Dari Faktor Lingkungan Sosial Saja?

19 Oktober 2016   22:05 Diperbarui: 19 Oktober 2016   22:22 773 0 0
Kenakalan Remaja? Apakah Dari Faktor Lingkungan Sosial Saja?
soalremaja.com

Belakangan ini saya sering membaca berita mengenai pengedaran narkoba, sebenarnya kasus pengedaran narkoba ini sudah tidak asing bagi kita, bahkan dalam satu hari ada-ada saja para pelaku yang tertangkap basah sedang mengedarkan narkoba. Namun, yang menarik perhatian saya adalah mengapa semakin banyak remaja yang terlibat kasus ini? Apa yang menyebabkannya terjerumus dalam perbuatan ini? Apakah lingkungan dan pergaulan yang menjadi penyebab utama kasus ini? Lantas, bila demikian benarkah asal mula kenakalan remaja semata-mata berasal dari faktor lingkungan sosial saja?

Menurut Jensen, seorang tokoh Psikologi ternyata tidak!
Dalam kenyataan, banyak sekali faktor yang menyebabkan kenakalan remaja maupun kelainan perilaku remaja pada umumnya. Berbagai teori yang mencoba menjelaskan penyebab kenakalan remaja, dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Rational choice : Teori ini mengutamakan faktor individu dari pada faktor lingkungan. Kenakalan yang dilakukannya adalah atas pilihan, interes, motivasi atau kemauannya sendiri. Di Indonesia banyak yang percaya pada teori ini, misalnya kenakalan remaja dianggap sebagai kurang iman sehingga anak dikirim kepsesantren kilat atau dimasukkan ke sekolah agama. Yang lain menganggap remaja yang nakal kuranh disiplin sehingga diberi latihan kemiliteran.
2. Social disorganization : Kaum positivis pada umumnya lebih mengutamakan faktor budaya. Yang menyebabkan kenakalan remaja adalah berkurangnya atau menghilangnya pranata-pranata masyrakat yang selama ini menjaga keseimbangan atau harmoni dalam masyarakat. Orang tua sibuk dan guru yang kelebihan beban merupakan penyebab dari berkurangnya fungsi keluarga dan sekolah sebagai pranata kontrol.
3. Strain : Teori ini dikemukakan oleh Meron, intinya adalah bahwa tekanan yang besar di dalam masyarakat, misalnya kemiskinan, menyebabkan sebagian dari anggota masyarakat yang memilih jalan rebellion melakukan kejahatan atau kenakalan remaja.
4. Differential association : Menurut teori ini, kenakalan remaja adalah akibat salah pergaulan. Anak-anak nakal karena bergaulnya dengan anak-anak yang nakal juga. Paham ini banyak dianut orang tua di Indonesia, yang sering kali melarang anak-anaknya untuk bergaul dengan teman-teman yang dianggap nakal, dan menyuruh anak-anaknya untuk berkawan dengan teman-teman yang pandai dan rajin.
5. Labelling : Ada pendapat yang menyatakan bahwa anak nakal selalu dianggap atau dicap (diberi label) nakal. Di Indonesia, banyak orang tua (khususnya ibu-ibu) yang ingin berbasa-basi dengan tamunya, sehingga ketika anaknya muncul di ruang tamu, ia mengatakan pada tamunya, “Ini lho, mbakyu, anak sulung saya. Badannya saja tinggi, tetapi nakalnya bukan main”. Kalau terlalu sering anak diberi label seperti itu, maka ia akan jadi betul-betul nakal.
6. Male phenomenon : Teori ini percaya bahwa anak laki-laki lebih nakal daripada perempuan. Alasannya karena kenakalan memang adalah sifat laki-laki atau karena budaya maskulinitas menyatakan bahwa wajar kalau laki-laki nakal.

Dengan mengetahui beberapa faktor penyebab kenakalan remaja diatas, kira-kira apa yang akan kita lakukan untuk melindungi, mencegah, mengarahkan anak-anak, saudara, keluarga juga teman-teman yang kita sayangi agar terhindar dari kenalakan/perilaku menyimpang tersebut?